HUBUNGAN ANTARA PEMUKAAN UUD 1945 DENGAN PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945

By On Tuesday, July 21st, 2015 Categories : Bikers Pintar

Sebagaimana telah disebutkan dalam Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/66 yang kemudian dinyatakan berlaku oleh MPR No. V/ MPR/1973 ditandaskan dengan tegas hubung-an antara Pembukaan dengan Proklamasi ada-lah: “Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci yang mengandung cita-cita luhur dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus dan oleh karena itu tidak dapat diubah oleh siapapun juga termasuk MPR hasil Pemilihan Umum, yang berdasarkan UUD 1945 pasal 3 dan pasal 37 berwewenang menetapkan dan mengubah UUD, karena mengubah isi Pembukaan berarti pembubaran negara”.

Dengan demikian Pembukaan rangkaian yang tak dapat dipisahkan dari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada hakekatnya adalah pencetusan segala perasaan-perasaan yang sedalam-dalamnya yang terbenam dalam kalbu rakyat Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan beserta ‘anak kandungnya’ yang berupa Pembukaan UUD’45 telah melukiskan Pandangan Hidup, tujuan hidup, falsafah hidup, dan rahasia hidup kita sebagai bangsa. Apabila Proklamasi itu merupakan suatu “Proclamation of Independence”, maka Pembukaan UUD’45 adalah merupakan “Declaration of Independence” Negara Republik Indonesia (Kansil, 1986).

Sulandra (1985) berpendapat bahwa isi pengertian yang terdapat dalam proklamasi pada pokoknya memuat dua hal, yaitu :

  1. Pernyataan kemerdekaan bangsa Indone-sia;
  2. Tindakan-tindakan yang segera harus diselenggarakan berhubung dengan kemerdekaan itu.

Berpegang kepada isi pengertian dan dengan memperhatikan keseluruhan isi pengertian yang terkandung dalam Pembukaan, khususnya alenia ketiga yang juga pada pokoknya memuat pernyataan kemerdekaan dan alenia keempat memuat tindakan-tindakan yang harus dilaksanakan setelah adanya negara, maka dapatlah ditentukan letak dan sifat hubungan antara Proklamasi dan Pembukaan.

  1. Disebutkan kembali pernyataan kemerdekaan dalam alenia ketiga Pembukaan menunjukkan bahwa antara Proklamasi dan Pembukaan merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
  2. Ditetapkannya Pembukaan pada tanggal 18 Agustus 1945 bersama-sama ditetapkannya UUD, presiden, dan wakil presiden merupakan realisasi bagian kedua proklamasi.
  3. Pembukaan hakikatnya merupakan pernyataan kemerdekaan yang lebih terperinci dengan memuat pokok-pokokpikiran adanya cita-cita luhur yang menjadi semangat pendorong ditegakkannya kemerdekaan, dalam bentuk negara Indonesia merdeka, berdaulat, bersatu, adil, dan makmur dengan berdasarkan asas kerohanian Pancasila.
  4. Dengan demikian, sifat hubungan antara Pembukaan dan Proklamasi adalah :
  5. Memberikan penjelasan terhadap dilaksanakan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, yaitu menegakkan hak kodrat dan hak setiap bangsa akan kemerdekaan dan demi inilah pula bangsa Indonesia berjuang terus-menerus sampai pada akhirnya mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaannya, (alenia I dan alenia II).
  6. Memberikan penegasan terhadap dilaksanakannya Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu bahwa perjuangan gigih menegakkan hak kodrat dan hak moral atas kemerdekaan itu adalah penjajahan atas bangsa Indonesia yang tidak sesuai dengan perikeadilan dan perekemanusiaan. Bahwa perjuangan bangsa In-donesia itu telah diridhoi oleh Tuhan yang Maha Esa sehingga pada akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaannya (Alenia I, II, dan III).
  7. Memberikan pertanggungjawaban terhadap dilaksanakannya Proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu bahwa kemerdekaan bangsa Indonesiayang diperoleh melaui perjuangan luhur, disusun dalam suatu UUD negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Pancasila. (Alenia IV).

