Advertisement

Untuk melakukan pemeriksaan Ultrasonografi diperlukan suatu keterampilan, ketelitian dan kejelian mata dari seorang pemeriksa. Hal ini disebabkan pemeriksaan ultrasonografi adalah suatu pemeriksaan manual. Ketelitian pada saat memeriksa sangat diperlukan, sebab bila kita menduga adanya kelainan pada suatu organ tubuh yang diperiksa, maka harus dilihat lagi dari posisi yang lain untuk memastikannya. Di samping itu periu dicari apakah ada kelainan di tempat lain. Kita tidak boleh puas pada penglihatan pertama kali dan membuat satu buah gambar, sebaiknya diperiksa berulang-ulang kali dan dibuat beberapa buah gambar (Weill, 1982). Walaupun sampai saat ini penggunaan ultrasonografi untuk diagnostik dianggap aman, tetapi dosis yang diterima pasien tetap harus diusahakan seminimal mungkin. Untuk ini kita harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Pada setting mesin kita berusaha mengurangi pengulangan pulsa yang terlalu sering.
2. Pada teknik scanning kita mengurangi scan yang berulang, mengurangi waktu scan dan jangan membiarkan transduser berada terus menerus di permukaan kulit.
3. Selalu melakukan pemeriksaan berkala pada alat USG.

PEMAKAIAN KLINIS ULTRA-SONOGRAFI
1. Menemukan dan menentukan letak suatu massa dalam rongga perut dan pelvis.
2. Membedakan antara kista de-ngan massa yang padat.
3. Mempelajari pergerakan organ (jantung, aorta, vena cava) atau pergerakan janin dan jantungnya.
4. Pengukuran dan penentuan volume. Misalnya pengukuran aneurisma arterial, fetal cehpalometri, menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk biopsi.
5. Menentukan volume massa atau organ tubuh tertentu (buli-buli, ginjal, kandung empedu, uterus, ovarium dan Iain-Iain.
6. Biopsi jarum terpimpin. Arah dan gerakan jarum menuju sasaran dapat dimonitor di layar USG.
7. Menentukan perencanaan suatu radioterapi.

Advertisement

PERSIAPAN PENDERITA
Sebenarnya tidak diperlukan persiapan khusus, kalau perlu dapat dilakukan pemeriksaan setiap saat. Tetapi sebaiknya pada penderita dengan obstipasi semalam sebelumnya diberikan laksansia. Untuk pemeriksaan alatalat di rongga perut*V^gteu^atas sebaiknya dilakukab dalam &ef \ adaan puasa dan pagi hari dilarang makan dan minum yang dapat menimbulkan gas dalam perut. Untuk pemeriksaan kandung empedu sebaiknya puasa paling kurang 6 jam sebelum pemeriksaan, agar didapatkan dilatasi yang maksimal. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah pelvis bulibuli harus penuh, sehingga merupakan suatu acoustic window/ sonic window (jendela akustik) untuk dapat melihat dengan jelas ke dalam rongga pelvis (Taylor, 1979).
Setting Mesin :
1. Seleksi pemakaian transduser:
a. Transduser dengan frekuensi tinggi untuk mendapatkan penetrasi yagn cukup ke jaringan.
b. Aperture/diameter trans-duser. Makin lebar transduser makin luas bidang irisan yang terlihat.
c. Fokus. Fokus yang tepat akan lebih memperjelas gambaran dari irisan jaringan.
2. Teknik Scanning
a. Coupling medium. Digunakan suatu bahan, biasanya gel untuk menghindari adanya udara di antara transuder dan permukaan kulit.
b. Orientasi daerah yang akan diperiksa. Pada waktu melakukan scanning kita harus tahu akan bentuk-bentuk anatomi dari daerah yang akan diperiksa.
c. Jenis transduser untuk scan-ning.
1) Linear
2) Sektor
3) Compound
4) Arcus

Advertisement