KOMBINASI TERUMBU BUATAN DENGAN JARING LINGKAR BUBU

By On Monday, August 10th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Kedua teknologi ini dilapangan belum pernah dicoba bersama. Kombinasi kedua tekno-logi secara khusus digunakan untuk eksploitasi ikan hias. Penangkapan ikan pada terumbu buatan dapat dilakukan dengan beberapa macam alat tangkap antara lain bubu gilnet dan tramelnet. Bubu sebagai alat tangkap dengan sifatnya sebagai penangkap mempunyai kelemahan harus menunggu dalam waktu lama untuk memperoleh ikan dalam jumlah banyak. Selain itu juga bila ikan terlalu lama dalam bubu akan mengalami kerusakan (luka-luka) pada organnya yang menyebabkan ikan hasil tangkapannya berkualitas rendah. Gilnet dan tramelnet sebagai alat tangkap akan membawa hasil ikan tangkapan mati semuanya.

Suatu alat tangkap alternatif untuk menangkap ikan dalam terumbu buatan adalah jaring lingkar bubu. namun demikian untuk memadukan kedua teknologi tersebut harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

ukuran terumbu buatan dan jaring lingkar bubu harus sesuai besarnya letak terumbu buatan tidak terlalu dalam (maksimum 10 meter) tinggi terumbu buatan tidak boleh melebihi sayat jaring lingkar bubu Dengan memperhatikan persyaratan tersebut di atas, kombinasi terumbu buatan dan jaring lingkar bubu mempunyai keuntungan- keuntungan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan pendapatan nelayan.

Di atas dikatakan terumbu buatan mampu meningkatkan produksi 16 – 20 kg/m2 per tahun ikan karang. Peningkatan sebesar ini sangat besar artinya karena pada umumnya nilai ekonomi ikan karang lebih tinggi dibandingkan ikan-ikan laut lainnya. Khususnya ikan hias peningkatan sedikit saja dapat menambah penghasilan nelayan berlipat ganda, mengingat harganya yang mahal. Sebagai perbandingan disini, misalkan 0,5 dari 20 kg adalah ikan hias, kalau diasumsikan setiap ekor 200 gr berarti terdapat 50 ekor. Jika dikonversikan ke dalam rupiah dari harga ikan hias yang paling murah satu ekor seribu rupiah maka nilai tambahnya Rp.50.000,-. Ditambah dengan 10 kg ikan karang lainnya, umpamakan per kg harganya Rp.3.000,- maka penambahan total menjadi Rp.80.000,-. angka ini bukanlah kecil bila terdapat beribu-ribu m2 terumbu buatan. Penelitian di Jepang mendapatkan keuntungan per meter kubik sebesar $ 30/tahun (White dkk, 1990). Lokasi terumbu buatan dapat dipilih. Sehingga dapat ditempatkan pada jarak yang dekat dari perkampungan nelayan dan pantai. Jarak yang dekat memberikan keuntungan dari segi operasional. Selain menghemat biaya juga menghemat waktu. Dari segi biaya, bila sekali operasi mengurangi solar 3 liter berarti bisa menghemat rupiah 1.800. Waktu yang tersisa dapat digunakan untuk mencari nafkah sampingan misalkan saja bercocok tanam. Nah betapa besar nilai tambah tersebut dengan adanya artificial reef. Sumbangan ini dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dari segi ketahanan jaring lingkar bubu, nelayan mendapatkan keuntungan jaringnya tahan lama. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan oleh Balai Penelitian Perikanan Laut, jaring lingkar bubu yang digunakan untuk menangkap ikan hias di areal terumbu alami masih bisa dioperasikan dengan baik hingga 2 tahun (Amin dan Mahisworo, 1991). Dengan membandingkan bahwa jaring yang digunakan itu dapat terobek karena tersangkut dikarang, sedangkan jaring yang digunakan pada terumbu buatan tidak terobek maka nelayan mempunyai keuntungan ekonomis dari daya tahan jaring.

  1. Menjaga kelestarian sumberdaya ikan

Eksploitasi biasanya dikaitkan dengan pengurangan sumberdaya. Penggunaan terumbu buatan dan jaring lingkar bubu adalah merupakan eksploitasi yang berwarasan lingkungan karena menekankan pada kelestarian sumberdaya. Terumbu buatan dengan fungsinya sebagai tempat berlindung sekaligus tempat breeding dan asuhan, bukan saja menjaga kelestarian sumberdaya bahkan meningkatkan. Sebagai contoh ikan-ikan yang menggunakan terumbu buatan adalah Chaetodonidae (ikan angel/kupu-kupu), Balistidae (triger), Pomacentridae (betok), Serranidae (kerapu), Holocentridae (swanggi) dan lain-lain. Penggunaan Jaring lingkar bubu sebagai alat tangkap dapat diseleksi hanya diambil ikan-ikan yang sesuai dengan konsumsi. Dengan demikian ikan yang dalam keadaan memijah atau masih juvenii bisa dilepas kembali untuk melangsungkan pertumbuhan dan berkembang biak. Sehingga kesinambungan sumber daya ikan akan berlangsung terus menerus. Pengamatan pada terumbu buatan yang di bu-at oleh Puslitbangkan di Bali dan Kep. Seribu

