KEPEMIMPINAN SEBAGAI HUBUNGAN KEKUASAAN

21 views

French (1956), Raven dan French (1958) mendefinisikan kepemim-pinan dalam kerangka pembedaan hubungan kekuasaan di antara para anggota suatu kelompok. Kekuasaan/kekuatan interpersonal dipandang sebagai akibat kekuatan maksimum di mana A dapat membujuk B minus kekuatan daya tahan di mana B dapat bergerak dalam arah yang berlawanan. Dalam hal ini terdapat lima dasar kekuasaan, coercive power, dan kekuasaan yang sah. Janda (1960) mendefinisikan kepemimpinan sebagai tipe hubungan kekuasaan yang berciri persepsi anggota kelompok tentang hak anggota kelompok untuk menentukan pola tingkah laku yang sesuai dengan aktivitas kelompok. Pelaksanaan kekuasaan secara tidak langsung dinyatakan oleh Warriner (1955) yang menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai bentuk hubungan antara manusia/individu yang mempersaratkan konformitas dengan tindakan masing-masing individu. Menurut Gerth dan Molls (1953), kepemimpinan, dipandang secara umum, adalah hubungan antara pemimpin dengan yang dipimpin di mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi daripada dipengaruhi karena sebagai suatu hubungan kekuasaan. Kepemimpinan mungkin diketahui mungkin pula tidak oleh pemimpin atau pengikut. Smith (1948) menyamakan kepemimpinan dengan kontrol dari proses interaksi. Bass (1960) mendefinisikan kepemimpinan dalam istilah yang sama.

Kekuasaan dipandang sebagai suatu bentuk dari hubungan saling pengaruh-mempengaruhi. Dalam hal ini dapat diobservasi bahwa pemimpin cenderung untuk mentransformasikan leadership opportunity kc dalam hubungan kekuasaan yang terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *