LIMA FUNGSI UTAMA PERS

By On Sunday, May 10th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Dalam berbagai literatur komunikasi dan jurnalistik disebutkan, terdapat lima fungsi utama pers yang berlaku universal. Disebut univeral, karena kelima fungsi tersebut dapat ditemukan pada setiap negara di dunia yang menganut paham demokrasi, yakni:

  1. Informasi (to inform)
  2. Edukasi (to educated)
  3. Koreksi (to injleunce)
  4. Rekreasi (to entertaint)
  5. Mediasi (to mediated)
  6. Informasi

Fungsi pertama dari lima fungsi utama pers ialah menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat yang seluasluasnya. Setiap informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteria dasar: aktual, akurat, faktual, menarik atau penting, benar, lengkap-utuh, jelas-jernih, jujur-adil, berimbang, relevan, bermanfaat, etis.

  1. Edukasi

Apa pun informasi yang disebarluaskan pers hendaknya dalam kerangka mendidik (to educated). Inilah antara lain yang membedakan pers sebagai lembaga kemasyarakatan dengan lembaga kemasyarakatan yang lain. Sebagai lembaga ekonomi, pers memang dituntut berorientasi komersial untuk memperoleh keuntungan finansial. Namun orientasi dan misi komersial itu, sama sekali tidak boleh mengurangi, apalagi meniadakan fungsi dan tanggung jawab sosial pers. Dalam istilah sekarang, pers harus mau dan mampu memerankan dirinya sebagai guru bangsa.

Seperti ditegaskan Wilbur Schramm dalam Men, Messages and Media (1973), bagi masyarakat, pers adalah watcher, teacher, and forum (pengamat, guru, dan forum). Pers setiap hari melaporkan berita, memberikan tinjauan atau analisis atas berbagai peristiwa dan kecenderungan yang terjadi, serta ikut berperan dalam mewariskan nilai-nilai luhur universal, nilai-nilai dasar nasional, dan kandungan budaya-budaya lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya secara estafet.

  1. Koreksi

Pers adalah pilar demokrasi keempat setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Dalam kerangka ini, kehadiran pers dimaksudkan untuk mengawasi atau mengontrol kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif, dan kekuasaan yudikatif agar kekuasaan mereka tidak menjadi korup dan absolut. Seperti ditegaskan Lord Northchliffe, pujangga Inggris abad 18, kekuasaan cenderung disalahgunakan dan kekuasaan yang bersifat absolut cenderung disalahgunakan secara absolut pula (power tends to currups and power absolut tend to corrups absolutly too). Untuk itulah, dalam negara-negara penganut paham demokrasi, pers mengemban fungsi sebagai pengawas pemerintah dan masyarakat (watchdog function). Pers akan senantiasa menyalak ketika melihat berbagai penyimpangan dan ketidakadilan dalam suatu masyarakat atau negara. Dengan fungsi kontrol sosial (social control) yang dimilikinya itu, pers bisa disebut sebagai institusi sosial yang tidak pernah tidur. Ia juga senantiasa bersikap independen atau menjaga jarak yang sama terhadap semua kelompok dan organisasi yang ada. Betapa pun demikian, perlu ditegaskan bahwa pers bukan lah hakim yang berhak memvonis, bukan jaksa yang berhak melakukan tuntutan dan dakwaan, serta bukan pula aparat kepolisian yang berhak melakukan penangkapan, penyelidikan, dan penyidikan. Apa artinya? Dalam mengemban fungsi kontrol sosial pun, pers pun tunduk pada ketentuan perunaangundangan yang berlaku. Pers tidak steril dari norma-norma sosial budaya agama setempat. Pers tidak kebal hukum, apalagi kalau pers dianggap adalah hukum itu sendiri. Siapa pun yang dirugikan oleh pers bisa mengajukan gugatan hukum apabila penyelesaian melalui koridor yang ada seperti penggunaan hak koreksi, hak jawab, dan pengajuan nota keberatan terhadap Dewan Pers, dianggap tidak memuaskan.

  1. Rekreasi

Fungsi keempat pers adalah menghibur. Pers harus mampu memerankan dirinya sebagai wahana rekreasi yang menyenangkan sekaligus yang menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat. Artinya apa pun pesan rekreatif yang disajikan, mulai dari cerita pendek sampai kepada teka-teki silang dan anekdot, tidak boleh yang bersifat negatif apalagi destruktif. Pers harus jadi sahabat setia pembaca yang menyenangkan. Karena itulah berbagai sajian hiburan yang bersifat menyesatkan, harus dibuang jauh-jauh dari pola pikir dan pola perilaku pers sehari-hari.

  1. Mediasi

Mediasi artinya penghubung. Bisa juga disebut sebagai fasilitator atau mediator. Setiap hari pers melaporkan berbagai peristiwa yang terjadi di dunia dalam lembaran-lembaran kerjas yang tertata rapi dan menarik. Dengan kemampuan yang dimilikinya, pers telah menghubungkan berbagai penstiwa yang terjadi di berbagai belahan bumi dengan kita yang sedang duduk di ruang tamu atau sedang bersantai di sofa. Karena perslah kita mengetahui aneka peristiwa lokal, nasional, regional, dan internasional dalam waktu singkat dan bersamaan. Singkat, karena kita hanya memerlukan beberapa menit untuk mengetahuinya. Bersamaan, karena pada halaman yang sama, disajikan juga berita tentang peristiwa sejenis atau peristiwa lain dari tempat yang berbeda.

Dengan fungsi mediasi, pers mampu menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain, peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain, orang yang satu dengan peristiwa yang lain, atau orang yang satu dengan orang yang lain pada saat yang sama. Sebagai contoh, melalui sajian iklan baris otomotif, pers telah menghubungkan ratusan ribu calon penjual mobil dengan ratusan ribu calon pembeli mobil secara serempak tanpa kehadiran secara fisik di satu tempat. Calon penjual ada di banyak tempat, calon pembeli pun ada di banyak tempat yang lain. Komunikasi cukup dilakukan melalui pesawat telepon. Saat verifikasi atau transaksi, barulah dituntut kehadiran bersama secara fisik di satu tempat yang sama. Penjelasan seperti inilah yang telah mengantarkan McLuhan sampai kepada kesimpulan, pers adalah perpanjangan manusia.

Incoming search terms:

  • fungsi utama pers
  • 5 fungsi pers
  • tugas utama pers
  • sebutkan tugas utama pers
  • fungsi pers sebagai mediasi
  • pengertian pers sebagai mediasi
  • pekerjaan pers yang utama adalah
  • 5 fungsi utama pers
  • pers sebagai mediasi
  • fungsi yang membedakan pers sebagai lembaga kemasyarakatan
LIMA FUNGSI UTAMA PERS | ADP | 4.5