Advertisement

Dalam suatu ekosistem tumbuhan memegang peranan penting. Tumbuhan sebagai produsen merupakan penghasil energi yang sangat besar, umumnya terdiri dari organisme autotrof. Beberapa jenis bakteri, algae dan semua tumbuhan hijau yang berklorofil merupakan faktor yang menentukan keadaan keseimbangan dan kestabilan suatu ekosistem sehingga produsen dipandang sebagai ekivalen-ekivalen ekologi.
Dalam tubuh produsen tersimpan energi yang besar. Kandungan protoplasma di dalamnya merupakan bahan dasar untuk membentuk senyawa organik lain dalam tubuh. Bahan organik energi tinggi ini dikumpulkan dengan jalan mengubah energi matahari menjadi energi kimia lewat proses fotosintesis, Proses fotosintesis ini selain bergantung pada kadar karbon dioksidan (C02), air (H20), klorofil dan sinar matahari (energi panas) juga dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lain seperti tersedianya unsur-unsur hara, temperatur, kelembaban dan enzimenzim.
Menurut taksiran kira-kira hanya 8% energi matahari yang sampai ke permukaan bumi. Sedangkan energi yang digunakan oleh tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis di seluruh permukaan bumi baik di daratan maupun di lautan hanya kira-kira 2% dari jumlah energi yang tersauia (Villce, 1972). Walaupun demikian kecil energi yang digunakan, tumbuhan darat dan laut setiap tahunnya djperkirakan memproduksi karbohidrat kirakira 200 miliar ton, serta 80% di antaranya diproduksi dalam lautan yang belum banyak dijamah serta dimanfaatkan. Jumlah produksi karbohidrat oleh tumbuhan darat lebih kurang 40 miliar ton setiap tahun, untuk digunakan oleh 5 miliar manusia ditambah hewanhewan lain di permukaan bumi, sehingga krisis kurang makan akan tetap menjadi masalah sepanjang tahun, terutama dalam waktu-waktu yang akan datang. Sebagai contoh harimau sering menangkap ternak penduduk di daerah transmigrasi Sitiung di Sumatera Barat, kawanan gajah yang sering memasuki kebun-kebun penduduk di Sumatera Selatan, burung dan tikus yag memakan tanaman padi petani yang semakin sulit diatasi. Ini semua adalah merupakan peristiwa biasa rebutan makan dari 40 miliar ton yang tersedia untuk semua makhluk hidup sebagai pemiliknya. Kematian ribuan penduduk dan ribuan hewan ternak akibat kekurangan makan di beberapa negara di Afrika dan Asia, ini merupakan petunjuk bahwa jumlah karbohidrat yang 40 miliar ton di daratan tersebut tidak merata tersedia, sehingga produk 160 miliar ton di lautan perlu mendapat perhatian secepatnya. Semua contoh di atas merupakan peristiwa rantai makanan yang kurang sempurna yang menuju kepada ekuivalen-ekuivalen ecologi, sehingga sebagian manusia dan hewan mau tidak mau harus direlakan untuk mati lebih cepat karena kurang amakan.
KONSUMEN
Yang dimaksud dengan konsumen ialah semua jenis organisasi lain kecuali autotrof, yaitu meliputi jenis-jenis hewan, dan mikroorganisme lainnya yang mendapatkan makanan senyawa organik yang dibutuhkannya dari jenis autotrof golongan ini biasa disebut heterotrof.
Di dalam produsen terjadi suatu proses penyusunan bahan organik atau anabolisme (asimilasi) dengan mempergunakan input energi yang diperoleh dari sumber cahaya dan bahan-bahan anorganik. Pada konsumen terjadi proses sebaliknya, yaitu suatu pembongkaran atau katabolisme (disimilasi), energi yang tersimpan tadi dibebaskan kembali untuk mendapatkan energi guna proses kehidupan yang sehari-hari disebut peristiwa pernapasan atau pembakaran atau respirasi dengan reaksi umum sebagai berikut : C6H1206 + 6 02
> 6 C02 + 6 H20 + energi kerja.
Energi yang tersedia digunakan melalui berbagai tingkat konsumen yaitu konsumen tingkat I, konsumen tingkat II, konsumen tingkat III dan seterusnya. Di samping itu masih ada konsumen lain yang tidak kalah penting yaitu parasit, pembersih dan pengurai. Mereka berguna sebagai penunjang guna terbentuknya sambungan yang sempurna dalam rantai makanan. Konsumen tingkat I ialah semua organisme yang makanannya langsung tergantung dari produsen, meliputi semua hewan pemakan tumbuhan (herbivora) seperti kerbau, kambing, tikus, …kelinci dan sebagainya. Konsumen tingkat II adalah termasuk semua jenis hewan yang makanannya tergantung pada konsumen tingkat I. Kelompok ini terdiri dari binatang buas pemakan daging (karnivora) seperti kucing yang memakan tikus, harimau yang memakan kambing, ular yang memakan tikus dan sebagainya. Konsumen tingkat III ialah kelompok yang memperoleh makanannya dari konsumen tingkat II, misalnya buying elang yang memangsa ular dan sebagainya.
Konsumen tingkat I umumnya memakan lebih kurang sepertiga dari jumlah energi yang tersedia oleh produsen, konsumen tingkat II memakan sepertiga dari yang tersedia oleh konsumen tingkat I dan seterusnya. Dengan demikian tidak ada kejadian yang merugikan berakibat fatal oleh konsumen tingkat tinggi terhadap konsumen yang lebih rendah tingkatannya ataupun terhadap produsen se-hingga sistem dapat berlangsung terus.
Selain seperti telah diuraikan di atas ada pula jenis binatang yang memakan baik tumbuhan maupun hewan yang dinamakan omnivora. Beberapa jenis organisme lain ada yang bersifat sebagai pembersih ialah organisme yang dapat memanfaatkan sisa makhluk lain seperti kotoran dan bangkai binatang misalnya kumbang tandung, kumbang kandang, serigala dan sebagainya. Kelopok konsumen lain ialah pengurai, terdiri dari berbagai macam jamur dan mikroba lainnya. Kelompok ini umumnya tidak memiliki alat pencernaan, hidup dari sisa-sisa tumbuhan, hewan mati dan kotoran lainnya. Mereka dapat mengisap zat organik (karbohidrat) dari sampah untuk kelangsungan hidupnya. Dalam peristiwa penguraian ini terjadi proses pembusukan atau fermentasi substratnya. Beberapa contoh di antaranya ialah Dynamoprexis pallas sejenis anggrek kecil di bawah pohon bambu yang berperan untuk membusukkan daundaun bambu yang gugur, Rosellina arquata sejenis cendawan untuk membusukkan pohon kayu yang telah mati di hutan, Volvariella volvacea bacterium yang dapat menguraikan senyawa organik di rawa sehingga terbentuk gas metan.

