MENGENAL ANEMIA APLASTIK

By On Friday, August 28th, 2015 Categories : Bikers Pintar

(Lynch 1984, Langlais 1984, Shafer 1983, Soeparman 1990, Wyngaarden 1985). Nama lain : Anemia hipoplastik, Anemia refrakter. Anemia norr>iostik normokrom yang disebabkan kelainan sumsum tulang. Sebenarnya kurang tepat disebut anemia karena ketiga elemen di dalam sumsum tulang ikut lerlibat sehingga terjadi pansitopenia : anemia, leukopenia dan trombositopenia.

Klasifikasi :

  1. Anemia Aplastik Primer.

Penyebab tidak diketahui, paling sering terdapat pada dewasa muda, berkembang cepat dan biasanya berakhir fatal.

  1. Anemia Aplastik Sekunder.

Penyebab diketahui yaitu kimia, obat, atau radiasi. Terdapat pada semua golongan usia dan prognosisnya lebih baik.

Penyebab :

  1. Faktor genetik.
  2. Obat/zat kimia. Yang sering adalah kloramfenikol, benzen. Dapat pula penisilin, bismuth, sulfonamid, arsen.
  3. Infeksi, dapat menyebabkan anemia aplastik sementara atau permanen. Yang sementara : mononukleosis infeksiosa, tuberkulosis, influensa, dengue. Yang permanen : hepatitis non A non B
  4. Radiasi.
  5. Kelainan imunologik.
  6. penyakit lain : leukemia limfoblastik akut, hemoglobinuria, kehamilan.
  7. Idiopatik.

Gejala klinis :

Mungkin asimtom, yang ditemukan pada pemeriksaan rutin. Tetapi dapat pula disertai simtom, yang paling sering adalah perdarahan, lemah-lesu, pusing, jantung berdebar.

Kelainan di dalam mulut:

Mukosa oral pucat.

Petekia pada mukosa oral mukosa faring. Perdarahan gingiva tanpa penyebab yang layak.

Ulser, dengan sifat karakteristik yaitu di sekelilingnya terdapat sedikit eritema.

Berdasarkan penelitian oleh Lasser dan kawan-kawan, ternyata pada 18% penderita memperlihatkan kelainan di dalam mulut sebagai keluhan utama dini dan pada pemeriksaan fisik dini. 95% terdapat kelainan oral sekunder terhadap anemia aplastik.

MENGENAL ANEMIA APLASTIK | ADP | 4.5