DAMPAK BUAH-BUAHAN IMPOR

By On Wednesday, September 30th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Jika kita berjalan-jalan ke Supermarket atau Pasar Tradisional di Jakarta dan ingin membeli buah-buahan, maka kita jumpai hampir seluruhnya memiliki label daerah asal yang tidak kita kenal dalam peta geografi Indonesia. Hal ini berarti buah-buahan tersebut tergolong komoditas impor. Kondisi ini amat memprihatinkan dari segi perdagangan internasional, apalagi jika dikaitkan dengan perdagangan bebas yang beberapa tahun lagi akan segera diwujudkan.
Sebelum perdagangan bebas menjadi kenyataan, perlu dikenali terlebih dahulu konsep yang men-jadi latar belakangnya. Konsep perdagangan bebas adalah mendistribusikan barang dan jasa agar dapat menjangkau,sfeluruh pelosok dunia dengan kualitas tinggi dan har^a terjangkau. Konsep ini dilatarbelakangi oleh potensi yang berbeda-beda yang dimiliki setiap negara, sehingga dengan keterbatasan setiap negara mampu mewujudkan potensi unggulannya.
Potensi-potensi unggulan inilah yang selanjutnya dikembangkan dan didistribusi dalam perdagangan bebas.
Atas dasar itu Indonesia perlu melihat potensi yang dapat diunggulkan. Secara historis negeri ini memiliki kekayaan sumberdaya hayati yang melimpah, sehingga mampu menambat kolonialis bermukim 350 tahun lamanya. Namun apakah setelah 51 tahun Kolonialis itu diusir dari negeri ini, Indonesia mampu memanfaatkan potensi yang ada untuk menjadi bangsa besar di dunia? Sepertinya hal ini belum terwujud, meskipun bila ditilik dari beberapa sisi telah menunjukkan kemajuan yang berarti.
Kiranya sering diberitakan di media massa, Indonesia mengimpor terigu, kedelai, bawang putih, beras ketan, dan beragam buahbuahan. Ironisnya lagi impor ter-sebut dibiayai dari dana impor alias utang luar negeri dan dana hasil penjualan produk berteknologi tinggi yang hanya “dimiliki” oleh segelintir orang yaitu karyawan yang berkecimpung di perusahaan tersebut.
Menilik pada buah-buahan impor yang telah merasuk ke setiap segmen pasar buah, perlu mendapatkan perhatian tersendiri. Masuknya buah-buahan impor yang cukup deras, sehingga mampu mengeruk devisa 7,8 juta U.S. dolar dan hanya diimbangi oleh ekspor yang nilainya 1,6 juta U.S. dolar (Kompas, 13 Agustus 1996), menunjukkan bahwa produksi buahbuahan dalam negeri belum terpola dengan baik.
Ada sesuatu yang perlu dikaji oleh kalangan pengambil kebijakan, akademisi, usahawan, masyarakat petani, maupun masyarakat konsumen. Bagi pengambil kebijakan apakah telah dilakukan perencanaan yang matang dan terkoordinasi dalam memajukan agro industri khususnya buah-buahan.

DAMPAK BUAH-BUAHAN IMPOR | ADP | 4.5