Toleransi dalam Masyarakat Modern

Keharusan toleransi dalam masyarakat modern memiliki landasan yang kuat yaitu konsep mengenai kebebasan pribadi — pribadi yang memiliki kebebasan berdasarkan insight pribadi, pribadi yang menilai bagi dirinya sendiri masalah-masalah kebenaran dan kesalahan, pribadi yang memberi penilaian tentang apa yang baik dan buruk secara moral.

Keharusan toleransi juga dilandasi fakta yang tidak dapat dipungkiri tentang kemampuan yang universal dari manusia untuk keliru, bukan hanya secara pribadi, melainkan juga secara kolektif. Maka toleransi dituntut oleh logika intern dari pengertian kita mengenai keadilan. Keadilan menuntut agar setiap orang menerima apa yang merupakan haknya. Hak ini bukanlah hak untuk keliru, melainkan hak dari pribadi yang keliru atau hak dari pribadi yang dalam pandangan orang lain keliru.

Tidap pantas memeluk kekeliruan yang diketahui sebagai kekeliruan. Tetapi manusia sungguh-sungguh mempunyai hak untuk memiliki keyakinan-keyakinan sendiri yang bersumber dari pengalamannya, dan dalam situasi ini terkadang kekeliruan harus dihargai.

Dari sudut epistemologis/metafisik, toleransi tidak hanya mendapat landasan pada kemampuan universal manusia untuk keliru, tetapi juga oleh konsep kebenaran sendiri yang ternyata multi- wajah, multi-ekspresi.

Tentu saja toleransi mempunyai batas, yaitu kalau prinsip toleransi itu sendiri diserang secara langsung. Prinsip toleransi mengakui hak pribadi untuk bertindak sesuai hak-haknya sendiri. Hak- hak pribadi bukan tidak terbatas melainkan dibatasi oleh hak-hak dari pribadi lain.