Incoming search terms:

  • tumbuhan hijau dalam ekosistem memegang peranan sebagai
  • mengapa organisme berklorofil dikatakan sebagai produsen
  • peran tumbuhan hijau dalam rantai makanan
  • jelaskan peran tumbuhan hijau dalam rantai makanan
  • mengapa semua tumbuhan hijau berklorofil disebut sebagai produsen
  • mengapa semua tumbuhan hijau yang berklorofil disebut produsen
  • di suatu ekosistem tumbuhan hijau berperan sebagai
  • tumbuhan yang tidak berperan sebagai produsen
  • kenapa tumbuhan hijau yang berklorofil disebut produsen
  • mengapa semua tumbuhan hijau di sebut produsen

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • tumbuhan hijau dalam ekosistem memegang peranan sebagai
  • mengapa organisme berklorofil dikatakan sebagai produsen
  • peran tumbuhan hijau dalam rantai makanan
  • jelaskan peran tumbuhan hijau dalam rantai makanan
  • mengapa semua tumbuhan hijau berklorofil disebut sebagai produsen
  • mengapa semua tumbuhan hijau yang berklorofil disebut produsen
  • di suatu ekosistem tumbuhan hijau berperan sebagai
  • tumbuhan yang tidak berperan sebagai produsen
  • kenapa tumbuhan hijau yang berklorofil disebut produsen
  • mengapa semua tumbuhan hijau di sebut produsen