DISPARITAS ETNO-SOSIOLOGIS

By On Sunday, November 23rd, 2014 Categories : Bikers Pintar

Dalam kerangka konseptual kebhinnekaan yang disepakati bersama, secara teoretis tampak tidak ada hambatan yang berarti. Namun kalau kita teijun ke lapangan masyarakat Indonesia yang nyata sebagaimana adanya, segera kita melihat adanya disparitas besar dalam beberapa hal, seperti:

1) Disparitas Etnis

Disparitas ini meliputi asal usul keturunan, termasuk sosok tubuh dan warna kulit. Ada suku berkulit kehitaman dan berambut keriting (keturunan Negro/Melanesia); ada pula suku yang berkulit kuning langsat dan berambut lurus (berasal dari daratan Cina Selatan, Vietnam, Muangthai dan sekitarnya). Suku lain mempunyai ciri-ciri ras Semit (Arab). Contoh ini hanya sebagian dari sekitar 300 suku yang ada di Indonesia. Hal ini tentu mempersulit integrasi, apalagi di samping perbedaan itu terdapat pula perbedaan temperamen. Ada suku yang bertemperamen mudah marah dan cepat bereaksi bila tersinggung. Ada pula suku yang berwatak suka menyembunyikan amarahnya untuk sementara waktu kemudian pada kesempatan lain mengeluarkan simpanan amarah itu sehingga meletus dalam bentuk perkelahian.

2) Disparitas Sistem Nilai Budaya

Disparitas ini berkaitan erat dengan disparitas etnis. Segi yang berbahaya dalam hal ini adalah adanya perbedaan jauh dalam laju kemajuan suku bangsa yang satu dengan suku bangsa yang lain, misalnya, suku bangsa di pulau Jawa dan di Irian Jaya. Kelambanan kultural (cultural lag) yang sangat mencolok ini menimbulkan rasa iri hati dan frustrasi.

3) Disparitas Kekayaan Material

Kemiskinan struktural maupun nonstruktural merupakan kelemahan dalam pembentukan integrasi nasional.

DISPARITAS ETNO-SOSIOLOGIS | ADP | 4.5