Advertisement

Berikut ini akan disebutkan beberapa tokoh penting dalam teori etika.

1. Demokritos menganggap kesenangan sebagai patokan penilaian. Penilaian terhadap kesenangan dan rasa sakit merupakan cara penentuan baik dan buruk.

Advertisement

2. Sokrates beranggapan, menderita selalu lebih baik daripada berbuat jahat. Dengan begitu ia mengajukan suatu pandangan yang tidak melihat akibat-akibat tetapi prinsip batin. Dalam pada itu kesenangan merupakan salah satu komponennya.

3. Plato memandang yang baik sebagai suatu forma eternal yang harus direalisir dalam kehidupan manusia.

4. Bagi Aristoteles, tujuan kehidupan ialah kebahagiaan atau eudaimonia (kesejahteraan, kesentosaan). Kebajikan dapat ditemukan dengan mencari Jalan Tengah Emas (Via Media Aura).

5. Agustinus meletakkan prinsip kebahagiaan dalam konteks universal, dengan mengambil bagian pada kesempurnaan Allah.

6. Thomas Aquinas mengikuti Aristoteles dan Agustinus, seraya memperkenalkan sebuah motif hukum kodrat (lex naturalis).

7. William Ockham mendasarkan semua etika pada kehendak Allah. Perintah atau larangan ilahi yang menentuka kebenaran atau kesalahan suatu tindakan.

8. David Hume dipengaruhi oleh Teori Mural Sense dari Hutcheson. Dia menggabungkan unsur simpati dalam manusia dengan ide-ide hedonisme, dan utilitas (kegunaan). Denga begitu ia menjembatani kaum Teori Mora/ Sense dan kaurfl Utilitarian.

9. Kant membangun teorinya berdasarkan prinsip yang muncul dari ide hukum, dan menuju imperatif kategoris dan praktis.

10. Bentham pendiri Utilitarianisme. Baginya, tujuan yang hams dicapai adalah kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar. Hedonisme merupakan cara untuk memahami yang baik Kita diajaknya untuk memperhitungkan keseimbangan kesenangan dan penderitaan dalam penyelesaian masalah-masalah etis.

11. Nietzsche beranggapan bahwa tujuan kehidupan adalah kehendak untuk berkuasa, dan ini harus diterjemahkan dalam kesempurnaan yang melebihi dimensi-dimensi biast kebaikan dan keburukan.

12. G.E. Moore memandang yang baik sebagai suatu sifat yar; sederhana, yang tidak dapat didefinisikan dengan istilah-istilah yang bukan etis. Pandangan ini disebut Intuisionisitf Htis. Prichard menghubungkan Intuisionisme lie is dengan ide kewajiban.

13. WD. Ross membedakan yang benar dari yang baik d® mengelaborasikan (menguraikan, mengulas) konsep kewajiban prima facie.

14. A.J. Ayer memandang dasar keputusan etis sebagai bersifat emotif dan bukan faktual.

15. Stevenson berpendapat bahwa keputusan-keputusan etis merupakan campuran makna deskriptif dan emotif. Akan tetaf segi yang paling dasar dari keputusan itu adalah eksprr emosinya. Karena itu, ketidaksepakatan etis pada dasam merupakan ketidaksepakatan tentang sikap, dan bukan mengenai fakta.

16. Sartre mengidentikkan yang etis dengan pilihan autentik.

Incoming search terms:

  • tokoh etika
  • Beberapa tokoh penting dalam teori etika
  • menurut agustinus arti meletakan prinsip kebahagiaan dalam konteks universal dengan mengambil bagian pada kesempurnaan allah
  • menurut wiliam ockham arti mendasarkan semua etika pada kehendak allah perintah atau larangan ilahilah yang mentukan kebenaran atau kesalahan suatu tindakan
  • pengertian kesenangan dan kesentosaan
  • tokoh etika dasar
  • tokoh penting etika adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tokoh etika
  • Beberapa tokoh penting dalam teori etika
  • menurut agustinus arti meletakan prinsip kebahagiaan dalam konteks universal dengan mengambil bagian pada kesempurnaan allah
  • menurut wiliam ockham arti mendasarkan semua etika pada kehendak allah perintah atau larangan ilahilah yang mentukan kebenaran atau kesalahan suatu tindakan
  • pengertian kesenangan dan kesentosaan
  • tokoh etika dasar
  • tokoh penting etika adalah