CARA MEMBUAT JUDUL TAJUK RENCANA

By On Saturday, May 9th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Judul adalah identitas utama kaiya jurnalistik, termasuk judul artikel dan tajuk rencana. Tajuk rencana yang tanpa judul sama saja dengan sayur tanpa garam, rumah tanpa pintu, atau pohon yang tidak berdaun. Judul sangat diperlukan untuk memenuhi dua hal. Pertama, bagi tajuk rencana itu sendiri. Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonim, tak dikenal, abstrak, sehingga tak akan bicara apa-apa. Tak mampu memberi pesan, padahal salah satu inti komunikasi adalah pesan. Ked.ua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu daya tarik pertama bagi pembaca untuk membaca tajuk rencana kita, atau justru sebaliknya segera melewati dan melupakannya.

Syarat judul tajuk rencana, secara umum sama dengan judul artikel opini, yaitu harus provokatif, singkat, padat, relevan, fungsional, informal, representatif, dan merujuk kepada bahasa baku (lihat Bab 2). Syarat judul itu di sini diuraikan kembali dalam redaksi serta aksentuasi yang sedikit berbeda

  1. Provokatif

Provokatif berarti harus mampu membangkitkan minat dan perhatian khalayak terhadap uraian tajuk rencana kita. Tajuk rencana harus memiliki daya tarik tinggi mengingat bagi media pers fungsinya sangat strategis. Bagaimanapun, khalayak pembaca harus mengetahui bagaimana pendapat dan sikap pers terhadap suatu persoalan. Dalam perspektif teori tanggung jawab sosial, pers tidak bisa netral. Pers tetap harus bersikap secara proporsional, fungsional, dan profesional.

Hasil penelitian penulis menunjukkan, dari enam karya opini yang disajikan surat kabar, tajuk rencana ternyata termasuk yang sangat sering dilewatkan oleh khalayak pembaca. Tajuk rencana tidak mas.uk dalam skala prioritas utama untuk dibaca. Tajuk rencana berada di urutan paling bawah, juru kunci. Prioritas pertama adalah artikel, prioritas kedua karikatur, prioritas ketiga kolom, prioritas keempat surat pembaca, prioritas kelima pojok, dan prioritas keenam barulah tajuk rencana.

Fakta empiris tersebut selayaknya menjadi pemicu motivasi kalangan pengelola pers untuk lebih mengampanyekan eksistensi, fungsi, dan misi tajuk rencana. Kampanye itu antara lain dapat dilakukan melalui penulisan judul tajuk rencana yang cukup provokatif.

  1. Singkat-padat

Singkat-padat berarti langsung pada pokok bahasan dan disesuaikan dengan kapling yang tersedia. Sebagai contoh, panjang judul tajuk rencana dengan lebar kapling dua kolom, pasti berbeda dengan kapling lebar 4 kolom. Untuk kapling dua kolom, judul boleh ditulis dua baris. Tetapi untuk kapling 4 kolom, judul tidak boleh dua baris karena bertumpuk dan tidak enak dipandang mata.

  1. Reievan

Relevan, adalah berkaitan atau sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Judul yang baik harus diambil dari topik. Topik yang baik harus mencerminkan keseluruhan uraian. Bagaimanapun, judul tajuk rencana amat berlainan dengan judul yang biasa kita temukan pada karya-karya fiksi seperti cerita pendek atau novel. Pada cerita pendek, setiap kata yang terdapat dalam bangunan cerita dapat kita jadikan judul. Semau kita saja. Bebas.

Pada tajuk rencana tidak demikian. Tak ada pilihan lain kecuali harus berpijak pada topik atau pokok bahasan. Sekali dilanggar, maka karya tajuk rencana kita akan divonis tidak berbobot. Kredibilitas media kita dipertanyakan dan digugat.

  1. Fungsional

Fungsional artinya setiap kata yang terdapat pada judul tajuk rencana bersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung pada kata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas. Sekalipun demikian, ketika digabung, kata-kata yang mandiri itu melahirkan satu kesatuan pengertian dan makna yang utuh.

  1. Informal

Informal berarti menghindari pola penulisan judul yang sifatnya kaku {rigid), dingin, formal, sebagaimana ditemukan pada judul laporan penelitian, kertas keija, makalah, skripsi, atau disertasi. Judul yang terkesan ilmiah dengan menggunakan kata atau istilah teknis, tidak bisa digunakan dalam pola penulisan judul artikel dan judul tajuk rencana. Informal juga mengandung arti, judul yang kita sajikan menarik, atraktif, hidup, segar.

  1. Representatif

Representatif berarti judul yang sudah kita tetapkan mewakili pokok bahasan. Merujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judyl tajuk rencana yang baik harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Sebagai contoh, topik tajuk rencana tentang seberapa besar peluang Amien Rais untuk terpilih menjadi presiden periode 2004-2009, tidak masuk dalam kategori representatif bila judul yang dipilih berbunyi: Menjadi Presiden. Sebaliknya judul berikut disebut memenuhi kategori representatif: Peluang Amien Rais Menjadi Presiden.

  1. Merujuk pada bahasa baku

Judul adalah identitas awal tajuk rencana. Sebagai identitas, tentu posisi dan prestasi media yang memuat tajuk rencana itu dipertaruhkan. Bahkan karakter pemimpin redaksi sedikitbanyak tercermin di sana. Pemimpin redaksi memang kerap dianggap sebagai personifikasi tajuk rencana suatu media pers.

Sebagai seorang wartawan dan nakhoda yang kapabel dan kredibel, pemimpin redaksi tidak mungkin membuat judul yang bertolak belakang dengan kapasitas dan reputasinya. la ingin dipandang intelektual. Ia ingin dihargai dan dihormati. Ia tidak mau media persnya dituding merusak bahasa hanya karena menulis judul tajuk rencana dengan kata-kata dan istilah yang tidak baku. Ia menyadari, pers mengemban fungsi pendidik masyarakat dan bangsa. Fungsi itu semestinya juga tercermin pada judul-judul berita dan tajuk rencananya.

CARA MEMBUAT JUDUL TAJUK RENCANA | ADP | 4.5