Advertisement

Tindakan perbaikan kelesuan manajerial akan berbeda bagi setiap manajer atau organisasi. Tentunya dalam beberapa kasus yang terbaik bagi organisasi dan individu adalah jika ia menemukan pekerjaan atau karier baru. Tetapi sebeium manajer mengambil tindakan penting seperti itu, sebaiknya ia mencoba beberapa alternatif dulu. Baik organisasi maupun manajer harus mengerti sepenuhnya potensi kegawatan keadaan serta perlunya perencanaan yang hati-hati dan tindakan yang dapat memperbaiki gejala dan penyebab tak terlihat dari kelesuan itu. (Individu yang bersangkutanpun harus diperiksa secara menyeluruh kesehatan mereka, untuk mendeteksi adanya masalah fisik atau fisiologis sebagai penyebab kelesuan). Dilihat dari kacamata organisasi, harus ada lebih banyak perhatian pada manusia dalam organisasi, dampak kebudayaan perusahaan, dan bagaimana keadaan dapat diperbaiki agar dapat memenuhi kebutuhan orang banyak sekaligus mencapai sasaran perusahaan. Kebutuhan orang banyak harus menjadi sasaran penting perusahaan. Mengubah luas dan jenis tugas dan memperbesar wawasan tanggung jawab manajer ; Berikan proyek-proyek khusus kepadanya ; Ciptakan tugas bergilir antara staf, fungsi lini dan unit ; Buatlah variasi dalam tugas manajer; pergunakan kemampuannya untuk mengambil tanggung jawab pengawasan, staf, lini dan perencanaan ; Berilah semangat untuk memperoleh pengetahuan baru lewat pelatihan, belajar, seminar dan konferensi ; Berilah kesempatan kepada manajer untuk mengikuti kegiatan masyarakat umum; berilah kepadanya kesempatan mengembangkan kemampuan tulis dan bicaranya ; Tawarkan kepadanya untuk ikut dalam komisi antar dan intraorganisasi dan gugus tugas utama ; Tawarkan kesempatan bepergian dalam jangka pendek atau panjang, dan relokasi ; Berilah semangat mengikuti kegiatan rekreasi dan menekuni hobi baru ; Berilah semangat untuk mengikuti olah raga dengan teratur ; Tunjanglah hubungan lebih erat dengan keluarga dan handaitaulan ; Berilah semangat mendiskusikan frustrasi yang dialami dengan istri/ suami, teman terpercaya, atasan atau orang lain dalam organisasi (jika hal ini tidak mengandung risiko akan merusak karier seseorang). Bila perlu, sarankan minta nasihat professional ; Tawarkan kesempatan mempelajari teknik dan teknologi terbaru dalam bidangnya atau bidang terkait, dan bidang tanggung jawab potensial ; Bantu manajer itu menetapkan sasaran ambisius pribadi dan profesional dan usahakan pencapaiannya; tekankan pentingnya kreativitas, inovasi, perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, komunikasi, evaluasi dan pengembangan staf ; Bantu manajer itu menetapkan sasaran ambisius bagi stafnya dan usahakan pencapaiannya; tekankan pentingnya pengakuan akan kebutuhan individu, ambisi dan kemungkinan terjadinya kelesuan ; Beri semangat kepada manajer untuk mengubah atau memodifikasi kebiasaan dan pola kerjanya, untuk menjadwalkan topik, masalah dan pertemuan yang menarik diantara pekerjaan rutin sehari-hari supaya hari kerja menjadi menarik; untuk belajar mengenali masalah penting dan menangani hal yang remeh sambil lalu saja; Bantulah manajer mempraktekkan manajemen waktu dan manajemen dibawah ketegangan, dengan menyadari bahwa sasaran manajemen waktu supaya dapat menyediakan waktu lebih banyak bagi usaha lebih penting; Pada saat tertentu, anjurkan menggunakan waktu makan siang untuk bersantai.

