INTEGRASI STATIS DAN INTEGRASI DINAMIS

By On Saturday, November 22nd, 2014 Categories : Bikers Pintar

Untuk lebih memahami bagian ini perlu diingat kembali hal-hal yang pernah diuraikan pada bagian pertama buku ini, yaitu unsur- unsur khas yang harus diperhatikan dalam membentuk kesatuan- kesatuan:

(1) Dalam kesatuan kelompok sosial, yang dipersatukan adalah individu-individu.

(2) Dalam kesatuan masyarakat, unsur-unsur yang dipersatukan ialah kelompok-kelompok kepentingan yang memiliki kebudayaan yang sama.

(3) Dalam kesatuan yang disebut masyarakat besar, unsur-unsur yang dipersatukan ialah suku-suku bangsa atau kelompok-kelompok etnis yang mempunyai kebudayaan, dan ideologi yang berlainan. Sebagai contoh kita ambil integrasi masyarakat besar

Indonesia yang terdiri dari suku-suku bangsa yang berbeda-beda dan tidak semua suku menganut agama yang sama. Berdasarkan pengalaman manusia selama berabad-abad, kita tahu bahwa manusia umumnya menginginkan segala sesuatu yang dibangunnya stabil di satu pihak, dan dapat dikembangkan (dinamis) di lain pihak. Seperangkat bangunan manusia yang diharapkan tetap berdiri tegak agar dapat dirasakan kegunaannya disebut benda-benda tak-bergerak, seperti bangunan gedung-gedung perumahan, jembatan-jembatan, monumen-monumen sejarah dan lain-lain. Bangunan-bangunan yang stabil itu bila dilihat dari segi fungsinya, disebut bangunan yang statis. Bangunan jenis itu tidak menjadi perhatian sosiologi.

Terdapat pula barang buatan manusia yang untuk jangka waktu relatif lama diharapkan tetap statis bentuk dan strukturnya. Tetapi sesudah kurun waktu tertentu bentuk dan strukturnya dapat diganti seirama dengan kemajuan teknologi. Misalnya: mobil, alat-alat komunikasi, alat-alat mekanika/elektronika dan sebagainya. Selain bangunan tersebut, terdapat pula jenis bangunan yang dibuat manusia dan yang bersifat abstrak, yaitu masyarakat. Dikatakan “abstrak” karena bentuknya tidak dapat dilihat. Bentuk masyarakat ada di dalam pikiran manusia-manusia pendirinya. Bentuk itu dapat diketahui kalau dikomunikasikan, ditulis dalam buku-buku atau tulisan lain. Yang pasti dapat dilihat dan diamati adalah unsur-unsur pembentuknya seperti kelompok-kelompok dan lembaga-lembaga sosialnya. Dalam kaitan ini baiklah diingat kembali, bahwa Comte, bapak sosiologi, mengajarkan bahwa masyarakat dapat ditinjau dari dua aspek: aspek statis dan aspek dinamis. Hal ini telah diterangkan di bagian lain dari buku ini.

Yang kita kaji sekarang bukanlah masyarakat tradisional umumnya, melainkan masyarakat makro, yang dijumpai dalam zaman modern ini, seperti masyarakat Indonesia, masyarakat India, masyarakat Amerika Serikat dan lain-lain. Masalahnya ialah, bagaimana suku-suku tertentu dari yang terkecil hingga yang terbesar bersama-sama dapat membentuk masyarakat yang lebih besar lagi yang disebut masyarakat modern yang sanggup menyelenggarakan fungsi sosio-kultural yang lebih besar. Dalam kerangka ini kita membicarakan integrasi makro sosial, dan selanjutnya integrasi statis dan integrasi dinamis.

Incoming search terms:

  • pengertian struktur sosial statis dan dinamis
  • pengertian statis dan dinamis dalam sosiologi
  • contoh sosiologi statis
  • pengertian aspek dinamis
  • contoh masyarakat statis
  • sosiologi statis dan dinamis
INTEGRASI STATIS DAN INTEGRASI DINAMIS | ADP | 4.5