Advertisement

Berapapun banyaknya perhatian yang dicurahkan pada desain se-buah kemasan, akan tiba saatnya kemasan tersebut perlu diubah, karena tak satupun desain kemasan mampu bertahan terus-menerus. Sebuah kemasan yang kelihatan segar dan menarik suatu ketika akan pudar, dan sedikit terlihat ketinggalan. Manajemen yang bijak akan terus mengkaji ulang pengemasan, berusaha mempertimbangkan perlunya perubahan.
Beberapa alasan sebab merubah desain kemasan yaitu :
1. Turunnya volume penjualan.
2. Pengemasan pesaing yang lebih unggul.
3. Perubahan kecenderungan konsumen.
4. Perubahan sikap konsumen.
5. Perubahan kondisi pasar.
6. Kebijakan pemasaran baru.
7. Perkembangan baru dalam bahan pengemasan.
8. Perkembangan eceran baru.
Suatu perubahan pengemasan hampir selalu baik bagi penjualan, apakah itu disertai dengan perubahan strategi penjualan atau tidak, tetapi tidak perlu dengan perubahan yang radikal. Namun sering dijumpai adanya keengganan para manajemen untuk mengadakan perubahan kemasan karena suatu kemasan telah menjadi suatu bagian terpadu dari suatu merek atau citra perusahaan, terlebih-lebih perombakan yang drastis bisa menjauhkan loyalitas merek, dan memberi kesan pada konsumen bahwa perubahan kemasan menunjukkan perubahan produk. Suatu perubahan yang terlalu radikal bisa membahayakan citra merek secara keseluruhan.
1. Kemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus bagi sebuah produk yang meliputi tiga peringkat bahan yaitu : kemasan dasar, kemasan tambahan, dan kemasan pengiriman.
2. Membuat sebuah kemasan harus memenuhi sejumlah persyaratan antara lain harus praktis, ekonomis, dapat melindungi produk dari kerusakan, kekotoran, kehilangan, dan mempunyai aspek seni.
3. Kemasan ideal harus efektif dalam melindungi isinya, memberikan sumbangan yang realitas pada distribusinya, harus dengan biaya yang efisien, mudah dipegang, mudah dibuka, dan kelihatan bagus.
4. Merencanakan kemasan yang ideal melibatkan 3 unsur penting yaitu rencana pemasaran, desain fungsional, dan desain gratis.
5. Untuk mencapai kemasan yang ideal, seluruh subjek harus dirampungkan dengan cara yang log is dan sistematis, mulai dari rencana pemasaran, penelitian, sampai pengarahan kepada para desainer.
6. Kemasal yang ideal harus dapat menjawab beberapa pertanyaan kunci seperti : peran apa yang dimainkan oleh kemasan dalam rencana pemasaran, tipe apa yang paling ekonomis dan sesuai dengan lingkungan, bentuk seperti apa yang paling sesuai, warna apa yang akan menghasilkan dampak maksimal.
7. Produsen/pengusaha yang ingin mengembangkan dan menciptakan bentuk kemasan baru sebaiknya ada kerjasama yang erat antara pemakai kemasan dan pembuat kemasan.
8. Dalam membuat kemasan pro-dusen/pengusaha harus lebih memperhatikan dampak lingkungan yang terjadi di masyarakat dan segera mengambil keputusan untuk mengantisipasi agar tidak merugikan masyarakat umumnya dan konsumen khususnya.

Incoming search terms:

  • mengapa perlu pengubahan desain kemasan

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • mengapa perlu pengubahan desain kemasan