KETENTUAN PERCERAIAN MENURUT AGAMA ISLAM

By On Tuesday, August 25th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Islam menginginkan perkawinan yang kekal, suatu perkawinan merupakan sunatullah yang dengan perkawinan diharapkan manusia sebagai makhluk penyantun akan lahir sejumlah manusia yang berbakti kepada Allah dan bersilaturahmi dengan sesamanya seperti yang tertera dalam AlQur’an Surat An-Nisa 4:1. Isinya sebagai berikut “Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Oleh karena itu perkawinan yang dilakukan untuk sekedar bersenag-senang yang jangka waktunya terbatas (nikah mut’ah) adalah tidak syah namun demikian Islam tidak mengikat mati suatu perkawinan. Jika dalam masyarakat djumpai kehidupan perkawinan yang tidak baik, kehidupan suami’istri tidak dapat diperbaiki lagi atau tidak dapat dilanjutkan lagi, Islam membuka kemungkinan perceraian dengan jalan thafaq meriurut ketentuan syariat Islam, dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatasi keadaan bila suami istri tidak mungkin lagi hidup bersama (Nur-Asyik, 1985) IsfamVmembenarkan dan mengizinkan perceraian. lebih baik dari pada tetap berada dalam ikatan perkawinan. Islam menetapkan hak talaq berada di tangan suami sampai tiga kali, tapi hak itu tidak boleh dipergunakan secara semena-mena sebab talaq terlarang bila dilakukan tanpa sebab yang jelas. Sebaliknya talaq menjadi halal bila perceraian dilakukan dengan alasan yang dapat dibenarkan tapi kehalalannya ini merupakan sesuatu yang dibenci Allah seperti yang tertera dalam hadis Nabi Muhammad yang maknanya sebagai berikut “Talaq adalah sebagai perbuatan yang dimurkai Allah di antara perbuatan yang halal”. Lembaga Fasakh menurut ketentuan syariat Islam dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatasi bila istri tidak mungkin lagi hidup bersama suami. Istri punya hak untuk mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama daerah tempat tinggal tergugat. Bila tempat kediaman tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap atau tergugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan diajukan kepada Pengadilan di tempat kediaman penggugat, disertai dengan alasan.

KETENTUAN PERCERAIAN MENURUT AGAMA ISLAM | ADP | 4.5