DASAR PERENCANAAN SISTIM BANGUNAN PINTAR (INTELLIGENT BUILDING SYSTEM/ IBS)

By On Friday, July 24th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Dalam merencanakan Sistim Bangunan Pintar (IBS), pertama harus diketahui tujuan dari pembangunan gedung perkantoran tersebut. Seseorang dapat bekerja dalam rumahnya sendiri, tetapi mempunyai kantor. Ini membuktikan bahwa ia harus lebih efektif dalam hubungannya dengan orang lain, perlengkapan-

perlengkapan dan informasi-informasi. Dengan orang lain, ia berhubungan dengan atasannya, bawahannya, dan para rekan-rekan rekan staff maupun manajer-manajernya.

Dengan perlengkapan, ia berhubungan dengan komputer, mesin fotocopy, faximile, telepon dan lain sebagainya. Dengan informasi, ia berhubungan dengan file-file pengetahuan para pekerja dimasa yang akan datang, hubungan antara orang dengan orang lain, orang dan perlengkapan, orang dan informasi akan selalu berubah. Konsep Sistem Bangunan Pintar (IBS) direncanakan dan dipersiapkan terhadap perubahan ini.

Jadi konsep Sistim Bangunan Pintar (IBS) bisa juga berarti :

  1. Fleksibilitas dalam Relokasi Manusia;
  2. Prasarana yang dapat menunjang peralatan;
  3. Prasarana yang dapat menunjang kegiatan- kegiatan informasi.

Latar Belakang Penggunaan Sistem Bangunan Pintar (IBS)

Alvin Toffler mengungkapkan dalam konsepsi kehidupan “UTOPIAN-ERA”, yaitu ten-tang perkembangan peradaban manusia yang diakibatkan oleh kemajuan dan teknologi pada masa yang akan datang. Perkembangan dunia bisnis dan teknologi amat cepat diperkirakan pada masa yang akan datang, sehingga akan timbul adanya revolusi dalamtata kerja. Perkembangan pesat diperkirakan 50% lebih merupakan kehidupai”. di Kantor terutama di negara-negara Jepang, Taiwan, Hogkong, Korea dan Singapura.

Pendataan tata kerja bisnis bangunan telah tercatat sebagai berikut:

Periode tahun 1973, penggunaan Peralatan Bangunan/Kantor secara manual dengan sistem kontrol yang sederhana.

Periode tahun 1974 – 1979, dengan adanya kemajuan teknologi, mulai digunakan otomasi secara individu.

Periode tahun 1980 – 1984, penggunaan otomasi secara kelompok (Building Automation sistim/BAS).

Periode tahun 1985, penggunaan Peralatan Bangunan / Kantor secara integrasi otomasi (automation integrated).

Perkembangan, penggantian tahun, perubahan-perubahan tata kerja terus berlangsung karena manusia memiliki suatu keinginan yang hakiki untuk komunikasi satu sama lain, termasuk juga dalam hal peralatan dan informasi. Selain itu ada sebab-sebab lain yang menyebabkan perubahan-perubahan terebut, yang menimbulkan adanya Bangunan Pintar )IBS), yaitu :

  1. Perkembangan Dunia Bisnis :
  2. Kebutuhan bisnis dan skitarnya (busi-ness environment);
  3. Management yang lebih efektif dan efisien;
  4. Memberikan kenyamanan dalam lingku-ngan kerja;
  5. Penggunaan energi yang lebih efisien;
  6. Meningkatnya kebutuhan akan ke-amanan.
  7. Pengaruh Perkembangan Ekonomi Dunia yang tidak menggembirakan :
  8. Mahalnya sewa ruang;
  9. Mahalnya tenaga kerja;
  10. Mahalnya biaya perawatan (maintenance cost);
  11. Mahalnya tanah;
  12. Mahalnya membangun.
  13. Perkembangan Teknologi:
  14. Kemajuan teknologi;
  15. Teknologi telekomunikasi;
  16. Komputer

 

Detail Konsep Sistim Gedung Pintar (IBS)

Pendekatan konsep pengembangan Sistem Gedung Pintar (IBS) secara menyeluruh meliputi

