CARA BERPIKIR METARASIONAL

By On Thursday, November 13th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Manusia tidak hanya puas dengan sekadar mengetahui (wissen), tetapi juga ingin memahaminya secara mendalam. Di sini berlangsung proses refleksi atau kontemplasi atau perenungan yang secara akumulatif bersifat kuantitatif atau kualitatif. Kualitasnya akan berkadar tinggi apabila proses perenungan itu dilakukan secara sistematik. Maka pemikirannya itu tidak sekadar sensitivorasional, melainkan metarasional (Poespoprodjo, 1985: 4). la tidak lagi memandang suatu realita sosial dengan indera mata (das Ding ansich), tetapi dengan mata batiniah apa yang terdapat di seberang realita (beyond the reality), secara metafisik.

Dalam keradikalannya pemikiran manusia secara vertikal itu bisa menyentuh hal-hal yang sifatnya ilahi, la mendengar tentang Tuhan, la ingin mengetahui adanya tuhan. Lalu ia percaya akan ada-Nya, mahaesa- Nya, mahakuasa-Nya Tuhan, serta sifat-sifat lainnya, sebagai konsekuensinya ia bersujud dan berserah diri. Kepercayaan seperti itu bersifat suprarasional, suatu tingkat pemahaman di luar jangkauan pemikiran secara sensitivo-rasional. Bagi seorang komunikator, tingkat-tingkat pemahaman (verstehen) itu menjadi teramat penting untuk mampu berkomunikasi dalam segala konteks, paling luas dan paling lama. Berdasarkan intensitas berpikir itu komunikator yang berpikir secara sensitivo-rasional hanya berfungsi sebagai informer atau informan saja, yang hanya menyampaikan informasi, sedangkan komunikator yang berpikir secara metarasional berfungsi sebagai interpretator, menyampaikan interpretasi.

Interpretasi adalah proses memperantarai dan menyampaikan pesan yang secara eksplisit dan implisit termuat dalam realitas. Interpretator adalah juru bahasa, penerjemah pesan realitas, pesan yang tidak segera jelas, tidak segera dapat diartikulasikan, yang sering diliputi misteri, yang dapat diungkap hanya sekelumit demi sekelumit, tahap demi tahap. Interpretator menyampaikan, merumuskan yang dikatakan oleh realitas, dan bertugas mengubah hal yang mengatasi daya tangkap insani menjadi sesuatu yang dapat dipahami oleh manusia. Jadi, interpretasi ada kaitan dengan pengertian membawa suatu hai dari tidak dapat ditangkap kepada dapat ditangkap.

Proses memperantarai dan menyampaikan pesan agar dapat dipahami mencakup tiga arti yang terungkap di dalam tiga kata kerja yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yakni: meng-kata-kan, menerangkan, menerjemahkan (dalam arti membawa dari tepi satu ke tepi lain) (Poespoprodio: 1987, 192).

Incoming search terms:

  • metarasional
CARA BERPIKIR METARASIONAL | ADP | 4.5