MENGENAL SYARAT-SYARAT SUATU TES

By On Friday, August 14th, 2015 Categories : Bikers Pintar

Untuk mendapatkan suatu tes yang baku yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan belajar seseorang diperlukan persyaratan tertentu. Dengan demikian suatu tes bukan dibuat secara acak-acakan. Suatu tes hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga apabila seorang siswa membuat suatu kesalahan, maka kesalahan itu dibuatnya karena memang ia belum menguasai / mengetahui tentang apa yang ditanyakan (diuji). Janganlah kesalahan itu terjadi karena ia keliru menginterpretasi maksud daripada si penguji (soal), atau sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud oleh tes itu. Hal serupa ini dapat terjadi karena beberapa hal misalnya : penyusunan soal yang terlalu berbelitbelit. tidak dirumuskan secara jelas. memakai bahasa yang dapat ditafsirkan secara ganda. Sebaliknya apabila seorang siswa dapat mengerjakan suatu tes dengan benar, hendaknya hal itu disebabkan karena ia memang benar-benar mengerti (memahami) tentang apa yang diuji. Artinya ia dapat menjawab tes itu dengan benar bukan karena secara kebetulan saja (menebak). Jika hal-hal tersebut di atas terjadi maka berarti si pembuat tes (guru) telah gagal untuk mendapatkan gambaran yang sebenarnya tentang diri orang yang dites (siswa).

Apabila kita menginginkan suatu tes yang baku (standart) maka tes tersebut sedikitnya mempunyai syarat-syarat antara lain :

  1. reliabilitas.

Reliabilitas menyatakan sampai sejauh mana ketelitian atau kecermatan menilai apa yang hendak dinilai. Suatu tes yang diaplikasikan dua atau tiga kali terhadap seseorang atau sekelompok siswa yang sama akan menghasilkan hasil yang sama, maka tes tersebut dapat dikatakan cermat atau teliti. Untuk mengetahui reliabilitas suatu tes harus betul-betul tes itu dicobakan terlebih dahulu. Apabila hasil daripada percobaan itu memperlihatkan adanya ketetapan dapatlah diduga bahwa tes itu memang reliabel. Untuk memperhitungkan reliabilitas suatu tes adakalariya tes tersebut dipecah menjadi dua bagian. Biasanya pembagian adalah berdasarkan nomor-nomor ganjil dan genap. Jika skor kedua kelompok ini cocok (sesuai), artinya skor pada kedua bagian ini terdapat korelasi yang tinggi, maka dapatlah dikatakan tes tersebut reliabel, korelasinya mendekati 1,00,Sebaliknya apabila antara kedua bagian tidak terdapat persesuaian sama sekali, maka koefisien korelasinya mendekati pada nol atau sama dengan nol.

  1. validitas.

Suatu tes dapat dikatakan valid (sah) apabila tes tersebut benar-benar mengukur apa yang hendak diukurnya. Suatu soal dalam sebuah tes yang tidak menyimpang sama sekali soal yang sedang dinilai dalam tes itu tidak akan merupakan soal yang valid, misalnya : Bila seorang guru mau menilai tentang mata pelajaran IPS, maka tes itu hendaknya berisikan IPS dan bukan berisikan mata pelajaran Bahasa atau mata pelajaran yang lainnya. Sebuah tes yang baik harus dapat mengukur tingkat hasil belajar yang tercapai dalam pelaksanaan suatu tujuan yang dikehendaki. Suatu tes atau suatu soal da-lam tujuan yang dikehendaki. Suatu tes atau suatu soal dalam suatu kelas ternyata valid, tetapi mungkin dalam kelas yang lain tidak valid apabila tujuan yang hendak diukur berbeda. Meter adalah merupakan alat yang valid untuk mengukur panjang sebuah meja, namun tidak valid apabila digunakan untuk mengukur berat. Oleh karena itu satu soal dalam tes dimaksudkan untuk memisahkan siswasiswa yang betul-betul mempelajarai suatu mata pelajaran dari siswa yang tidak mempelajari mata pelajaran tersebut. Satu soal yang baku harus benar-benar dapat memisahkan kedua golongan tersebut. Dengan kata lain suatu soal harus mempunyai daya pemisah atau pembeda antara golongan yang pandai dengan golongan yang bodoh. Artinya satu soal yang dapat dijawab dengan betul oleh semua siswa haruslah dikeluarkan dari tes tersebut. Begitu juga soal yang tidak dapat dijawab oleh seorangpun dengan betul harus dikeluarkan dari tes tersebut. Di samping itu setiap siswa hendaknya dapat mengerjakan sebagian dari suatu tes. Salah satu cara untuk menentukan suatu tes valid atau tidak, adalah dengan cara memperbandingkan hasil tes itu dengan tek harian, apabila hubungan antara nilai tes nilai harian menggambarkan adanya hubungan (korelasi) yang tinggi, maka tes itu dapat disebut valid.

MENGENAL SYARAT-SYARAT SUATU TES | ADP | 4.5