CARA BUDIDAYA TANAMAN JERUK

By On Sunday, August 30th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Jeruk termasuk klas dikotiledon famili rutaceae, genus Citrus (Lawrence, 1964), berasal dari Asia Timur Jauh (Shoemaker, 1958; Ochse et al, 1961). Tanaman jeruk telah dibudidayakan diseluruh penjuru dunia dan di Indonesia telah menyebar luas. Genus Citrus terdiri dari beberapa species diantaranya jeruk manis (C. aurantium atau C. sinensis), jeruk besar (C. grandis atau C. maxima), jeruk sitrun (C. medica), jeruk nipis (C. aurantifolia) jeruk grape fruit (C. paradisi), jeruk keprok (C. nobilis atau C. reticulate), dan jeruk lemon (C. limon). Jeruk keprok terkenal dengan varietas Typica (jeruk jepun), chrysocarpa (jeruk grape) dan Microcarpa (jeruk siam). Varietas yang termasuk jeruk lemon diantaranya Rough Lemon (RL) sedangkan yang termasuk varietas jeruk manis Valencia orange, Naval orange dan Iain-Iain. Yang termasuk varietas jeruk besar diantaranya jeruk bali, jeruk delima, jeruk pandan wangi (Hume, 1957; Ochse et al 1961).

Jeruk baik pertumbuhannya di daerah subtropis dengan kelembaban yang rendah yaitu pada 35° 40° LU atau LS, pada tanah dengan drainase baik, tidak liat tetapi berhumus tinggi dan keadaan hujan maupun panas silih berganti tiap tahun (Hume, 1957; Shoemaker & Teskey, 1958; Anonymous, 1980). Ketinggian tempat yang paling cocok untuk pertanaman jeruk dari 0 sampai 2000 m dpi dengan curah hujan lebih besar dari 1500 mm per tahun dan suhu optimum 25° 30° C dengan suhu maksimum 38° C dan suhu minimum 13 C serta membutuhkan cahaya dan air yang cukup.

Hal yang penting diperhatikan dalam budidaya jeruk yaitu, pemilihan bibit yang baik, pengolahan tanah, pemeliharaan dan penanganan panen serta pengepakan. Pemilihan bibit yang akan ditanam sebaiknya berasal dari perbanyakan secara vegetatif sehingga didapat tanaman yang sama dengan induknya dimana produksi tinggi dan kualitasnya baik, dan dapat mengatasi masa juvenil (Hartman dan Kester, 1976). Pembiakan secara vegetatif yang baik untuk tanaman jeruk yaitu secara okulasi. Cara okulasi adalah menempeikan batang atas (mata entres) pada batang bawah. Batang bawah harus tahan terhadap penyakit akar dan batang, mempunyai perakaran yang baik, derajat poliembrioni tinggi dan dapat diperbanyak dengan stek, dapat mempercepat berbuah, dapat memperpendek tanaman namun pembuahan tetap normal. Batang bawah yang biasa digunakan yaitu jenis Rough Lemon (RL) dan Jepun Citrus (JP). Sedangkan batang atas harus berasal dari pohon induk yang bebas hama & penyakit, produksi tinggi dengan buah yang baik dan lebih cepat berbuah. Pohon induk sebagai sumber mata entres dipilih tanaman yang telah merumur 3 atau 4 minggu, dari jenis keprok. Cara okulasi yang sering dikerjakan yaitu okulasi Forket yang dimodifikasi atau disebut cara goresan (Hume, 1957; Ochse et al, 1961; Hartman dan Kester, 1976). Pembukaan lahan untuk pertanahan jeruk diawali dengan membabat alang-alang dan rumput dilanjutkan dengan pengajiran. Pengajiran untuk jarak tanam segitiga sama sisi dengan sisi 5.5 m dibuat lubang dengan ukuran 80 x 80 x 80 cm3. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan, lubang dibiarkan terbuka selama 2 minggu. Ini berguna untuk memperbaiki draenase dan aerasi tanah, meningkatkan aktivitas mikroba, merubah struktur tanah menjadi remah dan tidak mengubah tekstur dengan demikian memberi peluang yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan (Soepardl, 1978). Tanah bawah dicampur dengan 1 kg Fosfat alam dimasukkan ke dalam lubang disusUl dengan tanah atas dibiarkan selama 2 minggu baru bibit tidak bengkok dan mata okulasi tidak tertutup.

Tanaman yang telah ditanam di lapangan perlu pemeliharaan karena tanpa pemeliharaan produksi yang diharapkan tidak akan tercapai. pemeliharaan yang dilakukan yaitu pembabadan dan mulching, pemangkasan, penyiangan dan penggemburan petakan, pemupukan, pengairan, pelebaran petakan, penjarangan buah serta pengendalian hama & penyakit (Hume, 1957; Ochse et al, 1960).

Hama yang menyerang tanaman jeruk itu antara lain : Ulat meineder (Phyllocnistic citrella), Psylla jeruk (Psyllacp), kutu daun (Aphis sp), kutu dompolan (Pseudodoccus citri), dan kutu batok hijau (Coccus viridis), sedangkan penyakit yang banyak menyerang antara lain : Penyakit “Powdery mildew” atau embun tepung yang disebabkan oleh cendawan Oidium tingitanium, penyakit CVPD yang disebabkan oleh organisme mirip bakteri, embun jelaga karena cendawan Capnodium sp, penyakit kudis yang disebabkan cendawan Elsinoe fawetti, penyakit busuk pangkal batang yang diakibatkan oleh Phytophthora citrhopthora serta penyakit layu yang diakibatkan oleh Fusarium sp, dan penyakit kanker yang disebabkan bakteri Xanthomonas citri.

CARA BUDIDAYA TANAMAN JERUK | ADP | 4.5