ARTI TWO-SIDED MATCHING

By On Wednesday, August 14th, 2013 Categories : Bikers Pintar

matching (two-sided matching)

Salah satu fungsi utama kebanyakan pasar dan proses sosial adalah memasangkan (to match) satu jenis agen dengan yang lain, sebagai contoh, mahasiswa dan kampus, para pekerja dan perusahaan, pria dan wanita lajang. Sekelompok model two-sided matching untuk pengkajian proses semacam ini diperkenalkan Gale dan Shapley (1962), yang memfokuskan pada syarat masuk perguruan tinggi dan perkawinan.

Suatu pasar adalah two-sided jika terdapat dua perangkat agen, dan jika agen dari salah satu sisi pasar tersebut dapat dipasangkan hanya dengan satu agen dari sisi lainnya. Gale dan Sharpley menyatakan bahwa suatu pemasangan (mahasiwa dan kampus, atau pria dan wanita) bisa dinilai stabil jika tak ada agen di masing- masing pasar yang tidak bisa dipasangkan dengan agen lain. Gale dan Shapley menunjukkan bahwa ciri khusus dari pasar two-sided (yang berlawanan dengan one sided atau three-sided) adalah bahwa perpasangan stabil selalu ada (setidaknya jika preferensi para agen tidak rumit).

Jika kita mempertimbangkan proses pema sangan yang aturan-aturannya adalah dua agen di masing-masing sisi pasar dapat dipasangkan satu sama lain apabila keduanya sama-sama setuju, maka seandainya terjadi pemasangan tidak stabil berarti terdapat pelaku-pelaku yang berharap dipasangkan dengan yang lain tapi tidak bisa, kendati aturan-aturannya memungkinkan mereka untuk mengatur pemasangan itu. Jadi hanya pemasangan stabil yang mempunyai kemungkinan muncul jika proses pemasangan cukup ‘bebas’ untuk memungkinkan semua potensi pemasangan dipertimbangkan.

Penerapan alamiah terhadap model ‘two-sided matching’ adalah pasar tenaga kerja. Sharpley dan Shubik (1972) menunjukkan bahwa ciri-ciri pemasangan stabil adalah adanya generalisasi terhadap model yang memungkinkan pemasangan dan determinasi upah untuk diperhitungkan secara bersamaan. Kelso dan Crawford (1982) menunjukkan seberapa jauh hasil-hasil ini dapat digeneralisasi jika perusahaan-perusahaan, misalnya, mempunyai preferensi yang kompleks terhadap komposisi angkatan kerja mereka.

Model ‘two-sided matching’ terbukti berguna dalam kajian empiris mengenai pasar tenaga kerja, dimulai dengan pembuktian dalam karya Roth (1984) di mana sejak awal 1950-an tingkat penyerapan pasar tenaga kerja untuk dokter-dokter AS telah terorganisasi dalam suatu cara yang menghasilkan pemasangan stabil.Karya selanjutnya mengidentifikasi berbagai eksperimen alamiah yang menunjukkan bahwa berbagai pasar tenaga kerja yang juga terorganisasi dan bertujuan menghasilkan pemasangan tidak- stabil mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan- kesulitan ini sebagian besar dihindari dalam pasar terorganisasi sejenis untuk menghasilkan pemasangan stabil. Karya ini menggabungkan tradisi- tradisi game theory koperatif dan non-koperatif, dengan cara memperhitungkan bagaimana lingkungan strategis yang dihadapi para partisipan pasar mempengaruhi stabilitas hasil pasar yang ditimbulkan.

Berbagai penelitian pada pertengahan 1990-an telah memfokuskan pada waktu transaksi. Model Bergstrom dan Bagnoli (1993) menyoroti sebab-sebab penundaan dalam perkawinan, sementara Roth dan Xing (1994) membahas puluhan pasar pemasangan yang cenderung bertransaksi lebih awal (misalnya, petugas untuk hakim Federal di AS sekarang direkrut hampir dua tahun sebelum mereka mulai bekeija, dan fenomena yang sama terlihat pada para dokter Inggris, lulusan universitas elit Jepang, dan lain-lain). Suatu ulasan mengenai pemasangan dapat ditemukan pada Roth dan Sotomayor (1990).

ARTI TWO-SIDED MATCHING | ADP | 4.5