Advertisement

TEORI NILAI 

Inggris: Theory of Value.

Advertisement

Teori nilai merupakan nama, bersama aksiologi, untuk bidang filsafat, yang menyelidiki hakikat nilai dan valuasi (perkiraan, pandangan tentang nilai). Pada umumnya, teori-teori nilai dapat dibagi ke dalam teori yang menghubungkan nilai dengan “minat” atau “kepentingan” dan mengandaikan nilai-nilai mempunyai segi objektif dan dikenal oleh intuisi. Tetapi ada pembedaan-pembedaan lain yang memperluas kerangka pembagian di atas. Tergantung pada teori, nilai-nilai dipandang sebagai kognitif atau non-kognitif, objektif atau subyektif, absolut atau relatif, natural atau non-natural, esensialistik atau eksistensialistik, dan dapat dibenarkan atau tidak dapat dibenarkan.

 

1. Dalam pendekatan Pythagoras, nilai diidentikkan denga bilangan. Misalnya “7” adalah kesehatan dan bilangan kuadrs adalah keadilan. Dalam pendekatan lain dinyatakan bahw nilai muncul dalam konflik.

2. Bagi Plato nilai-nilai adalah esensi-esensi, yang dikenal ole intuisi, dan termuat dalam semacam alam hierarkis. Pad periode modern yang ditandai minat semakin besar pad Aksiologi, WM. Urban mengikuti Plato. Anggapannya, nila nilai merupakan segi objektif dari suatu dunia intelijibe Max Scheler maupun Nicolai Hartmann mengetengahka bahwa nilai adalah esensi non-temporal dan hierarkis sifatny;

3. Aristoteles rupanya menganggap nilai bukan sebagai esens Sebaliknya ia beranggapan bahwa nilai ditentukan oleh min: atau kepentingan. Teori minat tentang nilai diajukan ole Perry. Ia mendefinisikan nilai sebagai “objek minat”.

4. Bahwa teori nilai berdasar pada intuisi dirintis agak kuran jelas oleh Sidgwick, dikembangkan dan dipertahankan ok G.E. Moore, dan dianut oleh W.D. Ross.

5. Nietzsche, yang menerima perlunya suatu “transaksi nila nilai”, kelihatannya menganggap nilai-nilai dibangun maupi ditentukan oleh penilaian baik dan buruk. Nilai-nilai dalam keadaan amarah dan kekuasaan, tetapi mamp menciptakan perubahan.

6. Mazhab Neo-Kantianisme Heidelberg memandang nilai-nil objektif berlaku universal, bereksistensi sendiri, dan merupak; kunci epistemologi. Salah seorang anggotanya, Muensterber memandang sistem nilai-nilai yang absolut bersandar pada perbuatan kehendak absolut Fichte.

7. Meinong memahami nilai sebagai sesuatu yang muncul sebag tanggapan afektif manusia terhadap dunia melalui empat ti perasaan-nilai. C.I. Lewis memeluk pandangan yang serup dengan menemukan nilai di dalam tanggapan moral, kognit atau estetik manusia terhadap fakta-fakta.

8. Dewey dipandang sebagai seorang naturalis dalam teori nil yang percaya bahwa nila-nilai ditemukan dalam pengalami Tetapi Dewey menekankan valuasi (penilaian) dan buk nilai-nilai, yang menemukan kunci penilaian dalam proses “penghargaan” dan “penilaian’.

9. Moritz Schlick berpendapat bahwa nilai bersifat relatif. Analisis positivistik-nya telah menghapuskan ide nilai absolut.

10. Sartre berpandangan bahwa nilai merupakan rekaan manusia dalam situasi kehidupannya. Nilai bukan esensi dan tidak dapat dibenarkan secara rasional.

11. Charles Stevenson menganggap nilai hanya sebagai sesuatu yang bersifat emotif.

12. R.M. Hare mengatakan bahwa istilah-istilah nilai memiliki makna deskriptif maupun evaluatif, namun yang primer adalah pernyataan evaluatif.

Incoming search terms:

  • Teori nilai
  • pengertian teori nilai
  • pengertian nilai teori
  • nilai teori
  • teori tentang nilai
  • nilai teori adalah
  • contoh nilai teori
  • bunyi teori nilai
  • arti nilai teoritis
  • apa yang dimaksud dengan nilai teori

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Teori nilai
  • pengertian teori nilai
  • pengertian nilai teori
  • nilai teori
  • teori tentang nilai
  • nilai teori adalah
  • contoh nilai teori
  • bunyi teori nilai
  • arti nilai teoritis
  • apa yang dimaksud dengan nilai teori