MENGENAL PERKEMBANGAN TEORI EVOLUSI

92 views

Pendekatan dari sudut evolusi terhadap perkembangan kebudayaan tidak mati dengan aliran klasik Tylor, Morgan abad 19. Pada tahun 1930-an Leslie A. White “menyerang” aliran Boas yang menekankan pada sejarah lokal yang mendetil dan “mendewakan” teori evolusi dari Morgan dan Tylor. Pandangan White segera diberi nama “aliran evolusi baru”. Ia sendiri menolak julukan tersebut dan menekankan bahwa pendekatannya tidak menyimpang jauh dari apa yang dikemukakan aliran abad 19 tersebut di atas. White berpendapat bahwa dia tidak menambahkan apa pun yang baru pada pendekatan Morgan dan Tylor; teori-teorinya lebih mendetil, terutama karena lebih banyak data yang dapat diperolehnya. Apa yang White tambahkan pada pendekatan evolusi klasik, adalah suatu konsep mengenai kebudayaan yang dianggap sebagai suatu sistem penggarapan enerji atau kekuatan (energy capturing). Menurut “hukum dasarnya” tentang evolusi kebudayaan White mengatakan sebagai berikut: “faktor-faktor lain tetap saja, namun kebudayaan berkembang bila kadar enerji yang tersedia untuk setiap orang (per capita) dalam setiap tahun bertambah atau bila efisiensi dari cara-cara penggunaan enerji meningkat.  Dengan kata lain, suatu teknologi yang lebih maju memberi kepada manusia penguasaan enerji yang lebih banyak (enerji manusia, hewan, matahari dan sebagainya) dan hasilnya adalah kebudayaan manusia berkembang dan berubah.

Orientasi White telah dikritik karena alasan yang sama seperti teori Tvlor dan Morgan. Dalam menjelaskan apa yang terjadi dalam evolusi kebudayaan manusia, dia berasumsi (sama dengan Tylor dan Morgan) bahwa evolusi kebudayaan melulu ditentukan oleh kondisi-kondisi (terutama kondisi teknologi) dan kebudayaan itu sendiri. Jadi dia secara eksplisit menolak kemungkinan dari pengaruh sekitar atau sejarah terhadap evolusi kebudayaan. Masalah utama dari orientasi seperti ini adalah bahwa teori ini tidak dapat menerangkan mengapa beberapa kebudayaan berkembang sedang lainnya tidak atau bahkan punah. Jadi, pemikiran White tentang energy capture sebagai mekanisme evolusi kebudayaan menimbulkan pertanyaan tentang mengapa hanya beberapa kebudayaan dan tidak semua dapat menambahkan energy capture mereka.

Julian H. Steward, penganut lain dari aliran evolusi modern, membedakan pemikiran evolusi atas 3 mashab: unilinear, universal dan multilinear.12 Steward berpendapat bahwa Morgan dan Tylor adalah contoh dari penganut pendekatan unilinear pada evolusi kebudayaan, yaitu orientasi klasik abad 19 yang mencoba menempatkan kebudayaan tertentu pada jenjang-jenjang dari semacam “tangga” evolusi. Para penganut aliran evolusi yang universal seperti Leslie White, di pihak lain, lebih menaruh perhatian pada kebudayaan dalam arti luas jadi bukan pada kebudayaan secara individual saja. Steward menggolongkan dirinya sebagai penganut evolusi multilinear yaitu mereka yang membahas tentapg evolusi dari kebudayaan-kebudayaan tertentu dan hanya membatasi diri pada urutan-urutan yang tidak dapat diungkiri dari perubahan kebudayaan yang bersifat paralel di wilayah yang berbeda-beda.

Steward beperhatian untuk menjelaskan mengefiai perbedaan dan persamaan tertentu di antara kebudayaan dan dia bersikap kritis terhadap kesimpulan umum White yang kelihatannya sangat kabur dan kritis, juga bahwa White mengabaikan pengaruh keliling terhadap evolusi. White sebaliknya, mengatakan bahwa Steward “terjerumus” dalam “perangkap” aliran sejarah yang menonjolkah hal khusus karena terlalu menaruh banyak perhatian terhadap kasus-kasus khusus.

Marshall Sahlins dan Elman Service, yang adalah “siswa” dan kolega baik dari White maupun Steward, telah mengombinasikan pandangan White dan Steward dengan mengakui dua macam evolusi yaitu khusus (specific) dan umum (general).13 Evolusi khusus menunjuk terutama pada urutan-urutan khusus dari perubahan dan adaptasi masyarakat tertentu yang berbeda dalam suatu lingkungan alam tertentu. Evolusi yang umum menunjuk pada kemajuan umum dari masyarakat manusia, dalam mana bentuk-bentuk yang lebih tinggi (berhubung mampu menggarap lebih banyak enerji), bangkit dari dan melampaui bentuk-bentuk yang lebih terbelakang. Jadi, evolusi khusus mirip dengan evolusi multilinear Steward, dan evolusi umum mirip dengan evolusi universal White. Sekalipun sintesa tersebut berhasil menggabungkan kedua pandangan di atas, namun hal demikian ternyata tidak memberi sesuatu cara penjelasan mengapa kebudayaan-kebudayaan tertentu berubah atau mengapa terjadi kemajuan evolusioner yang umum. Berlainan dengan aliran evolusi yang awal, aliran evolusi yang kemudian mengabaikan soal predeterminasi, tapi mereka tidak menggantikannya dengan mekanisme yang lain yang diperkirakan sebagai hal-hal yang menentukan apa yang terjadi dalam evolusi kebudayaan.

Incoming search terms:

  • teori evolusi kebudayaan
  • pendekatan evolusi
  • pengertian multilinear
  • contoh evolusi multilinear

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *