Teori kuantitas uang

Teori kuantitas uang adalah sebuah proposisi yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kuantitas uang dan tingkat harga umum, pertengahan abad 17: “Sering dikatakan bahwa terlalu banyak atau teriaki sedikit uang mengakibatkan segalanya menjadi murah” (Thomas Mun 1928 [1664]). Versi modernnya adalah: “Inflasi adalah kondisi terlalu banyak uang yang beredar di antara barang yang terlalu sedikit”. Dalam versi yang paling ekstrem, tidak hanya uang yang menyebabkan perubahan harga tetapi harga juga seharusnya berubah sesuai dengan perubahan moneter, dalam jangka panjang. Pada abad 16 dan 17 pembicaraan tentang hubungan antara uang dan harga jarang sekali dapat meluluskan sebuah teori, karena tidak ada artikulasi dari hubungan kausal. Statusnya hanyalah observasi yang kacau, peran kausal uang diperjelas oleh aliran/masuknya logam mulia dari Dunia Baru (New World).

Doktrin proporsionalitas dicanangkan oleh John Locke 1923 [1691)). Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa persamaan kaum merkantilis tentang uang dengan kekayaan nasional adalah salah dengan menunjukkan bahwa nilai uang berbanding terbalik dengan kuantitasnya. Penalarannya didasarkan pada perbandingan mengenai perekonomian yang sama dengan dua pasar uang berbeda (yang memungkinkan velositas dari sirkulasi uang). Humme (1955 [1752]) menegaskan bahwa proporsionalitas dapat berlaku dalam jangka panjang terhadap variasi dari jumlah uang dalam perekonomian yang sesungguhnya. Doktrin ini tidak dapat didukung oleh metode Locke. Tidak ada penalaran yang memadai yang diajukan oleh Hume atau siapa pun sesudahnya, meski pun masih tetap diyakini (sebagai ‘netralitas uang’).

Hume memperlakukan efek jangka pendek dari perubahan moneter sebagai penjelasan pertama hubungan antara uang dan harga. (Dalam istilah saat ini ia menjelaskan mekanisme transmisi).

J. S. Mill (1857) menyediakan jembatan menuju teori modern melalui dua jalan ia menjelaskan fungsi uang sebagai media pertukaran adalah hal yang penting bagi teori kuantitas dan ia menyoroti uang kredit (bank notes, cek). Para teoretisi lama mengizinkan penimbunan yang akan melunakkan efek atas harga. Penimbunan bisa masuk akal jika menyangkut logam mulia, tetapi uang kredit (credit moneter) tidak memiliki penggunaan alternatif yang membuat penimbunan lebih sulit dilakukan. Uang kredit juga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian tanpa harus memiliki uang sepeser pun.

Permasalahannya relatif baru. Irving Fisher (1911) telah merumuskannya, namun belum memecahkannya, dengan cara memisahkan mata uang dari uang simpanan bank (bank-deposit monetf) dan mendalilkan velositas sirkulasi yang berbeda bagi masing-masing uang tersebut. Tidak begitu jelas mana yang seharusnya lebih besar, atau seberapa besar.

Tersedia sebuah pendekatan terhadap permasalahan penimbunan yang berasal dari perkembangan dalam teori kuantitas Cambridge (Marshall 1923) mengenai permintaan uang yang terutama didasarkan pada kebutuhan-kebutuhan transaksi. Tingkat pembelanjaan yang diizinkan diindikasikan dengan pendapatan dan kekayaan seseorang. Dianggap cukup masuk akal bahwa sejumlah uang dibiarkan menganggur (atau ditimbun) jika seseorang hanya memiliki sedikit kekayaan sehingga meminjamkan dengan bunga bukan pilihan yang baik. Ini akan mempengaruhi velositas sirkulasi meskipun mungkin tidak terlampau substansial).

Friedman (1956), meskipun bermula dari proposisi antithesis bahwa uang adalah aset yang dapat disimpan, pada akhirnya sampai pada sebuah formulasi yang minp dengan teori kuantitas sebelumnya. Hal ini menyiratkan bahwa perubahan atas uang akan mempengaruhi agregat pendapatan uang. tetapi pembedaan antara uang dan kuantitas dalam jangka panjang tidak akan terselesaikan sebagaimana pada jaman Hume

Keynes, meskipun sebekennya adalah pengiran teori Kuantitas (1923) menyimpang pada tahun 1936 zengan menjelaskan pemikiran tentang penimbunan uang secara substansial pada saat suku bunga akan naik untuk menghindari kerugian modal.

Permasalahan kredit yang diangkat oleh Mill tidak dapat dipertanggungjawabkan terhadap analisis dalam kerangka permintaan-uang. Masalah ini dihadapi oleh karya pasca-Keynesian yang membahas endogenous money (Desay 1987).

Incoming search terms:

  • teori kuantitas uang
  • teori kuantitas
  • teori kuantitas uang menurut marshall

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • teori kuantitas uang
  • teori kuantitas
  • teori kuantitas uang menurut marshall