ARTI PENILAIAN KEPRIBADIAN

By On Tuesday, August 20th, 2013 Categories : Bikers Pintar

personality assessment (penilaian kepribadian)

Hanya ada sedikit kesepakatan di antara para psikolog mengenai arti kepribadian. Akan tetapi satu definisi yang mendukung pembahasan masalah ini adalah bahwa kepribadian merupakan kumpulan atribut individu. Karena itu, tugas utama penilaian kepribadian adalah untuk mengukur atribut-atribut ini.

Ada dua pendekatan dasar bagi penilaian kepribadian nomotetis (nomothetic) dan idiografis (idiographic). Pendekatan pertama berkaitan dengan penilaian sifat-sifat yang ditemukan pada tingkat yang kurang lebih sama di antara semua individu; sedangkan pendekatan kedua berusaha menilai hal-hal khusus dalam diri individu. Yang membedakan antara pendekatan nomotetis dengan idiografis adalah metode penilaiannya terhadap kepribadian. Ada tiga metode dasar penilaian kepribadian yang akan dibahas secara terpisah, sekaligus bersama beberapa prosedur yang lebih umum kadang-kadang kurang tepat yang digunakan dalam penilaian kepribadian. Ketiga jenis tes kepribadian tersebut adalah daftar inventori atau kuesioner, teknik proyeksi, dan tes obyektif. Pengukuran yang baik menuntut adanya tes-tes yang mempunyai keandalan tinggi (kemampuan memberi skor yang sama terhadap individu-individu yang melakukan tes ulangan, dan juga memberikan konsistensi internal) dan validitas tinggi (yakni, tes menilai apa yang memang seharusnya dinilai). Selain itu, dalam metode ini memungkinkan untuk menggunakan wawancara, skala peringkat, perbedaan-perbedaan semantik dan not lagu, walaupun semua ini tidak biasa dalam penilaian kepribadian.

Inventaris kepribadian (personality inventories) atau kuesioner terdiri dari berbagai item, frase atau kalimat berkenaan dengan perilaku, di mana subyek harus menjawab, misalnya Ya/Tidak, Benar/Salah, Suka/Tidak suka. Item-item ini diseleksi dengan dua metode. Pertama, penetapan kriteria kunci, item-item diseleksi untuk dapat membedakan suatu kelompok dari kelompok lainnya, misalnya, kelompok penderita schizophrenia dari kelompok normal. Satu tes yang terkenal dan baik ialah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Metode kedua menggunakan analisis faktor untuk menyeleksi item-item tersebut. Analisis faktor adalah suatu teknik statistik yang dapat mengevaluasi dimensi- dimensi yang mendasari berbagai korelasi (dalam hal ini korelasi di antara berbagai item tes). Jadi, satu tes analisis faktor, ipso facto, menilai satu dimensi. Beberapa contoh yang sangat baik dari tes ini ialah kuesioner Faktor Kepribadian Enam- belas (Sixteen Personality Factor-16 PF) dari Cattell, Kuesioner Kepribadian Eysenck (Eysenck Personality Questionnaire – EPQ) dan Inventaris Kepribadian (Personality Inventories) yang dibuat oleh Guilford. Inventaris kepribadian dapat diandalkan dan valid serta telah terbukti sangat bermanfaat sebagai petunjuk dan seleksi dalam psikologi industri dan pendidikan. Dari tes-tes nomotetis ini dua variabel tetap terlihat jelas, yaitu ekstraversi (ekstraversion) dan kecemasan (anxiety).

Teknik-teknik proyeksi pada umumnya mengandung stimuli-ambigu di mana subyek harus relatif bebas dalam menanggapinya. Ada banyak komentar terhadap keandalan dan validitasnya. Pada dasarnya berbagai teknik ini merupakan teknik idiografis tes Rorschach, yang terdiri dari sekumpulan garis-titik (inkblots), barangkali bisa dikatakan sebagai contoh yang paling populer.

Tes-tes obyektif merupakan perkembangan penilaian kepribadian yang terutama berawal dari Cattell. Tes ini didefinisikan sebagai tes yang secara obyektif memberi nilai dan tujuan tes tersebut tidak bisa ditebak, sehingga tes ini sangat bermanfaat dalam proses seleksi. Namun, karena hingga saat ini hanya ada sedikit bukti tentang validitas pengukuran nomotetis ini maka tes ini tentunya hanya berada pada tahap eksperimental. Tes-tes tipikal ialah: alat ukur kegugupan (misalnya sebuah kursi yang mengukur gerakan selama wawancara), tes menggambar garis secara perlahan (slow line drawing test), tes tekanan tulisan tangan ditekan (hand writing pressure test) dan mengukur tiupan balon (balllon-blowing measure).

Akhirnya, skala peringkat dan wawancara serta metode-metode lainnya (seperti yang disebut di atas) biasanya juga terbukti tidak memadai dalam hal keandalan dan validitas. Tes-tes kepribadian jauh lebih disukai, karena memungkinkan kuantifikasi untuk tujuan-tujuan terapan dan penelitian.

Incoming search terms:

  • nomothetic adalah
  • idiographic adalah
  • arti nomotetis
ARTI PENILAIAN KEPRIBADIAN | ADP | 4.5