MEKANISME TIMBULNYA RASA SAKIT

By On Monday, June 29th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Besarnya tubula dentin bervariasi sesuai dengan anatomi gigi. Umumnya tubula lebih besar pada daerah persambungan pulpa dengan dentin jika dibandingkan dengan pada daerah persambungan enamel dengan dentin. Enamel dan dentin merupakan jaringan yang tak statis selama kehidupan. Dengan bertambahnya usia, tubula dentin akan menyempit oleh karena adanya pengendapan peritubular Tubula dentin berisi cairan dengan komposisi seperti plasma. Cairan ini berganti baik dari sisi luar yaitu dari pulpa ke arah dentin, maupun dari sisi dalam yaitu dari enamel ke arah pulpa. Bergantinya cairan antara pulpa dan dentin berguna untuk rnenjaga agar pulpa gigi tetap vital. Garam-garam kalsium dari sirkulasi pulpa masuk ke tubula.

Pulpa gigi dipersarafi oleh cabang-cabang saraf yang membentuk jala-jala padat pada daerah sub odontoblas yang dinamakan plexus Raschkow. Serabut-serabut saraf dari plexus pada sub odontoblas terpenetrasi ke pra dentin dan meluas ke dalam tubulus dentin. Pada usia muda dalam dentin tidak dijumpai saraf. Dengan bertambahnya usia, fibril-fibril saraf yang berasal dari pulpa dapat dijumpai pada pra dentin (=bagian dentin yang belum mengalami kalsifikasi) oleh karena terjepit pada waktu pembentukan dentin. Tubula dentin menyebarkan cabang-cabang saraf ke arah per-sambungan dentin dengan enamel. Ujungujung saraf pada lapisan odontoblas berfungsi sebagai reseptor sakit.

Dikenal dua teori yang menjelaskan mengenai mekanisme timbulnya rasa sakit pada hypersensitive dentin (. Teori pertama melibatkan struktur saraf dalam tubula dentin dan tpi odontoblas. Teori kedua yang paling dapat diterima sampai sekarang yaitu teori hidrodinamik dari Branstorm (1963). Teori ini menyatakan bahwa pergerakan cairan dalam tubula dentin ke dalam dan ke luar pada saat ada rangsangan akan merangsang reseptor mekanik pada plexus Raschkow yang akhirnya menghasilkan impuls sakit. Teori ini dibuktikan dengan merangsang dentin dengan larutan hipertonik (misal sukrosa). Cairan dalam tubula dentin akan tertarik keluar yaitu ke arah la-rutan yang hipertonik. Bila rangsang dingin diletakkan pada perrnukaan dentin maka cairan dalam tubula akan berkontraksi dan terkumpul di luar sehingga terjadi peningkatan aliran cairan dari pulpa untuk mengisi daerah tubula yang kosong. Tiupan udara pada perrnukaan dentin menyebabkan pengeringan cairan dalam tubula dan peningkatan aliran cairan dari pulpa ke daerah sub odontoblas. Peningkatan aliran cairan dalam tubula akan mrngaktivasi ujung-ujung saraf dari plexus Raschkow. Tekanan hidrodinamik yang timbul oleh perubahan temperatur dalam tubula dentin cukup untuk merangsang ujung saraf sensoris (Lrowbridge dkk.,1980).

Timbulnya rasa sakit juga dapat disebabkan karena tubula dentin yang terbuka memungkinkan bakteri yang terkumpu! pada permukaan gigi tumbuh ke dalam tubula dan sampai ke pulpa. Toksin kuman dapat mencapaipulpa terlebih dahulu sebelum kumannya dan menyebabkan reaksi radang. Respon radang pada jaringan pulpa yang berbatasan dengan dentin dapat mempengaruhi timbulnya rasa sakit karena serabut-serabut saraf dalam tubula menjadi sensitif terhadap iritasi, disamping itu mediator kimiawi radang akan meningkatkan permeabilitas dari dentin.

MEKANISME TIMBULNYA RASA SAKIT | ADP | 4.5