BUDAYA ORGANISASI KOPERASI YANG EFEKTIF

By On Saturday, September 19th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Tidak jarang kita melihat suatu bentuk organisasi baik itu bersifat bisnis maupun sosial yang tumbuh berkembang dan akhirnya mati. Uun dari itu ada pula kita melihat organisasi itu tumbuh, berkembang dan bertahan lebih dari seratus tahun, padahal orang-orang yang mengelola organisasi itu telah mengalami beberapa penggantian, yang tua diganti dengan yang muda dan yang muda menjadi tua, dan diganti pula dan seterusnya.
Pada prinsipnya, tidak ada satupun organisasi itu mati. Organisasi lidak pernah mati. Yang membuat Organisasi itu dapat dikatakan mati atau hidup adalah akibat perbuatan dari faktor manusianya. Sedangkan yang benar Organisasi itu berubah bentuk dalam usaha bentuk yang lain dan dikembangkan dengan cara lain, tehnik lain mungkin lebih modern mungkin juga lebih kuno dari pada Organisasi terdahulu.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas dapat pula ditelusuri lebih lanjut bahwa Manusia tidak dapat hidup tanpa adanya organi-sasi, karena dengan berorganisasi daya kreativitas, kebutuhan hidup dapat terpenuhi secara berkelompok. Artinya setiap Manusia yang siap masuk suatu Organisasi berusaha membaur dengan kelompok dan bersedia berjuang bersama kelompoknya untuk maksud tersebut.
Koperasi merupakan kelompok homogen, walaupun latar belakang anggota yang masuk terdiri dari beberapa kelas derajat hidupan, baik dia sebagai kepala bagian, kepala sub seksi ataupun dia merupakan karyawan kelas bawah. Sehingga mereka tersebut harus melaksanakan hak dan kewajiban yang sama dengan penuh kesadaran dan berintegrasi dalam kelompok sosial ekonomi yang sama. Maka perbedaan tingkat sosial ekonomi dapat diperkecil yang tewujud berusaha melindungi anggota yang berkelas ekonomi rendah akan tertarik menjadi ke atas.
Daya juang anggota sangat dituntut dalam berkoperasi tanpa terkecuali bagi anggotanya, karena keikutsertaan seseorang dalam koperasi atas dasar sukarela, bebas keluar dari keanggotaan, bebas pula masuk menjadi anggota tanpa ada rasa paksaan dari pihak manapun. Keluarnya seseorang menjadi anggota bukan berarti terputus langsung terhadap organisasinya akan tetapi masih terikat dalam waktu jangka satu tahun, terhituncfsemenjak resminya keluar menjadi anggota.
Kekuatan usaha Internal Organisasi sangat bersifat dominan bagi usaha Koperasi yang melambangkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa mampu melindungi diri sendiri berusaha memperoleh modal usaha melalui peningkatan kemampuan simpanan anggota, kemampuan menciptakan kelebihan sisa hasil usaha, walaupun bukan menjadi konsentrasi utama, akan tetapi dari kelebihan hasil usaha tersebut ditanam kembali pada simpanan masing-masing anggota untuk mempercepat pengembangan usaha Koperasi. De-ngan demikian kelebihan sisa hasil usaha merupakan sumber kekuatan internal organisasi Koperasi yang kedua, setelah simpanan-simpanan anggota. Kekuatan internal lainnya yang dimiliki oleh organisasi koperasi yaitu musyawarah untuk bermufakat, yang hasilnya didukung atas dasar semangat gotong royong yang tinggi, tanpa efek-efek sampingan yang mengganggu jalannya operasional organisasi, karena didukung dengan rasa perasaan saling menghormati diantara anggota. Yang penting adalah bagaimana cita-cita luhur dari anggota segera terwujud melalui program-program kerja yang direncanakan sesuai kemampuan yang terhimpun dari seluruh anggotanya tersebut.
Sedangkan kekuatan external Organisasi merupakan pendukung untuk memperkokoh bangunan Internal Organisasi agar lebih mampu berdiri di atas kemampuan sendiri, guna memperoleh kepercayaan baik dari lembagalembaga ekonomi lainnya dan berperan sebagai pejuang amanat Rakyat Indonesia yang berkepribadian Indonesia. Dimana kepribadian Indonesia inilah sudah patut kita artikan sebagai Budaya Organisasi Koperasi. Sudah barang tentu Budaya Organisasi Koperasi perlu diciptakan dan dipertahankan serta mempertimbangkan dampaknya terhadap keefektifan or-ganisasi Koperasi menjadi tulang punggung Pembangunan guna mewujudkan secara nyata keadilan sosial dibidang ekonomi.

Incoming search terms:

  • keikutsertaan menjadi anggota organisasi tanpa paksaan disebut
BUDAYA ORGANISASI KOPERASI YANG EFEKTIF | ADP | 4.5