CARA MEMILIH JUDUL PROVOKATIF

By On Friday, May 8th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Judul adalah identitas sebuah artikel. Bisa dibayangkan, apa yang dapat kita lakukan bila suatu artikel tidak berjudul. Dalam analogi dunia kriminal, ia tak berbeda dengan mayat tanpa nama. Judul karena itu sangat penting dilihat dari dua sisi kepentingan. Pertama, bagi artikel itu sendiri. Tanpa judul, ia adalah sesuatu yang anonim, tak dikenal, abstrak, sehingga tak akan bicara apaapa. Tak mampu memberi pesan, padahal salah satu inti komunikasi adalah pesan. Kedua, bagi khalayak pembaca. Judul adalah pemicu daya tarik pertama bagi pembaca untuk membaca artikel kita atau justru segera melewati dan melupakannya.

Judul artikel yang baik konsumsi pers harus memenuhi tujuh syarat:

  1. Provfikatif.
  2. Singkat-padat.
  3. Relevan.
  4. Fungsional
  5. Informal.
  6. Representatif
  7. Merujuk kepada bahasa baku.
  8. Provokatif

Provokatif berarti judul yang kita buat harus mampu membangkitkan minat dan perhatian sehingga khalayak pembaca tergoda seketika untuk membaca artikel kita, minimal sampai intro atau tiga paragraf pertama. Sifatnya psikologis. Fungsinya sangat strategis dan taktis. Kita “mencubit” wilayah afeksi mereka. Intuisi dan emosi mereka. Dalam bahasa pemasaran, judul adalah iklan. Bagi dan dalam dunia industri modern, iklan menjadi penentu sukses-gagalnya pemasaran suatu produk ke tengah-tengah masyarakat global. Bagi mereka, tak ada produk yang baik tanpa iklan yang baik.

  1. Singkat dan padat

Singkat dan padat berarti langsung menusuk jantung, tegas, lugas, terfokus, menukik pada pokok bahasan, tidak bertele-tele [to the point). Bagi pers, judul yang singkat sangat diperlukan, paling tidak karena dua alasan. Pertama karena keterbatasan tempat pada halaman-halaman media. Kedua karena waktu dan situasi yang dimiliki pembaca sangat terbatas dan bergegas. Secara teknis, judul artikel konsumsi pers yang baik tidak lebih dari 3-7 kata. Judul untuk kolom lebih pendek lagi, 1-4 kata saja.

  1. Relevan

Relevan artinya berkaitan atau sesuai dengan pokok bahasan. Tidak menyimpang dari topik. Judul yang baik harus diambil dari topik. Topik yang baik harus mencerminkan keseluruhan uraian. Bagaimanapun, judul artikel amat berlainan dengan judul yang biasa kita temukan pada karya-karya fiksi seperti cerita pendek atau novel. Pada cerita pendek, setiap kata yang terdapat dalam bangunan cerita dapat kita jadikan judul. Semau kita saja. Bebas. Pada artikel tidak demikian. Tak ada pilihan lain kecuali harus berpijak pada topik atau pokok bahasan. Sekali dilanggar, maka karya artikel kita akan divonis tidak berbobot. Tugas redaktur opini media massa adalah memulangkan artikel seperti itu kepada pemiliknya, atau dimasukkan ke dalam keranjang sampah. Maaf saja, tak ada waktu bagi redaktur untuk memeriksa dan merevisinya sebagaimana dosen pembimbing yang sedang memeriksa karya skripsi mahasiswa.

  1. Fungsional

Fungsional artinya setiap kata yang terdapat pada judul bersifat mandiri, berdiri sendiri, tidak bergantung kepada kata yang lain, serta memiliki arti yang tegas dan jelas. Sekalipun demikian, ketika digabung, kata-kata yang mandiri itu melahirkan satu kesatuan pengertian dan makna yang utuh. Contoh: Langkah Kegiatan Penanggulangan Kaki Lima di Kota Bandung. Dalam judul tersebut, dua kata pertama yakni langkah dan kegiatan sama sekali tidak fungsional. Alasannya adalah: penanggulangan menggandung arti langkah, juga sekaligus mengandung arti kegiatan. Dengan demikian, kata langkah kegiatan harus diganti dengan kata lain yang fungsional, misalnya menyikapt Bunyi selengkapnya menjadi: Menyikapi Penanggulangan Kaki Lima di Kota Bandung.

  1. Informal

Informal berarti menghindari pola penulisan judul yang sifatnya kaku [rigid], dingin, formal, sebagaimana ditemukan pada judul laporan p nelitian, kertas keija, makalah, skripsi, atau disertasi. Judul yang terkesan ilmiah dengan menggunakan kata atau istilah teknis, tidak bisa digunakan dalam pola penulisan judul artikel konsumsi surat kabar. Informal juga mengandung arti, judul yang kita sajikan menarik, atraktif, hidup, segar.

  1. Representatif

Representatif berarti judul yang sudah kita tetapkan memang mewakili pokok bahasan. Merujuk pada logika dan kaidah penelitian ilmiah, judul artikel harus mengandung dua variabel: variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat [dependent variable). Sebagai contoh, topik artikel tentang seberapa jauh peluang Amien Rais untuk terpilih menjadi presiden periode 2004-2009, tidak masuk dalam kategori representatif bila judul yang dipilih berbunyi: Menjadi Presiden. Sebaliknya judul berikut disebut memenuhi kategori representatif: Peluang Amien Rais Menjadi Presiden.

  1. Merujuk pada bahasa baku

Judul merupakan identitas awal sebuah artikel. Sebagai identitas, tentu posisi dan prestasi penulisnya dipertaruhkan. Bahkan karakter sang penulis sedikit-banyak tercermin di sana. Seorang penulis yang kapabel dan kredibel, tidak mungkin membuat judul yang bertolak belakang dengan kapasitas dan reputasinya. Ia ingin dipandang intelektual. Ia ingin dihargai dan dihormati. Ia tidak mau dituding merusak bahasa hanya karena menulis judul artikelnya dengan kata-kata dan istilah yang tidak baku. Ia menyadari, pers mengemban fungsi pendidik masyarakat dan bangsa. Fungsi ilu semestinya jugaHercermin pada judul-judul artikel dan beritanya.

Incoming search terms:

  • judul harus provokatif provokatif maksudnya
CARA MEMILIH JUDUL PROVOKATIF | ADP | 4.5