Advertisement

TIPS MENGAJARKAN KEBIJAKSANAAN PADA ANAK – Kebijaksanaan adalan seni untuk melaksanakan kehidupan yang berhasil secara baik. Melalui kebijaksanaan, manusia mendapatkan terang yang membuat dirinya memahami apa yang dilihat. Keutama­an kebijaksanaan memungkinkan manusia mampu membuat keputus- an yang tepat di bidang spiritual, estetis, moral, legislatif dan ilmiah. Ketaksanaan membimbing manusia untuk mengatur dan menjalan­kan urusan-urusan rutin setiap hari, entah dalam keluarga atau di tempat kerja. Seorang anak pun dapat dilatih untuk semakin bijaksa­na dalam keluarga, di sekolah dan dalam masyarakat. Orang yang bijaksana adalah orang yang mampu melihat dari pelbagai segi, mampu mengambi yang tepat dan akhirnya berani bertindak secara nyata. Jadi dalam suatu persoalan atau kasus, terdapat tiga hal, yaitu : obyek masalah, maksud perbuatan dan lingkungannya. Tiga hal ini harus benar dan baik secara bersama-sama. Misalnya, dari jam 07.00 pagi sampai jam 12.00 siang, anak belajar di sekolah, bersama guru dan kawan-kawannya pada hari sekolah dengan tujuan agar anak menjadi orang pandai. Guru mengajar di depan kelas dan murid- muridnya mendengarkan pelajaran sambil mencatat. Kelihatannya, segala unsur dinilai baik dan tepat. Oleh karena itu, tindakan ini adalah tindakan yang bijaksana.

Tetapi, kalau pada hari sekolah, dari jam 07.00 sampai jam 12.00, anak tidak pergi ke sekolah tetapi pergi ke Ancol, membawa buku, belajar bersama seorang kawan di sana. Tindakan ini tidak bijaksana karena salah satu unsurnya adalah tidak baik, yaitu tempat yang tidak tepat (bukan di sekolah tetapi di Ancol). Jadi kalau salah satu unsur (apa, mengapa, siapa, di mana, bilamana, bagaimana) tidak benar dan tidak tepat maka tindakan tersebut tidak bijaksana. Kecuali enam unsur di atas (apa, .mengapa, siapa, di mana, bila­mana dan bagaimana), supaya lebih bijaksana lagi, manusia harus mempertimbangkan kemungkinan alternatif dari keputusannya, mempertimbangkan konsekuensinya, apa dampak tindakan tersebut kepada orang lain dan menanyakan pendapat orang lain tentang tindakan atau keputusan tersebut.

Advertisement

Advertisement