Advertisement

 1. Realitas membentangkan dualisme tajam antara baik dan jahat, terang dan kegelapan, dunia material yang jahat dan dunia spiritual yang baik. Dualisme itu dapat diatasi entah dengan kejatuhan Sang Ilahi, atau sistem emanasi yang merentang dari yang spiritual ke yang material.

2. Tujuh daya pencipta dunia yang seakan-akan jahat dan bermusuhan — atau malaikat-malaikat — merupakan emanasi-emanasi terakhir dari Allah. Dan dari mereka muncul kuasa-kuasa ke¬gelapan.

Advertisement

3. Sang Ibu Agung, Dewi Langit, yang sering disebut sebagai Sophia, turun ke dalam dunia material, yang melahirkan tujuh daya atau kekuatan.

4. Sang Manusia Pertama, yang hidup sebelum dunia ini, muncul ke dunia untuk melancarkan perang terhadap kegelapan. Dan dengan kemunculanya mulailah drama sejarah dunia. Ia sebagian ditaklukkan oleh kegelapan tetapi kemudian dibebaskan, atau membebaskan dirinya.

5. Sang Penyelamat atau Soter, sering, adalah Sang Manusia Pertama, yang pembebasannya bukan hanya demi dirinya sendiri, tetapi juga untuk yang baru menganut Gnostisisme. Dalam beberapa sistem, tugas Sang Manusia Pertama ialah membebaskan Sophia. Persatuan mereka mengisyaratkan keselamatan.

6. Melalui gnosis (pengetahuan yang layak), dan melalui pemisahan secara asketis dari dunia yang lebih rendah. Sang Gnostik berdaya upaya mengangkat dirinya menuju Allah dunia atas. Tapi dalam sekte-sekte Gnostik di mana Sang Ibu Agung (sophia) memainkan peranan penting, pelacuran religius berperan sentral, kadang dalam hubungan dengan Sang Penyelamat.

Advertisement