Sejak masuk taman kanak-kanak sampai tamat perguruan tinggi, dari hari pertama memasuki suatu organisasi sampai hari terakhir, kita seharusnya menerapkan standar tinggi. Apapun kedudukan seorang individu, didalam organisasi harus dikembangkan susunannya, lingkungan dan perhatian yang menyemangati, menuntut dan menghargai usaha terbaik individu itu. Kita harus membantu individu menyediakan kesempatan, tantangan, sumber dana, pelatihan, insentif dan penghargaan tetapi sasarannya harus selalu konsisten, yaitu performa tinggi. Kita harus memberi tekanan pada bakat, kegairahan kerja dan kerja keras, serta usaha mencapai hasil istimewa. Kita harus selalu berusaha memperbaiki kemampuan dan kepuasan setiap individu. Disamping pengetahuan teknis, eksekutif yang berhasil perlu mempunyai wibawa dan keterampilan bergaul, gigih, empati dan penuh semangat. Sebagai manajer kita berhak prihatin tentang keberhasilan dan kemakmuran bagi airi sendiri dan semua orang yang membantu organisasi mencapai tujuannya. Tetapi, manusia memerlukan lebih daripada hanya makan dan konsumsi berlebihan. Semakin lama, disamping kepuasan dan produktivitas sebagai aspek penting dari motivasi, kini “pendapatan psikis” menjadi semakin penting. Yang dimaksud adalah pengakuan, tantangan, pengetahuan, pertumbuhan, pemanfaatan maksimal kemampuan seseorang, standar yang tinggi, perasaan mengemban tugas, penyelesaian tugas dengan baik dan usaha sebagai tim. Pendapatan seperti itu dapat direalisasikan melalui perhatian organisasi dan penekanan pada kebutuhan dan aspirasi manusia. Manajemen yang baik dapat menggairahkan dan memberi stimulasi. Tugas manajerial harus ditangani dengan semangat. Sebagai manajer kita cenderung bersikap terlalu tenang, dingin dan menahan diri. Hal ini memang penting, namun demikian kita perlu lebih berapi-api, gairah dan melibatkan diri dalam usaha mencapai sasaran. Manajemen yang berhasil merupakan paduan pengetahuan dan seni. Eksekutif yang berhasil mengombinasikan beberapa ciri wiraniaga, pelamun, artis, perencana, filosof, pengacara, pendeta, prajurit dan diplomat. Dia adalah bos , kawan sekerja, kawan seangkatan, bawahan, pelajar, guru, penasihat dan tokoh sekaligus. Tantangan bagi para eksekutif di tingkat manapun adalah menggapai sesuatu diluar jangkauan mereka, berusaha sesempurna mungkin, menetapkan sasaran ambisius dan menantang bagi diri sendiri, unit bisnis dan organisasi mereka. Sikap asal bapak senang dan menerima apa adanya harus diganti dengan ketidakpuasan yang sehat dan tantangan terhadap status quo. Hasilnya dapat diluar dugaan. Organisasi dengan manajemen baik yang memperhatikan hasil optimal maupun kepuasan kerja dan pertumbuhan pribadi bagi stafnya, merupakan contoh ilmu dan seni manajemen. Organisasi yang gagal menangani masalah akibat kelesuan manajerial yang menimpa individu di dalam organisasi, gagal pula memaksimalkan efektivitas dan kontribusi sumber paling berharga: yaitu individu yang berbakat. Sebaliknya si individu yang tidak memandang secara obyektif pada kemungkinan ia menjadi korban kelesuan manajerial, akhirnya terkurung dengan performa dibawah potensi dan perasaan tidak menunaikan tugas. Sasaran yang ditetapkan memang berat dan memerlukan usaha terbaik yang dapat kita berikan, baik sebagai individu maupun anggota organisasi. Kita memerlukan kegairahan baru agar dapat berhasil agar organisasi kita khususnya menjadi lebih produktif, menantang dan memuaskan. Kita perlu menggarisbawahi sikap baru yang tidak hanya melibatkan efektivitas dan efisiensi baru, tetapi juga ilmu pengetahuan, pertumbuhan, kebanggaan, kemajuan, maksud dan mementingkan kualitas, keterampilan kerja serta standar tinggi produksi dan pelayanan.

Advertisement

Incoming search terms:

  • tindakan manajerial
  • tindakan manager
  • apa yabg dimaksud dengab tindakan manajerial
  • apa yang dimaksud dengan tindakan manajerial
  • pengertian tindakan manajerial
  • tindakan manajerial adalah
  • tindakan yang efektif bagi menejer

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tindakan manajerial
  • tindakan manager
  • apa yabg dimaksud dengab tindakan manajerial
  • apa yang dimaksud dengan tindakan manajerial
  • pengertian tindakan manajerial
  • tindakan manajerial adalah
  • tindakan yang efektif bagi menejer