  1. Tidak mencemari lingkungan

Fungsi lain dari terumbu buatan dapat mengurangi kekuatan arus, sehingga dapat mencegah abrasi pantai. Terumbu buatan juga menyediakan substrat untuk pertumbuhan karang dan berbagai biota karang lainnya. Dengan tumbuhnya berbagi biota tersebut dapat menciptakan suatu komunitas baru yang dapat memperbiki kondisi kualitas perairan dan selanjutnya akan terjadi siklus rantai makanan. Berbagai jenis biota yang tumbuh pada terumbu buatan (Bayne dan Szmant, 1987) adalah menunjukkan ikan-ikan yang memanfaatkan terumbu buatan sebagai tempat memijah ada-lah Apogon sp. (serinding), Thallasoma sp. (bayeman), Anthias sp, Pomacentrus sp. (betok), Heniochus sp. (layaran) dan Chantigaster sp. (sebangsa buntel). Salah satu jenis ikan penghuni terumbu buatan terlihat pada foto 1. Biota-biota tersebut sangat sensitif terha-dap pencemaran. Bila penangkapan pada terumbu buatan menggunakan bahan beracun misalnya sianida akan mematikan kehidupan tersebut di atas. Sianida menghalangi kerja enzim sitokrom oksidase yang berperan dalam respirasi berbagai organisme. Lain halnya jika penangkapan ikan digunakan jaring lingkar bubu keberadaan biota-biota tersebut akan terjaga. Pemasangan jaring lingkar bubu ditempatkan dibagian luar daripada terumbu buatan sehingga tidak mengganggu kehidupannya.

  1. Ikan Hasil tangkapan mempunyai kualitas yang tinggi

Ikan yang sehat adalah merupakan tujuan utama dari penangkapan baik untuk konsumsi pangan maupun untuk hiasan. Penangkapan dengan jaring lingkar bubu membawa hasil tangkapan ikan yang hidup segar dan tidak luka. Ikan yang segar bila dipelihara sebagai hiasan dapat bertahan lama. Bila penangkapan digunakan bahan beracun, walaupun ikannya hidup tetapi dalam pemeliharaan hanya bertahan beberapa minggu (Rubec, 1988). Penangkapan dengan jaring lingkar bubu, ikan yang tertangkap mengalami rantai handling yang relatif singkat dan terhindar dari pemaparan bahan-bahan beracun atau faktor lain yang tidak menguntungkan. Hal ini ikan sedikit mengalami stress, sehingga kualitas ikan juga tinggi.

 

  1. Sebagai obyek wisatawan selam (diving) dan sport fishing

Sektor pariwisata bahari merupakan salah satu sasaran pembangunan jangka panjang 25 tahun kedua. Untuk menunjang keberhasilan pariwisata telah dilakukan pemetaan lokasi penyelaman dan pemancingan. Terumbu buatan dengan konstruksi yang berbagai macam juga menarik banyak wisatawan. Pengumpulan ikan hias pada terumbu buatan akan memudahkan para wisatawan penyelam lebih mudah untuk menikmati keindahan ikan. Jenis-jenis ikan yang dapat dinikmati dengan menyelam pada terumbu buatan antara lain : Abudefduf saxatilis (sersan mayor), Chaetodon klainii (angel), Aulostoma sp., (ikan pipa), Pterois volitans (ikan lepu ayam), Amphiprion sp. (ikan giru), Plotusus sp. (ikan sembilang), Cheilinus fasciatus (nuri), Pomacanthus impe/ator (Batman), Balistoides sp. (triger), Pomacan-thus imperator (Batman). Selain itu pada terumbu buatan baik sekali untuk pemancingan. Ikan-ikan hasil pancingan seperti antara lain: Epinephellus sp. (kerapu), Letrinus sp. (lencam), Lutjanus sp. (kakap), Choerodon sp. (mogong) dan Scolopsis sp. (pasir-pasir). Dengan semakin digalakkannya wisata bahari, terumbu buatan akan menunjang tahun kunjungan wisata Indonesia.

  • Terumbu buatan dapat meningkatkan sumberdaya perikanan. Penangkapan ikan pada terumbu buatan dapat digunakan jaring lingkar bubu.
  • Seleksi hasil penangkapan ikan dengan jaring lingkar bubu dapat melestarikan sumber daya perikanan.
  • Ikan hasil tangkapan jaring lingkar bubu dalam keadaan sehat dan dalam pemeliharaan aquarium akan lebih tahan lama.
  • Penangkapan ikan pada lokasi terumbu buatan menghemat biaya operasional.
  • Terumbu buatan selain meningkatkan sumber- daya perikanan juga dapat membentuk ekosistem dan merupakan daya tarik sebagai obyek wisata bahari.
  • Kombinasi terumbu buatan dan jaring lingkar bubu merupakan teknologi sederhana yang dapat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan.

 

KOMBINASI TERUMBU BUATAN DENGAN JARING LINGKAR BUBU | ADP | 4.5