MENGENAL LIMA KARAKTERISTIK PERS

By On Sunday, May 10th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Karakteristik adalah ciri-ciri spesifik. Setiap media memiliki karakteristik sendiri yang sekaligus membedakannya dengan media lain. Dari karakteristik itulah lahir sebuah identitas. Menurut guru saya, pers memiliki empat ciri spesifik yang sekaligus menjadi identitas dirinya (Effendy, 1993:90-92). Tapi ada juga pakar pers yang menambahkannya dengan satu ciri yang lain yakni objektivitas (Rachmadi, 1990:4-6). Dengan asumsi untuk lebih memperluas wawasan serta mempertajam analisis kita terhadap pers, maka buku ini memasukkan unsur objektivitas tersebut ke dalam ciri spesifik pers. Dengan demikian terdapat lima ciri spesifik pers yang kita bahas di sini:

  1. Periodesitas
  2. Publisitas
  3. Aktualitas
  4. Universalitas
  5. Objektivitas
  6. Periodesitas

Periodesitas, artinya pers harus terbit secara teratur, periodik, misalnya setiap hari, seminggu sekali, dua minggu sekali, satu bulan sekali, atau tiga bulan sekali. Pers yang terbit tiap hari pun harus tetap konsisten dengan pilihannya, apakah terbit pada pagi hari atau pada sore hari. Sekali pagi hari seterusnya harus pagi hari. Begitu juga sebaliknya, sekali sore hari seterusnya harus sore hari. Kecuali tentu saja kalau ada perubahan haluan yang diputuskan melalui rapat paripurna manajemen. Pers yang tidak terbit secara periodik, biasanya sedang menghadapi masalah manajemen, seperti konflik internal, krisis finansial, atau kehabisan modal.

  1. Publisitas

Publisitas, berarti pers ditujukan kepada khalayak sasaran umum yang sangat heterogen. Apa yang disebut heterogen menunjuk pada dua dimensi, yaitu geografis dan psikografis. Geografis menunjuk pada data administrasi kependudukan, seperti jenis kelamin, kelompok usia, suku bangsa, agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, tempat tinggal, pekerjaan atau profesi, perolehan pendapatan. Sedangkan psikografis menunjuk pada karakter, sifat kepribadian, kebiasaan, adat istiadat. Sebagai contoh, orang kota rata-rata memiliki tingkat mobilitas sangat tinggi dibandingkan dengan rata-rata orang desa. Orang kota lebih menyukai pola persaingan, sedangkan orang desa lebih mengutamakan kebersamaan. Karena ditujukan untuk khalayak umum yang sangat heterogen seperti itu, maka dalam mengemas setiap pesannya pers harus menggunakan dan tunduk kepada kaidah bahasa jurnalistik. Ciri utama bahasa jurnalistik di antaranya sederhana, menarik, singkat, jelas, lugas, jernih, mengutamakan kalimat aktif, dan sejauh mungkin menghindari pengunaan kata atau istilah-istilah teknis.

  1. Aktualitas

Aktualitas, berarti informasi apa pun yang disuguhkan media pers harus mengandung unsur kebaruan, menunjuk kepada peristiwa yang benar-benar baru terjadi atau sedang terjadi. Secara etimologis, aktualitas (actumengandung arti dan keadaan sebenarnya.Secara teknis jurnalistik, aktualitas mengandung tiga dimensi: kalender, waktu, masalah. Aktualitas kalender,berarti merujuk kepada berbagai peristiwa yang sudah tercantum atau terjadwal dalarn kalender, baik kalender umum Masehi yang memuat penanggalan dari 1 Januari sampai dengan 31 Desember, maupun kalender khusus seperti kalander akademik, kalender pemerintahan, kalender ormas, atau kalender sosial budaya dan pariwisata. Aktualitas waktu berkaitan dengan peristiwa yang baru terjadi, sedang terjadi, atau sesaat lagi akan terjadi timely). Bom meledak, kerusuhan di suatu kota, banjtr bandang, tanah longsor, kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM), adalah beberapa contoh dari aktualitas waktu. Aktualitas masalahberhubungan dengan peristiwa yang dilihat dari topiknya, sifatnya, dimensi dan dampaknya, karakteristiknya, mencerminkan fenomena yang senantiasa mengandung unsur kebaruan, seperti hak asasi manusia, kolusi korupsi nepotisme, atau masalah-masalah kemasyarakatan dan kebangsaan yang belum selesai seperti demokrasi, penegakan hukum, keadilan, pemerataan pendapatan.

  1. Universalitas

Universalitas, berkaitan dengan kesemestaan pers dilihat dari sumbernya dan dari keanekaragaman materi isinya. Dilihat dari sumbernya, berbagai peristiwa yang dilaporkan pers berasal dari empat peujuru mata angin. Dari Utara, Selatan, Barat, Timur. Dilihat dari materi isinya, sajian pers terdiri atas tiga kelompok besar, yakni kelompok berita {news), kelompok opini [views), dan kelompok iklan [advertising). Betapapun demikian karena keterbatasan halaman, isi media pers harus tetap selektif dan terfokus.

  1. Objektivitas

Objektivitas merupakan nilai etika dan moral yang harus dipegang teguh oleh surat kabar dalam menjalankan profesi jurnalistiknya. Setiap berita yang disuguhkan itu harus dapat dipercaya dan menarik perhatian pembaca, tidak mengganggu perasaan dan pendapat mereka. Surat kabar yang baik harus dapat menyajikan hal-hal yang faktual, apa adanya, sehingga kebenaran isi berita yang disampaikan tidak menimbulkan tanda tanya (Rachmadi, 1990:5).

 

Incoming search terms:

  • karakteristik pers
  • karakter pers
  • pengertian karakteristik periodesitas dalam pers
  • jelaskan karakteristik pers
  • karakteristik pers secara umum
  • sebutkan karakteristik pers
  • jelaskan pengertian karakteristik periodesitas dalam pers
  • karateristik pers
  • 5 karakteristik pers
  • pengertian karakteristik
MENGENAL LIMA KARAKTERISTIK PERS | ADP | 4.5