Advertisement

ANGGREK merupakan nama umum anggota suku anggrek-anggrekan atau Orchidaceae. Tanaman ini disenangi orang karena keindahan bunganya yang mempesona. Para ahli memperkirakan terdapat sekitar 15.000—20.000 jenis anggrek yang telah dikenal dunia ilmu dan sekitar seperlimanya lagi yang belum mempunyai nama ilmiah. Karena anggrek mudah dikawin- silangkan, jumlah jenis anggrek silang amat banyak; diperkirakan saat ini ada sekitar 25.000, yang aiami maupun yang buatan.

Anggrek tumbuh tersebar hampir di seluruh tempat di bumi, kecuali di tempat yang sangat kering atau dingin sekali. Sebagian besar anggrek tumbuh di daerah tropik basah, menempel pada pohon-pohonan, dan sebagian lagi di tanah. Anggrek terdapat di daerah pantai sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 4.300 meter, di daerah kering berpasir sampai daerah rawa, di daerah yang teduh di hutan-hutan sampai tempat terbuka di puncak pohon.

Advertisement

Walaupun dapat tumbuh hampir di seluruh tempat permukaan bumi, anggrek lebih menyukai daerah panas dan lembap, dengan ketinggian kurang dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, Indonesia yang daerahnya bergunung-gunung dan terletak di daerah tropik, dengan curah hujan yang tinggi, cukup kaya akan jenis-jenis anggrek. Ditaksir, di Indonesia terdapat sekitar 5.000 jenis anggrek.

Meskipun jenisnya demikian banyak, tidak ada satu pun yang bersifat parasit. Ada beberapa jenis yang tidak mempunyai hijau daun, sehingga untuk melangsungkan hidupnya mutlak harus bersimbiosis dengan jamur endomikoriza.

Sebagian besar anggrek hidup secara epifit, yaitu tumbuh menumpang pada batang atau cabang pepohonan. Akarnya digunakan untuk menempelkan diri pada tempat tumbuhnya, untuk menyerap hara. Anggrek juga memiliki akar udara yang berguna untuk menyerap air dari udara; akar ini dapat berfotosintesis karena mengandung butir hijau daun. Selain itu, banyak anggrek yang memiliki umbi semu pada batang atau pangkal daun, yang berfungsi menyimpan air dan zat hara.

Pola tumbuh anggrek ada dua macam, yaitu secara monopodium (dengan batang utama tumbuh terus dan perbungaan tumbuh sebagai cabang samping, misalnya Vanda, Phalaenopsis), dan secara simpodium (batang utama tersusun oleh ruas-ruas tahunan yang masing-masing dimulai dengan daun si sik dan berakhir dengan setangkai perbungaan; ba tang utama baru muncul dari dasar batang utama sebelumnya, misalnya Dendrobium, Catlleya).

Karena anggrek merupakan kelompok yang sangat besar, sifatnya pun amat beraneka ragam. Ukuran tubuhnya bermacam-macam; yang terkecil ialah Bulbo- phyllum odoardi, yang panjang umbi semu dan daunnya hanya sekitar 5 milimeter, dan garis tengah bunganya hanya beberapa milimeter. Yang terbesar ialah Grammatophyllum speciosum yang batangnya dapat lebih dari 3 meter dengan tebal sekitar 5 sentimeter

panjang daunnya 50— 60 sentimeter dan lebarnya sekitar 3 sentimeter dengan bunga yang panjangnya 2 meter atau lebih. Ukuran kuntum bunganya ada yang hanya sebesar kepala peniti, tetapi ada pula yang hampir selebar telapak tangan.

Pada dasarnya bunga anggrek terdiri atas tiga daun opak dan tiga daun mahkota. Satu dari yang terakhir ini biasa disebut “bibir”; bentuknya sangat lain dengan daun-daun bunga lainnya. Di tengah-tengah bunga ini terdapat “benang sari”. Sekitar 99 persen anggrek hanya mempunyai satu benang sari (lainnya, dua atau tiga benang sari) yang selalu menyatu pada putik dan membentuk suatu “tugu”. Bagian ini merupakan tanda khas utama pada anggrek; tidak ada bunga lain yang mempunyai struktur seperti ini. Serbuk sarinya menyatu menjadi suatu gumpalan yang lisebut polinia.

