ARTI POST-MODERNITAS

By On Thursday, August 22nd, 2013 Categories : Bikers Pintar

post-modernity (post-modernitas)

Istilah post-modernitas biasanya merujuk pada suatu modernitas yang sudah sepenuhnya maju yang muncul dalam masyarakat-masyarakat makmur Eropa Barat dan keturunan Eropa pada dekade 1970an. Sebagaimana kondisi sosial dan kultural yang digambarkan oleh berbagai teoritisi, post-modernitas mencakup rentang fenomena yang luas kritik arsitektur atas modernisme dan revalorisasi pastiche daya tarik dalam lingkaran sastra bagi apa yang dipersepsikan sebagai kitsch dalam opera sabun TV, film-film blue Hollywood atau bentuk-bentuk sastra seperti roman tentang misteri pembunuhan kritik sastra yang menekankan otonomi teks dalam kaitan dengan realitas sosial atau pengalaman manusia yang ada di balik teks karakterisasi masyarakat sebagai post- industrial atau post-kapitalis, di mana konsumsi, teknologi elektronik dan representasi masyarakat modem dalam media mendominasi ide bahwa masyarakat modern tidak menjamin eliminasi kelangkaan materi, konflik sosial atau malapetaka ekologis dan pencapaian demokrasi atau kritik ideologi modern yang mengasumsikan universalitas ego, pemikiran dan bahasa ilmiah individu.

Menurut Foster (1985), akan baik sekali jika dibuat pembedaan antara post-modernitas perlawanan, yang mencoba mengritik modernitas dan kondisi sosial serta kultural yang ada, dan post-modernitas yang merayakan suatu tata so-sial baru. Karya-karya Lyotard dan Bauman adalah contoh-contoh dari yang disebut pertama. Lyotard (1986 [1979]) telah mempertanyakan posisi istimewa rasionalisme ilmiah sebagai bentuk dominan dari pengetahuan dalam modernitas. Dalam perspektif ini, bahasa ilmiah pada dasarnya adalah strategi kekuasaan untuk mendapatkan suatu pembagian “realitas” dalam berbagai bidang spesialisasi dan negasi atas bentuk-bentuk lain dari pengetahuan yang ada dalam masyarakat. Lyotard menolak eksistensi hal-hal universal, dan terlebih lagi, validitas universal dari wacana pemikiran Barat. Post-modernitas adalah penerimaan atas diferensiasi kultural yang didasarkan pada eksistensi tipe-tipe pengetahuan yang berbeda. Bauman (1992,1993) melihat post-modernitas sebagai kondisi yang terjadi dengan sendirinya yang didefinisikan dengan ciri-ciri pembedanya sendiri pluralisme, keragaman, kemungkinan dan ambivalensi yang terinsti-tusionalisasi (melawan universalitas, homogenitas, kemonotonan dan kejelasan yang terpostulasi dari kondisi modern). Dia mempostulasikan pluralisme otoritas dan otonomi pelaku yang memungkinkan penerapan pilihan-pilihan etis dan menekankan lagi martabat emosional. Dalam kondisi post-modern, pelaku tidak hanya seorang aktor dan pembuat keputusan, tapi seorang subjek moral.

Jameson (1984; 1985) mempostulasikan suatu pasangan antara kapitalisme yang telah mati dan gagasan post-modernitas. Post-modernitas, tertama dalam seni dan sastra, adalah bentuk dominan kultural yang merayakan masyarakat konsumtif. Kondisi post-modern dicirikan oleh “matinya” subyek otonom dan munculnya fragmentasi suatu cita-cita moral dan kebebasan gerak emosi; fragmentasi kaidah-kaidah dan heterogenitas yang tidak bertalian tanpa suatu norma yang jelas; persepsi nostalgik akan sejarah yang melegitimasi pastiche sebagai bentuk estetika dan konsepsi realitas sebagai reproduksi simulacra melalui kekuatan visual komputer dan media, yang mengakhiri setiap pengertian proyek-proyek kolektif alternatif untuk kelompok-kelompok yang didominasi.

Incoming search terms:

  • pengertian modernitas
  • modernitas
  • postmodernitas
ARTI POST-MODERNITAS | ADP | 4.5