ARTI KEMAKMURAN NASIONAL

By On Friday, August 16th, 2013 Categories : Bikers Pintar

national wealth (kemakmuran nasional)

Kemakmuran suatu bangsa terdiri dari berbagai aset yang meliputi modal fisik dan net claim terhadap negara-negara lain. Modal fisik itu sendiri tidak mudah dikuantifikasi. Namun System of National Accounts dari PBB (1968) memberikan petunjuk-petunjuk konvensional untuk mencatat inventarisasi aset-aset fisik. Dalam garis besarnya, kendaraan, pabrik dan mesin, serta bangunan dimasukkan pada nilai pasar- setelah mempertimbangkan depresiasi. Tanah dinilai berdasarkan nilainya sekarang, tetapi tidak mungkin melakukan perhitungan terhadap mineral terpendam (unextractedminerals)atau hasil bumi dan hutan. Barangkali yang paling penting, tidak bisa memberikan penilaian terhadap modal manusia (human capital) yang dimiliki oleh bangsa, meskipun mungkin keterampilan-keterampilan produktif warganya merupakan sumber daya terpenting bagi bangsa tersebut. Estimasi kemakmuran Inggris dapat ditemukan dalam karya Revell (1967) sedangkan untuk Amerika Serikat diungkapkan oleh Goldsmith (1982). Dalam kedua kasus tersebut, disediakan berbagai estimasi statistik tahunan mengenai sejumlah komponen kemakmuran nasional itu.

Dalam usaha mengukur kemakmuran nasional, net claims atas bangsa-bangsa lain mewakili sumber daya riel yang tersedia bagi negara yang bersangkutan, dan karena itu investasi tetap bersih (net fixed investment) dan investasi portofolio harus dihitung bersama dengan cadangan devisa dan berbagai pinjaman kepada negara-negara lain. Tetapi jaringan klaim finansial dalam sebuah negara tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap kemakmuran nasionalnya. Suatu negara tidak dengan sendirinya menjadi lebih kaya karena pemerintahnya meminjam dalam jumlah besar dari sektor swasta (meskipun barangkali ada benarnya bila pemerintah menginvestasikandana pinjaman itu secara lebih produktif dibandingkan sektor swasta). Namun, para penanggung individual dari hutang nasional itu menjadi lebih kaya karena mereka menanggung hutang itu, dan dalam analisis selengkapnya tentang kemakmuran nasional dilakukan pemilahan perekonomian menjadi beberapa sektor institusional. Kemakmuran bagi setiap sektor tidak hanya mencakup aset-aset fisik dan net claim atas ne-gara-negara lain tapi juga net claim atas sektor- sektor ekonomi lainnya. Karena hanya net claim yang dilibatkan, maka jumlah kemakmuran bersih pada setiap sektor institusional akan sama dengan kemakmuran nasional itu, sama halnya dengan pembayaran transfer hams dijadikan bentuk bersih ketika menambahkan pendapatan institusional untuk menghitung pendapatan nasional.

Sebagaimana beberapa aset fisik yang biasa-nya dihilangkan dalam mengestimasi kemakmuran nasional, maka sejumlah klaim finansial pun dihilangkan dalam himpunan estimasi kemakmuran sektoral. Buiter (1983) mengemukakan kerangka akuntansi yang lebih umum yang memasukkan kapitalisasi nilai jaminan sosial dan tunjangan asuransi nasional sebagai liabilitas pemerintah pusat, dan kapitalisasi nilai penerimaan pajak masa depan sebagai suatu aset, meskipun pendekatan semacam ini bisa dikritik karena tarif pajak masa depan bisa berubah, dan sama sekali tidak beralasan untuk mengkapita- iisasi arus-arus ini berdasarkan jalur pajak masa depan dan tingkat pembayarannya.

ARTI KEMAKMURAN NASIONAL | ADP | 4.5