APA ARTI PARADIGMA HUMANISTIK DAN EKSISTENSIAL?

277 views

APA ARTI PARADIGMA HUMANISTIK DAN EKSISTENSIAL? – Terapi humanistik dan ekstistensial, seperti halnya terapi psikoanalisis, difokuskan pada pencerahan, berdasarkan asumsi bahwa gangguan perilaku diakibatkan oleh kurangnya pencerahan dan paling baik ditangani dengan meningkatkan kesadaran individu terhadap motivasi dan kebutuhan. Namun, terdapat penggunaan yang kontras antara psikoanalisis dan seluruh derivatnya di satu sisi serta pendekatan humanistik dan eksistensial di sisi lain. Paradigma psikoanalisis berasumsi bahwa ciri khas manusia, id, adalah sesuatu yang membutuhkan pengendalian diri, sosialisasi yang efektif menghendaki ego untuk menjadi perantara antara lingkungan dan impuls-impuls yang pada dasarnya anti- sosial atau, yang terbaik, asosial—yang berakar dari dorongan biologis.

Psikoanalisis juga merupakan sudut pandang deterministik terhadap perilaku, menganggap bahwa semua perilaku disebabkan tekanan-tekanan dari id dan juga pengaruh yang mengantarai ego dan superego. Secara kontras, paradigma humanistik dan eksistensial memberi penekanan yang lebih besar pada kebebasan manusia untuk memilih, menganggap kehendak bebas sebagai karakteristik terpenting manusia. Namun demikian, kehendak bebas ibarat pedang bermata dua, karena tidak hanya memberikan pemenuhan dan kenikmatan, namun juga memberikan ancaman rasa sakit akut dan penderitaan. Ia merupakan anugrah alamiah yang harus digunakan dan yang memerlukan keberanian khusus untuk menggunakannya. Paradigma humanistik dan eksistensial, juga disebut sebagai eksperiensial atau fenomenologis, jarang memfokuskan pada bagaimana masalah-masalah psikologis terjadi. Pengaruh utamanya terletak pada intervensi sehingga pembahasan kita terutama akan berkaitan dengan terapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *