Advertisement

Tujuan pendidikan Islam adalah mengembangkan pertumbuhan rohani dan jasmani anak didik secara total dan seimbang untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Atas dasar tujuan penciptaan manusia dan tujuan hidup manusia itu, maka Tuhan merespon atau memberi jawaban dengan suatu tingkatan keimanan tertinggi yaitu taqwa yang harus dicapai manusia. Lebih lanjut secara sederhana taqwa dapat dikatakan sebagai upaya maksimal dan optimal seorang hamba untuk menjalankan secara patuh segala perintahnya dan menjauhi serta meninggalkan larangan Nya. Dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhkan laranganNya, maka kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat yang saling terkait dapat tercapai. Kebahagiaan dunia dicapai dengan kebahagiaan akhirat dan sebaliknya kebahagiaan akhirat dicapai dengan kebahagiaan dunia. Secara singkat kebahagiaan dapat diartikan dengan suatu kondisi terdapatnya keseimbangan perkembangan rohani dan jasmani. Sejajar dengan tujuan pendidikan Islam tersebut, maka dapat disebutkan bahwa tujuan pendidikan yaitu mengemba ngkan pertumbuhan rohani dan jasmani manusia agar tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat dengan corak khas yaitu dampak esensi terhadap masyarakat nya dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya bahwa tujuan akhir pendidikan Islam adalah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat yang merupakan manifestasi dari penyerahan diri kepada Allah yang pada tingkat tertinggi disebut taqwa. Tujuan penciptaan manusia secara umum di muka bumi ini adalah mengabdi dan menyerahkan diri secara total kepada Allah dan mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Penyerahan diri kepada Allah dan mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat dapat dituangkan ke dalam suatu istilah yaitu liqa, berjumpa atau melihat wajah Allah.  Pada satu sisi liqa berarti melihat wajah Allah di akhirat nanti, sebaliknya di sisi lain berjumpa dengan Allah telah terjadi di dunia. Bertemu dengan Tuhan di dunia di artikan sebagai rahmat, karunia, nikmat Allah yang diperoleh manusia selama hidup di dunia. Jika kedua pendapat disinergikan maka perjumpaan {liqa) dengan Allah dapat diartikan dengan semua rahmat, karunia, nikmat yang diberikan Allah kepada manusia selama hidup baik di dunia dan maupun di akhirat kelak. Kedua pengertian itu bernuansa dinamis artinya agar setiap ummat Islam dapat melakukan perbuatan baik dan meninggalkan hal yang tidak baik. Setiap perbuatan baik dirahmati Allah, oleh karena itu motivasi melakukan kebaikan sangat tinggi dalam agama Islam. Belajar dalam hal ini merupakan suatu perbuatan baik yang di rahmat Allah demi kebahagian bukan hanya di dunia saja tetapi di akhirat kelak juga.

Materi Pendidikan Islam. Materi apa yang harus dipelajari dan dari mana pelajaran itu dimulai, daiam Al-Quran Tuhan berfirman: “Katakanlah: Allah itu Esa, Allah tempat meminta, tiada beranak dan tiada diperanakkan, dan tiada pula yang serupa dengan Nya”. (surat Al-ikhlas ;QS. 112 : 1-4). Dari ayat tersebut terdapat suatu pengertian bahwa Allah itu Maha Esa dan hanya Allah merupakan Penguasa Tunggal; la sebagai Pencipte, Pemelihara dan Tempat Meminta, segala sesuatu berasal dari – Nya dan kembali kepadaNya. Hal ini berarti bahwa segala ilmu yang ada di alam ini merupakan suatu kesatuan karena ilmu tersebut adalah milik Yang Satu yaitu Allah SWT. Oleh karena penemuan manusia yang terbatas dan spekulatif maka ilmu di kotak-kotak ke dalam bentuk yang berbeda, malah sebaliknya semua ilmu yang terkandung di alam ini merupakan satu kesatuan dan terkait dengan nilai-nilai ketauhidan yang Maha Satu. Ilmu itu bisa diperoleh menurut hadits riwayat Bukhari Muslim: “Sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada mudhghah, apabila ia baik, baiklah seluruh tubuh, apabila ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ingatlah, ia adalah hati” Hadis ini menjelaskan bahwa hati atau qalbu merupakan faktor penentu atas manusia, apakah ia akan menjadi baik atau sebaliknya. Oleh karena itu qalbu haruslah dipelihara sebagaimana jiwa di dalam tubuh manusia. Jiwa yang suci terletak di dalam di dalam qalbu yang suci juga. Membina jiwa yang suci harus dilakukan seumur hidup, sebaliknya perkawinan yang tidak sah akan membuat kehidupan keluarga menjadi kotor sepanjang hayat, dan ini pasti akan mempengaruhi keturunan.

Advertisement

Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam pandang an Islam pendidikan telah harus dimulai jauh sebelum perkawinan, bukan hanya sebelum kelahiran sebagai mana pendapat yang umum, kemudian akan berakhir pada saat seseorang meninggal dunia. Sebagaimana Tuhan berfirman: “Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian” (surat Al-Ikhlas ayat 1-4; QS. 15 : 99). Ayat ini diperkuat lagi oleh hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Abdil Bar: “Ajarilah orang yang hampir mati, tidak ada Tuhan melainkan Allah”. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan dalam Islam dimulai dari sebelum kelahiran bayi yaitu saat pernikahan kedua orang tuanya berlangsung dan akan berakhir pada saat kematian. Hal ini mencerminkan dalam agama Islam bahwa belajar dan menuntut ilmu berlangsung sepanjang hayat. Islam juga berbicara tentang pemaksimalan poten si fungsi kerja otak, hal ini terkait dengan besarnya beban yang diberikan kepada otak. Firman Tuhan dalam al Quran, surat Al Baqarah ayat 286 menyebutkan bahwa: Tuhan tidak membebani hambaNya melainkan sesuai dengan kesanggupan. Ayat ini mengandung pesan Tuhan yang berbentuk besarnya kekuatan atau kesanggupan otak untuk berfungsi secara maksimal.

Incoming search terms:

  • dunia akhirat satu kesatuan
  • tujuan pendidikan kebahagiaan dunia akhirat

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • dunia akhirat satu kesatuan
  • tujuan pendidikan kebahagiaan dunia akhirat