TEORI ATAU ALIRAN ETHNOSCIENCE

67 views

Bila dalam pendekatan struktural dari Levi-Strauss dimasukkan aturan-aturan mengenai cara berpikir yang mungkin melatarbelakangi suatu kebudayaan, kendatipun aturan itu hanya dilontarkan secara intuisi, dalam suatu pendekatan etnografis yang baru yang diberi nama ethnoscience, aturan-aturan demikian dicoba dirumuskan berdasarkan analisa logis dari data etnografis, dan kemungkinan bahwa analisa itu diwarnai oleh penilaian sepihak dari peneliti, sejauh mungkin dihindarkan. Ada persamaan di antara pendekatan dari ethnoscience dengan Levi-Strauss yaitu keduanya dipengaruhi oleh metodologi dan linguistik struktural — namun persamaannya hanya sampai di situ saja. Yang diusahakan oleh pengikut ethnoscience bukanlah menghimpun data menurut kategori-kategori antropolo- gis yang telah tertentu sifatnya atau predetermined, tetapi mereka mencoba untuk memperoleh pemahaman tentang dunianya penduduk asli menurut pandangan mereka. Berdasarkan apa yang ditemukannya tentang penduduk asli meliputi pengkajian bahasa mereka dan terutama kata-kata yang mereka gunakan untuk melukiskan hal-hal yang mereka lakukan, para ethnoscientis mencoba merumuskan aturan-aturan yang menjadi dasar dari perilaku yang diterima. Aturan-aturan itu dapat dipersamakan dengan aturan-aturan tata bahasa yang mengatur penggunaan bahasa yang tepat.

Banyak pengikut ethnoscience berpendapat jika dapat diungkapkan aturan-aturan yang menjadi dasar dari perilaku budaya yang tepat, maka banyak hal yang dilakukan oleh manusia dan alasan mengapa dia berlaku demikian dapatlah dijelaskan. Mungkin dalam kebanyakan hal individu-individu pada umumnya berlaku menurut aturan-aturan yang disadarinya atau tak disadarinya yang telah diresapinya (internalized). Jadi dengan menemukan aturan-aturan budaya maka untuk sebagian, perilaku manusia dapatlah dijelaskan. Meskipun demikian, masih diperlukan usaha untuk dapat memahami mengapa suatu masyarakat tertentu mempunyai aturan-aturan budaya tertentu pula. Seperti halnya dengan tata bahasa yang tidak menjelaskan mengapa sesuatu bahasa memiliki sifat-sifat yang ada padanya dan bagaimana proses perubahannya, maka pengungkapan tentang aturan-aturan budaya dalam aliran ethnoscience juga tak menjelaskan tentang perubahan kebudayaan dan variasi-variasi aturan budaya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *