CARA MEMBUAT ANATOMI TAJUK RENCANA

By On Saturday, May 9th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Anatomi atau rangka utama tajuk rencana terdiri atas pembuka, pengembang, dan pemitup. Bagian pembuka hisebut intro. Fungsi intro tajuk rencana sama dengan fungsi intro dalam artikel. Sama persis. Coba lihat dan baca kembali Bab 2. Bagian setelah pembuka atau intro disebut pengembang. Tugas pengembang adalah membuat bahasan tajuk rencana menjadi terfokus, mengerucut. Bahasan yang mengerucut dan terfokus, akan menghasilkan tesis yang ringkas dan tajam.

Bahasan tajuk rencana dapat dikembangkan antara lain dengan menggunakan teknik: (1) penjelasan, (2) kutipan, (3) contoh, dan (4) statistik. Selengkapnya bisa dibaca kembali Bab 3. Di sini hanya diuraikan secara sekilas saja dalam redaksi yang sedikit berbeda.

  1. Penjelasan

Penjelasan berarti menguraikan pokok persoalan, membagi dan memilah-milahnya berdasarkan urutan jenisnya, ukurannya, sifatnya, fungsinya, cakupannya, dampaknya. Pohon misalnya, terdiri atas cabang, cabang mencakup sekian ranting, dan ranting menyangga daun dan buah. Pohon itu sendiri bisa dibagi atas bagian bawah pohon (akar), bagian tengah, bagian atas, dan bagian pucuk.

  1. Kutipan

Kutipan berarti mengutip pendapat pakar, ucapan tokoh, pengamat, nara sumber, kitab suci, kata mutiara, puisi, syair lagu, atau hasil penelitian yang terdapat dalam makalah, skripsi, tesis, majalah, jurnal, buku. Tajuk rencana perlu diperkuat dengan kutipan untuk memperkuat argumen, mempertajam analisis, dan membangun kredibilitas media.

  1. Contoh

Contoh berarti memperjelas dan menegaskan uraian dengan suatu gambaran yang nyata, kongkret, yang bisa dibuktikan dengan pancaindra. Contoh adalah visualisasi dari ide atau konsep. Tak ada bahasa lain yang paling mudah untuk menjelaskan apa pun kepada khalayak pembaca kecuali dengan contoh. Dalam psikologi pendidikan keluarga, satu contoh perbuatan yang dilakukan orang tua jauh lebih penting daripada seribu perkataan.

  1. Statistik

Statistik dalam tajuk rencana bukan berarti membuat tabel, matriks, diagram, atau bagan yang dipenuhi dengan angka yang memusingkan kepala. Dalam mazhab jurnalistik, statistik justru diartikan sebagai penyederhanaan masalah serta pemberian makna terhadap deretan angka yang “tak bunyi”. Statistik jurnalistik menghendaki angka yang membisu menjadi mampu berbicara sendiri kepada pembaca.

Contoh, pernyataan jumlah uang yang diduga dikorupsi 100 wakil rakyat di DPRD Jabar mencapai Rp 25 miliar, belum bermakna dan berbicara dilihat dari perspektif jurnalistik. Angka 25 miliar bagi masyarakat masih terlalu abstrak. Sulit untuk dipahami dan dibayangkan. Sekarang bandingkan dengan pernyataan berikut: jumlah dana yang diduga dikorupsi 100 wakil rakyat di DPRD Jabar periode 1999-2004 mencapai Rp 25 miliar. Jumlah sebesar itu sama artinya dengan jumlah uang muka KPR tipe 21 di pinggiran kota yang harus dilunasi oleh dua ribu pegawai negeri sipil golongan II

Bagian ketiga dari anatomi tajuk rencana adalah penutup, untuk mengakhiri bahasan tajuk rencana. Harap dicatat, bagian penutup tidak otomatis merupakan kesimpulan. Bisa juga dikatakan sebaliknya, kesimpulan tidak dengan sendirinya harus ditempatkan dalam penutup. Dalam tajuk rencana, penutup memiliki beberapa fungsi: (1) mengakhiri uraian atau bahasan tanpa menyertakan kesimpulan, (2) menyatakan kesimpulan secara tegas dan ringkas, dan (3) mengimbau atau mengajak khalayak pembaca untuk melakukan suatu tindakan sesuai dengan pokok bahasan.

Penutup tajuk rencana yang hanya mengakhiri bahasan tanpa menyertakan kesimpulan, berarti menggunakan pola pendekatan deduktif. Dalam pola deduktif, kesimpulan dinyatakan terlebih dahulu pada bagian intro, disusul kemudian dengan penjelasan, argumen, bukti, dan contoh-cojitoh. Sebaliknya, penutup tajuk rencana yang menyatakan kesimpulan secara tegas dan ringkas, berarti menggunakan pola induktif. Dalam pola induktif, pesan disusun dengan terlebih dahulu menguraikan latar belakang, penjelasan, alasan, bukti, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.

CARA MEMBUAT ANATOMI TAJUK RENCANA | ADP | 4.5