APA ARTI TERAPI PSIKODINAMIKA SINGKAT?

185 views

APA ARTI TERAPI PSIKODINAMIKA SINGKAT? – Walaupun banyak orang berasumsi bahwa pasien biasanya menjalani terapi psikodinamika selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, banyak terapi yang berlangsung kurang dari sepuluh sesi (Garfield, 1978). Sebenarnya, pada awalnya Freud mempertimbangkan psikoanalisis sebagai proses yang relatif berjangka pendek. Dia berpendapat bahwa analis harus berfokus pada masalah spesifik, menjelaskan pada pasien bahwa terapi tidak akan lebih dari jumlah sesi yang telah ditentukan, dan menyusun setiap sesi dengan pola yang mengarahkan. Freud juga membayangkan psikoanalisis yang lebih aktif dan lebih singkat dibanding yang sekarang ini berkembang.

Para pelopor awal dalam psikoterapi modern dengan waktu terbatas, yang disebut terapi singkat (brief therapy), adalah psikoanalis Ferenczi (1952) dan Alexander dan French (1946). Di antara banyak alasan bagi durasi singkat terapi adalah dewasa ini kecil kemungkinannya bagi orang-orang untuk menganggap bahwa penggalian ambisius terhadap masa lalu merupakan cara terbaik untuk menghadapi realitas masa kini—yang merupakan esensi penanganan psikoanalisis klasik. Tentu saja sebagian besar pasien mengharapkan terapi yang cukup singkat dengan sasaran pada masalah¬masalah spesifik dalam kehidupan sehari-hari mereka. Harapan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam merancang bentuk terapi dinamik yang berdurasi lebih singkat.

Berbagai perusahaan asuransi juga berperan dalam mempersingkat durasi penanganan dan dalam mendorong para ahli yang berorientasi analitis untuk mengarahkan ide-idenya dalam terapi singkat. Perusahaan-perusahaan asuransi semakin enggan membayar lebih dari sejumlah tertentu sesi psikoterapi, katakanlah, 25 kali, dalam satu tahun kalender dan juga menetapkan batas jumlah yang dibayarkan (lihat hlm. 804 untuk pembahasan lebih jauh tentang perawatan terarah). Faktor lain yang berperan dalam pertumbuhan terapi singkat adalah tantangan yang dihadapi para profesional kesehatan mental dalam merespons, kondisi gawat darurat psikologis (Koss & Shiang, 1994). Kasus-kasus terkena granat dalam Perang Dunia II memicu penanganan analitis klasik berjangka pendek oleh Grinker dan Spiegel (1944) terhadap gangguan yang sekarang ini disebut gangguan stres pasca¬trauma (hlm. 223). Kontribusi terkait diberikan oleh intervensi krisis yang dilakukan Lindemann (1944) terhadap orang-orang yang selamat dari peristiwa kebakaran vang terkenal di klub malam Coconut Grove pada tahun 1943.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *