CARA MENUTUP ARTIKEL

By On Friday, May 8th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Kalau salah satu fungsi intro ialah untuk membangkitkan perhatian dan minat khalayak pembaca (provokatif), dan fungsi pengembangan bahasan terutama untuk mempertajam analisis bahasan, maka fungsi penutup adalah untuk: (1) menyatakan kesimpulan, (2) menegaskan kredibilicas penulis, dan (3) menciptakan kesan mendalam terhadap khalayak pembaca. Artikel yang kita tulis dapat kita akhiri dengan menggunakan salah satu teknik berikut:

  1. Menegaskan kembali topik atau pokok bahasan dalam kalimat yang berbeda secara ringkas dan tegas dengan tujuan untuk meyakinkan khalayak pembaca.

Contoh:

Dari beberapa argumentasi di atas, teijawablah sudah lukan nasionalisme. Tanpa nasionalisme yang kuat, negara ini akan semakin terperosok ke dalam jurang kehancuran (Agus Sjafari: Menggugat Nasionalisme, Rubrik Opini Media Indonesia, 19 Mei 2004).

  1. Mengakhiri dengan klimaks. Penutup jenis ini langsung menegaskan kesimpulan yang cukup menyengat sebagai bahan renungan atau pemikiran khalayak pembaea.

Contoh:

Politik adalah proses menjadi manusia dengan ketinggian akal, budi, nalar, dan pikiran sehingga nantinya bisa menghasilkan energi penyembuhan bagi krisis di berbagai level kehidupan. Untuk menyelematkan Indonesia, politisi yang muncul di panggung kekuasaan harus tampil dengan cara menunjukkan diri bahwa mereka manusia. Bukan hewan, bukan monster, bukan drakula, bukan artis yang memoles diri agar enak dilihat sutradara, penonton, dan pemilik modal (Indra J. Piliang: Memimpikan Pemimpin Manusiawi, Rubrik Opini Harian Pagi Kompas, 21 Mei 2004).

  1. Mengajak khalayak untuk melakukan suatu tindakan tertentu yang dianggap relevan dan sifatnya mendesak. Contoh:

Rasanya tidak fair bila Gus Dur terganjal prosedur-prosedur yang ada di KPU, kendati dalam perspektif KPU hal itu sekadar menjalankan perintah undang-undang, yang sebenarnya bisa diinterpretasikan lain bagi pihak-pihak di luar KPU. Biarlah pemilih yang akan menentukan apakah Gus Dur layak jual atau tidak. Sistem pemilihan presiden langsung yang untuk pertama kali pada pemilu 2004 dimaksudkan agar pemilih mendapatkan kesempatan menentukan pilihan secara langsung. Biarkan rakyat yang menilai Abdurrahman Wahid (Refly Harun: Biarkan Rakyat yang Menilai Gus Dur, Rubrik Opini Harian Pagi Kompas, 22 Mei 2004).

  1. Mengutip pendapat tokoh, kitab suci, hadis, syair lagu, puisi, ungkapan, peribahasa, kata mutiara, atau kata-kata yang sangat populer dalam masyarakat.

Contoh:

Dalam ketiga konteks jawaban itulah, media massa kita pantas dipuji atas upayanya mendesak kampanye platfporm. Jika tidak, isi kampanye calon presiden kita akan persis seperti apa yang dikatakan komedian dan aktivis sosial Dick Gregory (1972) tentang dua jenis utama dalam politik: “Promises made to persons or group able to deliver the vote and called ‘patronageand promises made by canditates tho the votes which are most frequently called ‘lies’…” (Effendi Ghazali: Kampanye Platform?, Rubrik Opini Harian Pagi Kompas, 24 Mei 2004).

CARA MENUTUP ARTIKEL | ADP | 4.5