  1. Pendekatan arsitektur (architecture ap-proach).
  2. Sistem otomasi bangunan secara menyeluruh (integrated building automation system).
  3. Otomasi perkantoran dan telekomunikasi (office automation and telecommunication).
  4. Pendekatan Arsitektur :
  5. Lingkungan (Environmental)

1)            Pemikiran Umur Bangunan / Per-alatan (Life span Consideration)

  1. a) Umur bangunan
  2. b) Umur peralatan

2)            Bangunan Fleksibilitas (Fleksibili-tas Planning)

  1. a) Perubahan operasional (lembur/ 24 jam)
  2. b) Perubahan tuntutan peralatan dan tata ruang

3)            Operasi Dan Perencanaan Pera-watan (Operation Maintenance Planning)

  1. a) Penghematan enersi
  2. b) Penghematan pengoperasian
  3. c) Pemeliharaan mudah dan eko-nomis

4)            Perencanaan Ergonomis Amenity (Ergonomics Amenity Planning)

  1. a) Kenyamanan manusia (piskis dan fisik)
  2. b) Tuntutan manusia dan peralatan
  3. Sistim Konstruksi (Construction system)

1) Ketinggian Ruang (Lantai ke Lantai)

  1. a) Sistim struktur (structure system)
  2. b) Sistim Konstruksi (construction system)
  3. c) Sistim penghawaan (AC system)
  4. d) Sistem penerangan (lighting sys-tem)
  5. e) Sistem pencegah kebakaran (fire system)
  6. f) System pengabelan (wiring system)

Beban Lantai

  1. a) SistemOtomasi perkantoran (400 kg/m2 – 600 kg/m2)
  2. b) Perkembangan otomasi perkantoran makin kompleks
  3. Sistim Pengiriman Dokumen (Document Conveying System)

1)            Akomodasi Pengkabelan (Wiring Acomodation)

  1. a) Arah (Trend) perkembangan otomasi perkantoran
  2. b) Penyediaan wadah
  3. c) Management pengkabelan (wiring management)

2)            Ruang-ruang Fasilitas Sistim Bangunan Pintar (IBS)

  1. a) Ruang komputer (computer room)
  2. b) Ruang pimpinan (board room)
  3. c) Ruang pusat data (data centre room)
  4. d) Ruang pusat pengendali (central control BAS & security system).
  5. Sistim Otomasi Bangunan Yang Integrasi (Integrated BAS)
  6. Sistim Kontrol Penghawaan (AC Control system)

1)            Sistim Chiller (chiller system);

2)            Sistem distribusi udara (air distribution system);

3)            Manajemen enersi (energy management).

  1. Sistim Kontrol Lift (Lift Control System)

1)            Waktu tunggu yang paling minimal (minimal waiting time);

2)            Beban lift maksimum (maximal lift load);               K;/- f – Au

3)            Efisiensi enersi.

  1. Sistim Kontrol Penerangan (Light Control System)

1)            Skedul area (zone shceduling);

2)            Skedul program penerangan (sched-uling program);

3)            Manajemen enersi (energy management).

Widya Juni 1993 No. 93 Tahun ke X

  1. Sistem Manajemen Pencegah Kebakaran (Fire Management System)

1)            Zona deteksi kebakaran (fire detection zone);

2)            Alarm lokal (local alarm evakuasi);

3)            Alarm secara umum (general alarm).

  1. Otomasi Kontrol Dan Telekomunikasi (Office Automation &Telecommunication)
  2. Office Network, Office Service, Private Branch Exchange (PBX)

Konsep pengembangan ini juga disertai dengan konsep perancangan yang menginginkan :

1)            Fleksibilitas;

2)            Efisiensi enersi;

3)            Keandalan tinggi;

4)            Integritas secara sinergis;

5)            Mudah pemeliharaan (maintainabil-ity);

6)            Efektifitas pembiayaan (cost effec-tiveness).

 

Incoming search terms:

  • dampak positif dan negatif bangunan pintar
DASAR PERENCANAAN SISTIM BANGUNAN PINTAR (INTELLIGENT BUILDING SYSTEM/ IBS) | ADP | 4.5