Bentuk, ukuran, warna dan bau bunga anggrek cocok untuk penyerbukan oleh berbagai macam serangga, bergantung jenis anggreknya. Karena penyesuaian yang ketat itu, di alam bebas agak jarang terjadi persilangan; sebab susunan bunga suatu jenis anggrek sudah diselaraskan dengan jenis serangga penyerbukan untuk suatu mekanisme yang khusus.

Jenis-jenis anggrek yang bentuk dan warna bunganya menarik telah lama dibudidayakan. Kreativitas pemelihara anggrek tersebut banyak menghasilkan sehingga tercipta bermacam bentuk dan warna- urna bunga baru yang lebih menarik. Memang, salah satu keistimewaan anggrek adalah sangat mudahnya terjadi persilangan antar jenis baik secara alami maupun buatan. Tidak ada suku tumbuhan lain yang menghasilkan silangan sebanyak pada anggrek; malahan kalau semua silangan dari seluruh tumbuhan disatukan, jumlahnya masih kalah dibandingkan silangan-silangan anggrek.

Selain persilangan dalam satu marga, anggrek silang juga dapat dihasilkan dari marga yang berlainan. Selanjutnya silangan dalam suku dapat terjadi antar marga hasil silangan itu, sehingga dSpat dihasilkan anggrek dari empat jenis yang saling bersilangan sekaligus. Marga silangan Polinara, misalnya, merupakan hasil persilangan jenis-jenis Brassavola, Laelia, Catlleya dan Sophronitis. Proses persilangan seperti ini sangat mengherankan para ahli tumbuh- tumbuhan, sehingga timbul pertanyaan, “Apakah suku anggrek-anggrekan ini sedang dalam suatu proses evolusi yang berlangsung dengan cepat?”

Buah yang terjadi-dari hasil penyerbukan bila masak akan merekah dalam tiga belahan; biji akan keluar dari celah yang terjadi. Pemencaran biji anggrek terutama dilakukan oleh angin karena biji tersebut sangat kecil. Berat sebutir biji anggrek Dendrobium attenuatum hanyalah 0,005 miligram. Biji itu hanya terdiri atas lembaga saja, tidak mempunyai cadangan makanan, sehingga tidak dapat tumbuh menjadi tanaman baru bila tidak bersimbiosis dengan jamur endomikoriza. Jamur inilah yang akan menyediakan makanan bagi biji yang sedang berkecambah nantinya.

Perbanyakan anggrek dapat dilakukan dengan cara Bila terdapat gangguan hama dan penyakit, tumbuhan ini perlu disemprot dengan pestisida. Bila tumbuh terlalu padat, dilakukan pemisahan dan penanaman ulang, terutama pada tanaman pot. Selain itu, penanaman ulang ini berguna untuk penyegaran kembali media pertumbuhannya.

Ada beberapa negara yang menuangkan rasa bangganya terhadap anggrek dengan mengangkatnya sebagai bunga nasionalnya. Cattleya skinneri. misalnya, adalah bunga nasional Brasilia, dan Lycaste virginalis mewakili Guatemala. Beberapa negara bagian juga memilih anggrek sebagai lambangnya antara lain Cypripedium reginae untuk Minnesota dan Dendrobium phalaenopsis untuk Queensland. Singapura secara resmi telah menyatakan anggrek jenis silangan Vanda Miss Joaquim sebagai bunga nasionalnya; di Indonesia, anggrek bulan Phalaenopsis amabUis pernah diusulkan sebagai bunga nasional Indonesia.

Selain pesan bunganya, bagian lain dari anggrek juga berguna. Vanilla adalah jenis anggrek yang menghasilkan vanili, bahan ramuan penyegar minuman yang sangat penting. Di beberapa daerah kulit batang anggrek dijadikan bahan anyaman, bijinya dipakai sebagai bedak bayi, daunnya dimakan sebagai lalap atau sebagai ramuan jamu tradisional.

Incoming search terms:

  • pengertian bunga anggrek
  • definisi anggrek
  • bulb bunga apa itu
  • klasifikasi anggrek pegu
  • pengertian anggrek
  • pengertian vanda silangan

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian bunga anggrek
  • definisi anggrek
  • bulb bunga apa itu
  • klasifikasi anggrek pegu
  • pengertian anggrek
  • pengertian vanda silangan