MEKANISME PERLINDUNGAN KATHODIC

By On Wednesday, July 1st, 2015 Categories : Bikers Pintar

Pernyataan tentang efek penggandengan dua logam tak sejenis dapat dibahas sebagai berikut:

  1. Deret galvanik meramalkan bahwa logam lebih aktif akan menjadi anoda apabila gandengan itu membentuk sebuah sel korosi basah, sementara logam yang lebih mulia akan menjadi katoda;
  2. Laju korosi logam lebih aktif mengalami percepatan, sementara laju korosi logam lebih mulia menjadi terhambat.

Perlu diperhatikan bahwa kemungkinan katoda masih terkorosi, tergantung besar polarisasi katodik yang diinduksikan. Seperti terlihat, bahwa polarisasi zink ketika tergandeng dengan besi yang sangat kecil, merupakan faktor yang sangat tinggi nilainya dalam upaya-upaya proteksi katodik. Teori dasar yang dipergunakan adalah bila pemberian potensial menjadi lebih negatif, menyebabkan kondisi logam akan berpindah kezona kekebalan. Perlu diingat bahwa perbedaan antara zona korosi dan zona kekebalan semata-mata hanya berpijak pada definsi, dengan kata lain, yang menjadi batas antara kedua zona itu adalah keadaan dengan konsentrasi besi dalam keseimbangan, yaitu 10″ M. Keadaan ini terjadi pada potensial kurang dari — 800 m VSSC pada pH 7 Meskipun logam berada di daerah kekebalan sesuai dengan definisi, reaksi korosi masih bisa berlangsung, berarti reaksi-reaksi anodik dan katodik bervariasi terhadap potensial. Semakin negatif potensial, semakin lambat reaksi anodik. Sebaliknya reaksi katodik justru semakin cepat, akibatnya logam menjadi lebih katodik.

Cara kerja perlindungan katodik dengan anoda tumbal adalah menggunakan konsel tentang sel korosi basah, bahwa dalam suatu sel, anodalah yang terkorosi, sedangkan yang tidak terkorosi adalah katoda. Masalah pencegahan korosi terhadap sebuah struktur lo-gam, yaitu mengatur agar sturktur tersebut bertindak sebagai katoda dalam suatu sel korosi, menyebabkan sturktur tidak akan mengalami korosi. Perlindungan yang diberikan oleh zink menjadi luar biasa seandainya logam itu dapat dilarutkan dengan laju yang kurang lebih konstan. Sayang sekaii, biasanya yang terjadi tidak demikian. Zink murni yang tersedia di pasaran, terkorosi di air iaut sambii membentuk selapis kulit kedap air yang sangat membatasi keluaran arusnya. Di antara bahanbahan yang tidak murni seperti : besi, tembaga dan timbal, yang paling menimbulkan efek merusak terhadap katoda adalah besi. Kelarutannya dalam zink demikian rendah ( < 0,0014 persen) sehingga kalau berlebih maka kelebihan itu akan berupa partikelpartikel terpisah. Ini, pada gilirannya, membentuk sel galvanik lokal yang menghasilkan suatu lapisan zink hidroksida yang tidak dapat larut, dan tidak menghantarkan Iistrik, yang akhirnya menjadi anoda tidak efektif. Apabila zinc dan besi dihubungkan dalam sebuah electrolit, perbedaan potensial elek-trikal berkembang dan sebuah sel elektrolit dibentuk (gambar 4). Zink adalah lebih aktif secara lektrochemical daripada besi, seperti diperlihatkan dalam hubungan serie galvanis diatas. Zink akan menjadi anoda pada seluruh besi, melindungi pembentukan daerah-daerah anodic dan kathodic kecil pada permukaan besi.

 

DENGAN GALVANIS

Salah satu cara untuk mencegah karat adalah dengan memberi lapisan pelindung yang tidak dapat ditembus oleh udara basah dan tidak berhubungan langsung dengan logam induk. Banyak benda disekitar kita yang diberi sentuhan akhir berupa lapisan logam baik untuk melindungi maupun untuk memperindah logam yang ditutupinya yang menyediakan kekuatan, kekakuan, dan sifat dapat dibentuk. Lapisan metalik merupakan penghalang yang berkesinambungan antara permukaan logam dan lingkungan sekelilingnya. Sifat-sifat ideal pelapis dari logam ini dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Logam pelapis harus jauh lebih tahan ter-hadap serangan lingkungan dibanding logam yang dilindungi;
  2. Logam pelapis tidak boleh memicu korosi pada logam yang dilindungi seandainya mengalami goresan atau pecah dipermukannya;
  3. Sifat-sifat fisik, sepWti kelenturan dan kekerasannya, harus cukup memenuhi persyaratan operasional struktur atau komponen yang bersangkutan;
  4. Metoda pelapisannya harus bersesuaian dengan proses fabrikasi yang digunakan untuk membuat produk akhir;
  5. Tebal lapisan harus merata dan bebas pori-pori (Persyaratan ini hampir tidak mungkin dipenuhi).

Lapisan galvanis hot-dip melindungi permukaan besi-baja yang memenuhi persyaratan diatas dan jauh lebih sempurna daripada lapisan cat plastik. Jika baja yang telah dibersihkan kemudian dicelup kedalam cairan zink, maka lapisan yang terbentuk karena reaksi antara baja dan zink cair membentuk suatu alliage (zink + baja). Oleh karena itu lapisan galvanis akan lebih tahan terhadap kerusakan fisik daripada cat, dan daerah yang sulit dijangkaupun juga secara sempurna dilapis dengan zink. Walaupun ada celah kecil (seperti goresan) pada lapisan besi-baja tetap terlindung dari proses karat dan juga melindungi agar karat tidak merembes dibawah lapisan zink, hal ini disebabkan oleh karena potensial yang terjadi antara zink dan baja, yang mengakibatkan zink dikikis lebih dahulu dari besi-baja, berarti baja tersebut dapat dilindungi dari korosi. Lapisan galvanis hot-dip memberi jaminan perlindungan yang lebih dibandingkan dengan lapisan cat, walaupun secara umum zink bereaksi dengan air ataupun udara, yang berakibat terbentuknya lapisan yang bersifat padat sehingga mengurangi oksidasi dari zink dan daya tahannya tergantung dari ketebalan lapisan zink.

 

 

MEKANISME PERLINDUNGAN KATHODIC | ADP | 4.5