TERAPI BIOLOGIS GANGGUAN MOOD – Berbagai variasi terapi biologis digunakan untuk menangani depresi dan mania. Dua jenis terapi yang paling umum adalah terapi kejut elektrikonvulsif dan obat-obatan. ECT diciptakan oleh dua orang dokter berbebangsaan Italia, Cerletti dan Bini, pada awal abad ke-20. Ctrletti tertarik pada epilepsi dan mencari cara untuk dapat menimbulkan kejang epilepsi secara eksperimental. Solusinya muncul di depan matanya ketika mengunjungi sebuah rumah jagal, di mana ia melihat kejang-kejang dan kondisi tidak sadar terjadi pada hewan karena kejutan istrik yang diberikan di kepala. Tidak lama setelah itu ia menemukan bahwa dengan memberikan kejutan listrik pada sisi kepala manusia, kejang epileptik dapat terjadi scpenuhnya. Kemudian, di Roma pada tahun 1938, ia menggunakan teknik tersebut pada pasien skizofrenia.  Dalam dekade-dekade selanjutnya, ECT diberikan kepada pasien yang mengalami skizofrenia sekaligus depresi parah, biasanya dilakukan di rumah sakit. Sebagian_terb6ar penggunaannya dewasa ini terbatas pada Mdividu yang mengalami depresi parah. ECT mencakup penciptaan kejang dan ketidaksadaran sementara untuk suatu tujuan dengan mengalirkan arus listrik sebesar 70 cktn 130 volts ke dalam otak pasien. Elektroda pada awalnya dilekatkan di kedua sisi kening sehingga memungkinkan arus listrik memasuki dua belahan otak, suatu metode yang disebut sebagai ECT bilateral. Dewasa ini, ECT unilateral, di mana arus listrik hanya memasuki belahan serebral yang tidak dominan (kanan), lebih umum digunakan. Pada masa lalu, pasien biasanya tetap sadar hingga arus listrik memicu kejang dan kejutan listrik tersebut sering kali menciptakan goncangan-goncangan tubuh yang mengerikan, kadang bahkan menyebabkan keretakan tulang. Dewasa tini pasien diberi anestesi singkat dan diinjeksi dengan suatu pelemas otot yang kuat sebelum arus listrik dialirkan. Kejang konvulsif pada otot-otot tubuh hamper tidak dapat dilihat oleh para pengamat, dan pasien kembali sadar beberapa menit kemudian tanpa dapat mengingat apa pun tentang penanganan tersebut. Mekanisme cara kerja ECT tidak diketahui. Secara umum ECT mengurangi aktivitas metabolik dan sirkulasi darah ke otak dan sekaligus dapat menghambat beberapa aktivitas otak yang tidak normal. Menciptakan kejang masih merupakan prosedur drastis. Mengapa seseorang yang memiliki pikiran yang tidak salah, namun mengalami depresi setuju untuk menjalani terapi radikal semacam itu? Bagaimana mungkin orang tua atau pasangan menyetujui penanganan semacam itu bagi pasien yang secara hukum dinilai tidak mampu memberikan persetujuan? Jawabannya sederhana.

Meskipun kita tidak mengetahui mengapa demikian, ECT dapat merupakan penanganan yang optimal untuk depresi parah. Sebagian besar profesional mengetahui risiko yang ditimbulkan—kebingungan dan kehilangan memori yang dapat berlangsung lama. Meskipun demikian, ECT unilateral ke belahan otak kanan secara klinis sama efektifnya dengan ECT bilateral dan menimbulkan efek samping kognitif yang lebih sedikit. Studi pemantauan jangka panjang terhadap para pasien yang ditangani dengan ECT pada masa remaja menunjukkan tidak adanya kerusakan memori yang berlangsung lama. Selain itu, beberapa bukti menunjukkan bahwa efek samping kognitif ECT dapat diminimalkan bila hormon tiroid digunakan sebagai bagian dari penanganan. Dalam kasus mana pun, para ahli klinis umumnya memilih untuk memberikan ECT hanya bila depresi tidak juga berkurang dan setelah mencoba berbagai penanganan yang kurang drastis ternyata tidak memadai. Dalam mempertimbangkan jenis penanganan yang memiliki berbagai efek samping negatif, orang yang mengambil keputusan harus menyadari berbagai konsekuensi yang timbul jika tidak memberikan penanganan sama sekali. Mengingat bunuh diri merupakan kemungkinan nyata di kalangan orang-orang yang mengalami depresi dan mengingat nilai moral yang menghargai dipertahankannya nyawa seseorang, maka penggunaan ECT, paling tidak setelah berbagai penanganan lain gagal, dinilai oleh banyak ahli sebagai sesuatu yang pantas diperjuangkan dan dipertanggungjawabkan.

Filed under : Bikers Pintar,