Khususnya memperhatikan isi pengertian bagian kedua Proklamasi yang menetapkan tindakan-tindakan segera yang harus diselenggarakan berhubung dengan pernyataan kemerdekaan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Bagian pertama Proklamasi memperoleh penjelasan, penegasan, dan pertanggung-jawabannya pada bagian pertama sampai dengan keempat Pembukaan.
  2. Bagian kedua Proklamasi memperoleh penjelasan dan penegasan pada bagian keempat Pembukaan, yaitu :
  3. Hal tujuan negara;
  4. Hal undang-undang dasar negara yang akan disusun sebagai landasan pem- betukan pemerintah negara;
  5. Hal bentuk negara republik yang ber-kedaulatan rakyat;
  6. Hal atas kerohanian (filsafat) negara Pancasila.

Berpegang pada sifat hubungan antara proklamasi 17 Agustus 1945 dan Pembukaan yang tidak hanya menjelaskan dan menegaskan tetapi juga mempertanggungjawabkan Prokla-masi sehingga hubungan itu tidak hanya bersifat fungsional-korelatif, tetapi tegas bersifat monitis-organis. Artinya bahwa antara Proklamasi dan Pembukaan merupakan amanat kesatuan yang bulat. Apa yang terkandung dalam Pembukaan merupakan amanat keramat Proklamasi 17 Agustus 1945 (J.w. Sulandra, 1985).

Jadi kalau Proklamasi memberitahukan kepada kita dunia, bahwa rakyat Indonesia telah menjadi satu bangsa merdeka, dan merupakan sumber kekuatan dan tekad perjuangan kita, serta telah melahirkan dan membangkitkan kembali kepribadian bangsa Indonesia, maka Pembukaan UUD’45 memberikan pedoman- pedoman untuk mengisi kemerdekaan nasional kita, untukmelaksanakan usaha-usaha kenegaraan kita, untuk menginsyafi tujuan usaha memperkembangkan kebangsaan kita.

Proklamasi kemerdekaan yang berisi per-nyataan kemerdekaan adalah sumber hukum pembentukan negara kesatuan RI, karenatanpa Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, tidak ada negara RI. Proklamasi kemerdekaan itu kemudian diwujudkan dalam bentuk pernyataan kemerdekaan yang berbentuk Pembukaan UUD’45 khususnya alenia ketiga. KESIMPULAN.

Dari uraian-uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Proklamasi Kemerdekaan 17 gustus 1945 adalah titik kulminasi perjuangan kemer-dekaan bangsa Indonesiaguna mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu membentuk negara Indonesia merdeka, bersatu, dan berdaulat sempurna untuk mewujudkan masyrakat Indonesiayang adil dan makmurberlandaskan Pancasila serta ikut membentuk dunia baru yang damai abadi, bebas dari segala bentuk penindasan.
  2. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 diuraikan secara terperinci di dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai penjelasan, penegasan, dan pertanggungjawabannya.
  3. Pembukaan UUD 1945 mengandung cita- cita luhur proklamasi kemerdekaan dan memuat Pancasila sebagai dasarfilsafat dan pandangan hidup negara dan bangsa Indonesia serta merupakan satu rangkaian yang kuat dan tak terpisahkan dengan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  4. Pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila, tidak dapat diubah menurut hukum oleh siapapun dan bagaimanapun juga termasuk MPR hasil PEMILU yang berdasarkan pasal 3 dan pasal 37 UUD hanya berwenang menetapkan dan mengubah batang tubuh UUD saja karena mengubah Pembukaan UUD berarti pembubaran negara proklamasi.

 

Incoming search terms:

  • pernyataan kemerdekaan yang mengandung cita cita luhur proklamasi kemerdekaan disebut
  • pernyataan kemerdekaan yang mengandung cita-cita Luhur Proklamasi Kemerdekaan disebut
  • Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan Indonesia yang terperinci dan mengandung cita-cita yang luhur dari
  • cita cita luhur proklamasi kemerdekaan dan pancasila diuraikan secara jelas dalam
  • pembukaan UUD 45 sebagai pernyataan kemerdekaan indonesia yang terperinci dan mengandung cita cita yang luhur dari
  • proklamasi kemerdekaan diuraikan secara terperinci dalam
  • Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan indonesia yang terperinci dan mengandung cita cita yang luhur dari
HUBUNGAN ANTARA PEMUKAAN UUD 1945 DENGAN PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 | ADP | 4.5