HAK ASASI MANUSIA DALAM UUD 1945

By On Thursday, July 2nd, 2015 Categories : Bikers Pintar

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan sesuatu yang penting di dalam kehidupan manusia, dalam bernegaea dan bermasyarakat karena setiap individu adalah anggota suatu masyarakat dan sekaligus warga negara dari suatu negara. Agar dalam hidup bermasyarakat yakni hubungan antara sesama individu tidak terjadi pertentangan dan supaya yang berkuasa tidak dengan sewenang-wenang bertindak, sehingga dapat merugikan rakyat, maka HAM itu perlu dijamin dan dilindungi, bahkan keberadaannya mutlak diperlukan.

Untuk mendapatkan pemahaman tentang HAM, Kaelan (1992) berpendapat hakekat manusia sebagai pangkal tolaknya. Notonegoro (1975) melukiskan bahwa hakikat manusia itu mempunyai 10 unsur pokok, yaitu :

  1. Menurut susunan kodratnya, maka manusia itu merupakan kesatuan jiwa dan raga/ tubuh. Jiwa terdiri atas akal, rasa, kehendak. Sedangkan tubuh terdiri atas unsurunsur benda mati, tumbuh-tumbuhan dan binatang.
  2. Menurut sifat kodratnya, maka manusia itu merupakan kesatuan individu dan makhluk sosial.

Menurut kedudukan kodratnya, maka manusia itu merupakan kesatuan individu dan makhluk sosial.

  1. Menurut kedudukan kodratnya, maka manusia itu merupakan kesatuan yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan.

Manusia sebagai makhluk yang wajar senantiasa ingin mencapai harkat dan martabatnya sebagai manusia. Untuk mencapai perkembangan pribadinya yang wajar dan mewujudkan kesejahteraan insani sepenuhnya, maka manusia harus meningkatkan kemampuannya yaitu lewat pendidikan. Hal ini berdasarkan kodratnya bahwa manusia itu mulamula lebih merupakan potensi, yang harus berkembang secara terus menerus untuk mencapai tujuan eksistensinya. Oleh karena itu hak untuk mengembangkan diri terutama lewat pendidikan adalah merupakan Hak Asasi Manusia.

Dalam merealisasikan akal, rasa dan kehendaknya manusia senantiasa membudayakan dirinya. Sebagai makhluk yang berbudaya maka manusia memerlukan bahasa sebagai wahana komunikasi. Dalam pengembangan estetisnya, maka manusia memerlukan kreativitas seni. Oleh karena itu manusia secara konkret memiliki hak untuk membudayakan dirinya.

Manusia adalah sebagai makhluk jasmaniah yang merupakan bagian dari alam semesta sebagai ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Oleh karena itu manusia juga memiliki unsuV unsur fisis biologis yang harus senantiasa dipelihara, dibina dan ditingkatkan. Oleh karena itu manusia memelrukan makanan yang cukup untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Dalam pengertian inilah maka manusia harus bekerja sehingga kesempatan bekerja adalah merupakan hak asasinya. Dengan pekerjaannya maka manusia akan mendapatkan sesuatu sebagai hak miliknya. Oleh karena itu hak milik adalah merupakan ham.

Sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial merupakan sumber nilai serta norma dalam rangka pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, misalnya tentang bentuk negara, tujuan negara, kekuasaan negara, sisitem demokrasi, serta segala aspek penyelenggaraan negara termasuk pelaksanaan HAM.

Dari sisi makhluk individu, manusia memiliki hak-hak sebagai kodrat manusia dan merupakan karunia Tuhan yang Maha Esa. Hak-hak tersebut perlu untuk diralisasikan serta dimanifestasikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia sebagai manusia. Namun dalam kenyatannya untuk mengembangkan potensi serta menjamin HAM tersebut tidaklah mungkin dilakukan oleh di-rinya sendiri. Apabila jaminan HAM dilaksanakan oleh dirinya sendiri maka tidak mustahil akan terjadi perbenturan kepentingan, sehingga akan nampak seperti yang dikatakan Thomas Hobbes manusia itu ‘homo homini lupus’. Oleh karena itu manusia membentuk suatu persekutuan hukum yang mampu melindungi dan menjamin HAM, dan dalam pengertian inilah manusia membentuk negara. Maka sudah dapat dipastikan bahwa dengan terbentuknya negara akan timbul pembatasan terhadap realisasi HAM, karena dengan terbentuknya negara maka dengan sendirinya manusia harus melaksanakan wajibnya.

Dengan mendapatkan pengertian Hak asasi yang bertolak dari hakekat manusia, maka HAM itu sangat penting dan perlu sekali dimasukkan ke dalam konstitusi serta setiap negara harus menghormatinya. Sejarah menunjukkan bahwa sejak Magna Charta (1215) orang telah berusaha untuk menempatkan jaminan atas HAM dalam berbagai piagam, sampai pada Universal Declaration of Human Rights (1948). Sejarah ketatanegaraan Indonesia juga mencatat penyusunan pasal-pasal mengenai Hak asasi di dalam UUD 1945. Yang menjadi persoalan adalah adakah persamaan-persamaan HAM yang terdapat dalam UUD 1945 dengan HAM dalam Universal Declaration on Human Rights (UDHR). Untuk menjawab persoalan ini maka pembahasannya akan bertolak dari pengertian HAM dan macamnya, sejarah perkembangan HAM, dan HAM dalam UUD 1945 dan HAM dalam UDHR.

HAK ASASI MANUSIA DALAM UUD 1945 | ADP | 4.5