KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN INSTITUSI SOSIAL

By On Saturday, November 15th, 2014 Categories : Bikers Pintar

Apabila kegiatan sosial telah diinstitusikan berdasarkan peng-amatan dapat dikatakan bahwa kegiatan tersebut mendapat sifat baru. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari suatu institusi dan oleh kare-nanya mempunyai daya laku yang lebih tinggi. Akibatnya ialah bahwa kegiatan tersebut sulit diubah, karena kegiatan tersebut menjadi bagian suatu organisme yang lebih besar. Perubahan suatu bagian harus disesuaikan dengan bagian-bagian yang lain dari keseluruhan organisme.

Keadaan seperti di atas membawa akibat positif maupun negatif bagi masyarakat. Untung rugi institusi sosial sebagian dapat disaksikan secara nyata, dan sebagian tersembunyi. Akibat yang terakhir ini hanya dapat diketahui melalui suatu penelitian yang cermat.

Keuntungan:

1)           Dalam suatu institusi cara bertingkah laku tiap-tiap orang sangat dipermudah oleh institusi itu, karena cara bertindak dan cara ber-pikir yang telah diterima umum, sudah tersedia baginya dalam institusi yang bersangkutan. Orang tidak perlu berpikir panjang lagi apa yang harus dilakukan, apa yang diperbolehkan, apa yang terlarang. Semuanya itu sudah tersedia dalam institusi dan mudah diketahui dalam bentuk pola kelakuan yangkhas pada institusi itu.

2)            Setiap institusi sosial menyediakan peranan-peranan sosial yang sesuai dengan sifat institusi itu. Hal ini membuka kesempatan bagi setiap orang dalam masyarakat luas untuk memilih peranan-peranan yang paling sesuai dengan kecakapannya memasuki institusi yang dirasa dapat mengembangkan bakat-bakatnya. Maka, institusi yang dipilihnya menjadi tempat penggalang hidup, pembim- bingdan penunjuk jalan yang dapat dipercayai. Hal ini menyangkut pula panggilan hidup setiap orang dan masalah pilihan institusi yang sesuai, baik yangbercorak profan (politik, hukum, pendidikan) maupun yang religius (misalnya serikat keagamaan yang kontemplatif atau yang aktif).

3)            Setiap institusi merupakan suatu badan pembina, suatu cabang sosio-budaya, yang terjamin stabilitas dan kelangsungannya, se-hingga menimbulkan rasa tenteram dan aman. Apabila nilai-nilai sosio-budaya tertentu yang dianggap penting terkena bahaya per-ubahan sosial, maka dalam suatu institusi tertentu masyarakat dapat mengharapkan kelestarian nilai-nilai tersebut.

4)            Institusi sosial pada umumnya berfungsi sebagai lembaga peng-awas atas keselarasan hidup banyak orang di masyarakat. Berkat fungsi positif dari institusi-institusi itu terbukti dari pengamatan bahwa kelakuan sosial dari warga masyarakat yang sejalan dengan kaidah-kaidah umum mendapat restu (secara diam-diam) dari institusi yang bersangkutan untuk diteruskan dan dikembangkan. Sebaliknya kelakuan yang menyimpang dari norma-norma umum mendapat kecaman dari institusi sosial. Dalam hal ini institusi sosial melaksanakan fungsi kritisnya yakni mencegah, minimal mengurangi penyelewengan sosial. Misalnya institusi keagamaan, sering mengecam praktek ketidakadilan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan yang melanggar hak-hak asasi manusia, khususnya manusia golongan lemah.

 

Kerugian:

Institusi sosial juga mendatangkan kerugian bagi masyarakat. Kerugian (disfunction) yang dibawa oleh institusi itu terbukti dari hasil pengamatan terhadap keadaan masyarakat dahulu maupun sekarang.

Segi-segi yang merugikan antara lain:

1)            Institusi sosial sering menghambat kemajuan masyarakat. Hal ini terjadi kalau keadaan zaman berubah, dan masyarakat luas merasa perlu mengadakan perubahan dalam cara berpikir dan bertindak, sesuai dengan irama zaman, meninggalkan cara kerja yang sudah usang, membuang peraturan-peraturan yang sudah ketinggalan zaman. Hambatan semacam itu lazim dijumpai dalam institusi hukum dan institusi agama. Peraturan lama dari kodeks hukum dan dari pimpinan agama yang mestinya sudah harus ditinggalkan dan diganti dengan peraturan baru, ternyata masih dipertahankan pimpinan institusi yang bersangkutan.

2)            Institusi sosial dapat menghimpit orang-orang dalam. Keadaan ini terjadi apabila peraturan-peraturan yang tidak sesuai lagi dengan zaman masih tetap diberlakukan atau jika praktek-praktek yang melawan keadilan masuk dalam institusi dan dibiarkan beijalan terus oleh pimpinan. Dalam hal demikian orang dalam sendiri, yang masih berpegang pada pola keadilan, akan merasa terhimpit dan terjepit. Bila ia berani melawan arus adat itu, ia akan dipandang sebagai orang “ganjil”. Prakarsa baik yang baru sering kali gagal karena berlawanan dengan adat kebiasaan institusi yang sudah ada. Dengan kata lain, orang tidak bebas lagi untuk bergerak atau bertindak lain. Hal semacam itu sering menimbulkan kekecewaan. Jadi institusi ialah menghambat perubahan sosial yang positif. Hanya orang yang hidupnya berorientasi ke masa lampau tidak suka akan perubahan dan pembaharuan, tidak bersedia menerima kekurangan yang timbul dari institusi.

Incoming search terms:

  • keuntungan dan kerugian lembaga sosial
  • keuntungan lembaga sosial
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN INSTITUSI SOSIAL | ADP | 4.5