CARA BERPIKIR KREATIF (CREATIVE THINKING)

By On Thursday, November 13th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Creative thinking adalah suatu tingkatan berpikir yang tinggi; kesanggupan seseorang untuk menciptakan ide baru yang berfaedah. Ide ini tidak dilengkapi dengan semua data; orangnya tidak menguasai seluruh situasi yang dihadapinya, tetapi dengan kemampuannya untuk dapat mengeliminir yang tidak esensial, maka ia tetap dapat mengatur langkahnya sedemikian rupa, sehingga mendapatkan faedah yang tinggi. Assumption (estimate) adalah salah satu pedomannya; yang lain adalah imagination. Tingkatan ini disebut juga scientific imagination.

Scientific imagination ini adalah suatu perpaduan antara science dan imagination; dengan sendirinya cara berpikir ini dapat membahayakan. Seorang manager yang terlalu banyak mengendalikan perusahaannya kepada imagination tanpa mengimbanginya dengan ratio, akan dapat menghancurkan usahanya. Keseimbangan antara science dan imagination yang tepat, adalah kunci dari tingkatan berpikir ini. Creative thinking berbeda dengan original thinking ialah dalam hal bahwa yang pertama selalu berguna bagi usaha penciptanya, sedangkan original thinking tidak perlu. Seseorang yang mengemukakan sesuatu yang orisinal, tidak selalu mendapatkan keuntungan daripadanya. Berpikir filsafati (philosophical thinking)

Louis O.Kattsoff dalam bukunya “Elements of Philosophy” menyata-kannya bahwa kegiatan filsafati merupakan perenungan, yaitu suatu jenis pemikiran yang meliputi kegiatan meragukan segala sesuatu, mengajukan pertanyaan, menghubungkan gagasan yang satu dengan yang lainnya, menanyakan “mengapa”, mencari jawaban yang lebih baik ketimbang jawaban pada pandangan pertama. Filsafat sebagai perenungan meng-usahakan kejelasan, keruntutan, dan keadaan memadainya pengetahuan agar dapat diperoleh pemahaman.

Tujuan filsafat adalah mengumpulkan pengetahuan manusia se-banyak mungkin, mengajukan kritik dan menilai pengetahuan ini, mene-mukan hakikatnya, dan menerbitkan serta mengatur semuanya itu dalam bentuk yang sistematik. Filsafat membawa kita kepada pemahaman, dan pemahaman membawa kita kepada tindakan yang lebih layak.

Dalam hubungan ini Kattsoff menyajikan contoh klasik yang terkenal, yaitu peristiwa dihukum matinya Socrates pada tahun 399 sebelum Masehi atas tuduhan merusak jiwa pemuda di Athena. Hukumannya adalah minum racun sampai mati. Tetapi Socrates mempunyai banyak teman yang bersedia membantunya untuk melarikan diri dengan jalan menyuap penjaga penjara. Bagi manusia praktis bantuan untuk melarikan diri seperti itu pasti di-sambut segera, tetapi tidak demikian Socrates. Kepada kawan-kawannya itu ia berkata bahwa sebelum menerima tawaran tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu apakah perbuatan melarikan diri itu layak baginya. Demi-kianlah ucapan seorang filosof. Lalu ia bersama teman-temannya mem-bahas masalah itu. Secara hati-hati teman-temannya mengajukan alasan- alasan mengapa Socrates perlu melarikan diri. Dengan saksama ia me-neliti alasan-alasan tersebut yang diikuti oleh alasan-alasan lain yang menunjukkan penolakan untuk melarikan diri.

Akhirnya, teman-temannya sepakat bahwa tidaklah tepat bagi Socrates untuk melarikan diri. Pada saat itulah pembahasan filsafati ber-akhir; Socrates bertindak. Tindakannya itu didasarkan pada pemikirannya, tetapi tindakan itu tidak merupakan bagian pemikiran tersebut. Socrates tetap tinggal di penjara, dan ia pun minum racun (Kattsoff, 1986: 4). Filsafat adalah suatu analisis secara hati-hati terhadap penalaran mengenai suatu masalah, serta penyusunan secara sengaja dan siste-matis suatu pandangan yang menjadi dasar suatu tindakan.

Incoming search terms:

  • pengertian creative thinking
  • creative thinking adalah
  • contoh creative thinking
  • pengertian creative
  • apa itu creative thinking
  • kreatif thinking
CARA BERPIKIR KREATIF (CREATIVE THINKING) | ADP | 4.5