KAITAN IDEOLOGI DAN FILSAFAT

By On Sunday, June 28th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Ideologi sebagai suatu rangkaian kesatuan cita-cita yang mendasar dan menyeluruh dan yang mengkait menjadi suatu sistem pemikiran yang logis, adalah bersumber pada fisafat. Filsafat yang secara harafiah mengandung arti kegandrungan mencari hikmah kebenaran dan arif kebijaksanaan dalam hidup dan kehidupan selalu berusaha memperoleh suatu pandangan menyeluruh bersatu dari pada hakekat alam semesta raya, dimana manusia itu hidup.

Dalam kaitannya dengan gilsafat, Roesian Abdulgani (1986) dalam Slamet Sutrisno (1986) berpendapat bahwa ideologi dapat dikatakan sebahai hasil filsafat yang sudah datang kepada kesimpulan, yang seakan-akan sudah tegak dan mantap dalam sikap dan pendiriannya hidup, dan yang tidak lagi terbang diawang renungan.

Dalam bidang ilmu pengetahuan orang berbicara masalah ‘pemahaman’ maka di dalamnya mengandung sejumlah pengerttan tertentu, yaitu :

  1. pemahaman dengan menggunakan akal budhi;
  2. pemahaman dengan menggunakan akal pikiran;
  3. pemahaman dengan menggunakan alat- alat inderawi sebagai sarananya.

Apabila orang hendak merubah bentuk pengertian pemahaman itu, menurut Soejono Soemargono (1986) dalam Slamet Sutrisno (1986) tahapan berpikir secara esensial-kefilsafatan, tahapan berpikir secara eksistensialpositif, dan tahapan berpikir secara operasional pragmatik.

Dengan berlandaskan susunan sistematik yang demikian itu apabila dihubungkan dengan masalah ideologi, khususnya ideologi Pancasila akan didapatkan skema atau bagan sebagai berikut :

  1. Filsafat Pancasila;
  2. Ilmu Pancasila;
  3. Ideologi Pancasila.

Apabila berpikir secara ilmiah, maka berpikir dengan pola sesuai dengan bagan itu haruslah bersifat runtut/konsisten. Di dalam berpikir tidak boleh terdapat pertentangan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya. Jadi secara konkrit bagan di atas memperlihatkan filsafat Pancasila dijabarkan ke dalam ilmu Pancasila dan ilmu Pancasila dijabarkan ke dalam ideologi negara Pancasila. Sehingga bisa ditarik bahwa ideologi terletak dalam tahapan berpikir secara operasionalprgamatik. Sedangkan filsafat Pancasila terletak dalam tahapan berpikir secara esensialkefilsafatan.

Sebagai contoh dalam pemikiran yang berbeda maka menghasilkan tema yang berbeda pula adalah dialektika Hegel dengan dialektika materialisme Karl Marx. Hegel seorang Filosof Jerman mengemukakan bahwa di dalam idea manusia itu terjadi dialektis, yaitu pertarungan antara thesa—antithesa— sintesa. Sintesa kemudian .di dalam proses pemikiran seSanjutnya menjadi thesa baru yang mengurHang antithesa baru dan selanjutnya melahirkan sistesa baru. Dan seterusnya demikian. Teori dialektik Hegel itu bertalian pula dengan kopercayaan terhadap Tuhan dengan dasar pemikiran bahwa Tuhan adalah sebab utama dari segalanya. Teori dialektik Hegel itu oleh Karl Marx dijungkir-balikkan yaitu dengan mendasarkan sesuatu itu bukan

kepada spirit tetapi kepada materi. Dengan demikian teori dialektika yang tadinya berada di alam idealisme dibawa ke dalam alam materialisme. Sehingga di dalam menganalisa segala perkembangan dan kejadian dalam masyarakat dianalisa secara dialektis-materialistis.

 

 

Incoming search terms:

  • antithesa
KAITAN IDEOLOGI DAN FILSAFAT | ADP | 4.5