ARTI TEMPAT DAN WILAYAH

By On Tuesday, August 20th, 2013 Categories : Bikers Pintar

place (tempat)

Tempat adalah suatu wilayah di mana orang- orang hidup bersama. Tempat adalah konsep penting dalam analisis geografis. Banyak ilmu sosial modern lebih menekankan teori-teori komposisional ketimbang kontekstual terhadap organisasi dan kehidupan sosial (Thrift 1983): masyarakat digolongkan berdasarkan siapa mereka, bukan dari mana asal mereka. Penggolongan sosiologis pun, seperti kelas dan status, telah menjadi preseden dalam kategori geografis terhadap tempat. Sejak pertengahan tahun 1980-an pentingnya sisi kontekstual telah disadari (Agnew and Duncan 1989): masyarakat disosialisasikan sebagai anggota kelompok yang terbentuk dalam berbagai tempat, dan sifat-sifat kelompok tersebut saling berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

Salah satu dorongan terhadap upaya penyerapan tempat ke dalam ilmu sosial diberikan oleh Giddens dengan teori strukturasi (structuration) di mana locale menjadi konsep kuncinya. Locale adalah situasi di mana interaksi sosial terjadi, dan karena semua interaksi memerlukan orang-orang yang terlibat hadir di waktu dan tempat tertentu, maka locale seringkah merupakan tempat. Pada gilirannya locale adalah wilayah penting di mana interaksi berlangsung dan identitas kelompok berkembang.

Giddens merujuk penelitian Torsten Hager strand (1982), ahli geografi Swedia, yang teori kontekstualnya mengenai geografi waktu menegaskan bahwa proyek-proyek yang melibatkan interaksi antar individu dapat dilakukan hanya jika pihak-pihak yang terlibat hadir di tempat tersebut. Apakah hal ini mungkin, tergantung pada tiga hambatan yang akan diatasi: hambatan kapabilitas (Dapatkah seseorang mencapai suatu tempat pada satu waktu tertentu?); hambatan kebersamaan (Dapatkah semua individu yang terlibat mencapai tempat yang dituju dalam waktu bersamaan?); hambatan otoritas (Apakah semua individu yang terlibat memiliki akses memasuki tempat dimaksud pada waktu yang telah ditentukan?). Keberadaan hambatan-hambatan ini membatasi berbagai kemungkinan realisasi proyek. Setiap biografi individu adalah lintasan tak lancar melalui waktu dan tempat di setiap persimpangan lintasan, interaksi dilakukan dan biografi diubah. Sebuah tempat memiliki isi siapa yang berada di sana, kapan yang beragam, karenanya kapan seseorang berada di suatu tempat, dan dengan siapa, adalah pengaruh-pengaruh penting terhadap perilaku dan sosialisasi individu dan kelompok.

Beberapa ahli lain memiliki argumentasi yang sama. Misalnya Massey (1984) dalam karyanya berjudul Spatial Divisions of Labour, mengatakan bahwa masalah geografi dari restrukturisasi industri dapat dipahami hanya jika konteks tempat terjadinya peristiwa tersebut diperhatikan sifat hubungan sosial bervariasi antara satu tempat dengan tempat lainnya, di mana satu tempat bisa lebih menarik bagi investor dibandingkan tempat lain. Hal ini mendorong suatu bentuk riset yang substansial di mana tempat (place) diperlakukan sama dengan lokalitas (locality). Berbagai perbedaan antar lokalitas dalam struktur ekonomi, sosial, budaya dan politiknya diteliti sebagai sarana memahami hal apa yang membuat lokali- tas-lokalitas itu berbeda dan apa implikasinya bagi perubahan di masa depan.

Nilai penting karakteristik suatu tempat bagi masa depan ekonominya menjadi masalah yang kian berat karena makin meningkatnya mobilitas dua faktor utama produksi, yaitu modal dan tenaga kerja: tempat harus mempunyai daya tarik bagi investasi dan pekerja, dan mereka yang terlibat dalam manajemennya harus bekerja sesuai dengan tujuan tersebut. Hal ini telah menimbulkan ketertarikan untuk menciptakan dan menjual tempat kepada berbagai kelompok bisnis dan politik, yang barangkali bergabung dalam suatu aliansi lokal untuk menjual ‘tempat mereka’ (Reynolds 1994). Kelompok-kelompok kepentingan lokal ini menyadari pentingnya menciptakan citra tentang ‘tempat mereka’ yang mungkin memerlukan restrukturisasi hubungan sosial dan investasi besar dalam pembangunan lingkungan demi terciptanya kondisi yang tepat untuk menarik investasi modal. Berubahnya geografi akibat pembangunan yang tidak merata dalam suatu kisaran skala tempat berkaitan erat dengan keberhasilan dan kegagalan politik tempat (politics of place).

Bagi beberapa penulis, arti penting tempat (locality dan locale) dalam proses sosialisasi dan restrukturisasi merupakan ilustrasi mengenai validitas argumen post-modernisme yang memprioritaskan perbedaan, sebagaimana beberapa feminis dan beberapa pendekatan lain yang menekankan ‘positionality’: Jackson (1992:211) mengatakan “kedua gerakan tersebut menantang kita untuk berpikir dari mana kita bicara dan suara siapa yang didengarkan.”

ARTI TEMPAT DAN WILAYAH | ADP | 4.5