Advertisement

Sebagian orang cenderung menutupi kekurangan dan keterbatasannya, hingga akhirnya kekurangan itu tersingkap dan ia akan memperrlihatkan reaksi kesalahannya. Hidup seperti ini tidak akan membuat kita bahagia. Sebaliknya, kita perlu lebih memahami diri sendiri, mengenal kelebihan dan kekurangan, serta mengakuinya.

Rasa tidak nyaman saat kekurangan kita diketahui oleh orang lain bisa mendasari timbulnya perilaku defensif seperti marah, tidak menerima, malu, terluka, dan menyalahkan orang lain.  Kita punya kebutuhan untuk diterima dan diakui lingkungan sekitar. Dalam budaya dan lingkungan yang mementingkan citra serta penampilan, kebanyakan orang sangat sulit untuk tampil apa adanya. Mereka tidak mau terlihat lemah dan tidak berdaya. Itu sebabnya, umpan balik negatif paling tepat diberikan secara personal, bukan di depan orang lain ataupun di forum. Berubah menjadi sosok yang terbuka terhadap kekurangan dan anak-anak atau remaja. Terlebih, orang yang sudah puluhan tahun merasa rendah diri dan pasif, perlu usaha sangat keras untuk dapat menerima diri sendiri dan asertif akan kebutuhannya.

Advertisement

Namun, ini bukanlah hal yang mustahil dicapai. “Buatlah daftar pribadi, tuliskan kekurangan dan cara-cara mengatasinya,” sarannya lagi. Selain itu, berlatihlah untuk bicara tegas dan banyaklah berinteraksi dengan orang-orang yang menerima kita apa adanya dan menujukkan dukungan. Jika diperlukan, Anda dapat minta pertolongan profesional, seperti dari psikolog, terapis, atau trainer.

Incoming search terms:

  • keterbatasan diri
  • keterbatasan diri sendiri
  • kterbatasan diri
  • Menerima keterbatasan manusia

Advertisement
Filed under : Bikers Health, tags:

Incoming search terms:

  • keterbatasan diri
  • keterbatasan diri sendiri
  • kterbatasan diri
  • Menerima keterbatasan manusia