Advertisement

TIPS MENGENALKAN ANAK PADA SENI DAN KEINDAHAN – Nilai keindahan dapat dimekarkan pada diri anak dalam keluarga. Anak tidak perlu harus mengikuti kursus khusus di bidang seni seperti seni musik, tari, pahat, gambar, sastra, dan drama. Pendidikan nilai keindahan dalam keluarga bertujuan agar anak mampu menghar­gai dan menikmati atau mengapresiasi karya seni. Anak belum didi­dik untuk menjadi seniman terkenal atau ahli seni. Sejak kecil anak sudah dapat dibiasakan dengan bernyanyi, berdeklamasi, berceritera, menari dan melukis. Dalam kelompok bermain, anak bersama dengan kawannya mengucapkan sanjak dan berceritera. Karena itu orangtua harus membiasakan anaknya untuk bermain dalam kelompok. Banyak orangtua melarang supaya tidak bergaul dengan anak tetangga. Mereka mengurung anaknya dalam tembok pagar yang tinggi dan dijaga oleh anjing herder. Dari anak yang sejak kecil kurang bergaul, tidak mungkin diharapkan memiliki citarasa yang tinggi akan keindahan. Kalau hanya menikmati nyanyian dari radio atau tivi saja maka anak hanya menjadi konsumen-pasif tetapi tidak terlibat aktif. Dalam kelompok bermain, citarasa akan keindahan menjadi konkrit dan aktif.

Kebiasaan anak untuk membaca buku ceritera dongeng atau ceritera rakyat sangat dianjurkan. Selain anak menikmati unsur kein­dahan maka melalui dongeng, anak terlatih menangkap apa yang ter­sirat di balik yang tersurat. Melalui kisah lambang, anak memahami makna kehidupan. Pelajaran moral tentang baik dan buruk dapat dimekarkan pada anak melalui ceritera dongeng binatang, ceritera pahlawan- perumpamaan, pepatah dan paAtun. Melalui ceriterat anak belajar tentang kebijaksanaan hidup.

Advertisement

Karena terbiasa bernyanyi dengan kawan-kawannya, seorang anak sejak kecil sudah mengenal dan mengalami melodi, irama dan birama, pukulan keras dan lembut, legato dan stakato. Telinga anak dapat membedakan manakah suara yang merdu dan manakah suara yang sumbang. Anak merasakan harmoni yang serasi. Ia dapat membedakan saat mana harus fortisimo dan saat mana harus pianissimo. Anak mengenal lagu mayor dan lagu minor. Sehingga kelak kalau ia belajar tentang teori musik, ia telah memiliki bekal pengalaman bermusik yang banyak. Teori musik tidak membuat anak menjadi asing dari musik tetapi justru hanya menggarisbawahi pengalamannya bermusik. Pengalaman bermusik dapat diperoleh entah melalui musik klasik atau lagu pop, entah melalui lagu rakyat tradisional atau moderen. Anak dapat dilatih bermain organ atau piano tetapi juga angklung, kolintang dan seruling. Dan akhirnya bermula dari coret-coret di kertas, anak dapat dibimbing untuk meningkatkan pengalaman akan keindahan seni lukis, entah realis atau naturalis, atau juga lukis­an ekspresif. Anak tidak perlu dididik menjadi seorang Affandi, cu­kuplah kalau ia dapat mengapresiasi lukisan Affandi.

Dalam keluarga dan di sekolah, orangtua bersama guru dapat mendidik anak dan siswa untuk berpikir kritis terhadap pengaruh- pengaruh dari paham yang menyesatkan mereka. Dengan demikian anak dan siswa dapat bertumbuh menjadi manusia yang bebas dan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Anak dan siswa dapat menangkap nilai benar, baik, indah dan yang kudus. Sejak kecil anak dilatih untuk mengambil keputusan yang menyangkut hidupnya berdasarkan suara batinnya sendiri.

Advertisement