Apa Dasar Antipositivisme?

By On Monday, December 11th, 2023 Categories : Uncategorized

Antipositivisme adalah pendekatan filsafat yang menolak pandangan positivisme terhadap sifat pengetahuan dan metode ilmiah. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi dasar-dasar antipositivisme, pemikiran tokoh-tokoh terkemuka dalam aliran ini, serta pengaruhnya dalam berbagai bidang pengetahuan.

Pengertian Antipositivisme

Antipositivisme, pada dasarnya, adalah sikap kritis terhadap prinsip-prinsip positivisme. Jika positivisme menekankan pada pengamatan empiris, pengukuran, dan verifikasi ilmiah, antipositivisme mempertanyakan keabsahan klaim bahwa hanya melalui metode-metode tersebut kita dapat mencapai pengetahuan yang sah.

Menurut arti-definisi-pengertian.info, antipositivisme sering diidentifikasi dengan pendekatan kualitatif, yang lebih menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena daripada pada pengukuran kuantitatif.

Dasar-dasar Antipositivisme

Antipositivisme memiliki dasar-dasar filosofis yang melibatkan perbandingan dengan pandangan positivisme. Salah satu dasar utama antipositivisme adalah keragaman dan kompleksitas realitas yang sulit diukur dan dijelaskan sepenuhnya melalui metode ilmiah positivistik.

Kritik terhadap Reduksionisme

Antipositivisme menentang pendekatan reduksionis yang menganalisis fenomena kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, ok-review.com menjelaskan bahwa dalam bidang ilmu sosial, antipositivisme menekankan pada pemahaman terhadap konteks dan makna di balik fenomena sosial.

Tokoh-tokoh Utama dalam Antipositivisme

Beberapa tokoh filosof terkenal yang mengembangkan pemikiran antipositivistik termasuk Max Weber, Georg Wilhelm Friedrich Hegel, dan Michel Foucault.

Max Weber dan Verstehen

Max Weber, seorang sosiolog dan ekonom Jerman, memainkan peran kunci dalam pengembangan antipositivisme. Konsep Verstehen, atau pemahaman mendalam terhadap tindakan sosial, menjadi dasar bagi pendekatan kualitatif yang menekankan pada interpretasi makna di balik tindakan individu.

Pengaruh Antipositivisme dalam Ilmu Sosial

Antipositivisme memiliki dampak signifikan dalam pengembangan ilmu sosial. Metode-metode penelitian kualitatif seperti studi kasus, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif menjadi lebih dihargai dalam memahami dinamika sosial yang kompleks.

Peran Subjektivitas dalam Penelitian

Antipositivisme menyoroti peran subjektivitas peneliti dalam memahami realitas sosial. Pengaruh ini membuka jalan bagi penelitian yang lebih inklusif dan memperhitungkan berbagai perspektif dalam masyarakat.

Kritik terhadap Antipositivisme

Seperti setiap aliran pemikiran filosofis, antipositivisme juga mendapat kritik. Beberapa menganggap bahwa fokus pada pemahaman kualitatif dapat mengurangi objektivitas penelitian, sementara yang lain meragukan kemampuan antipositivisme untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat diandalkan.

Pentingnya Integrasi Metode

Baca juga: arti-definisi-pengertian.info untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang kritik terhadap antipositivisme dan pentingnya integrasi metode ilmiah dalam mengembangkan pengetahuan yang holistik.

Kesimpulan

Antipositivisme adalah aliran pemikiran filosofis yang memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan ilmu sosial dan humaniora. Dengan menekankan pada kompleksitas dan keragaman realitas, antipositivisme memberikan perspektif yang berharga dalam memahami dunia di sekitar kita.

Apa Dasar Antipositivisme? | ADP | 4.5